Amien Rais: Saya Mencium Kebangkitan Orba di Era Pemerintahan Jokowi

Dany Garjito, Hernawan

Kamis, 17 Desember 2020 | 13:10 WIB
Amien Rais: Saya Mencium Kebangkitan Orba di Era Pemerintahan Jokowi
Amien Rais Mencium Kebangkitan Orba di Era Pemerintahan Jokowi (YouTube/AmienRaisOfficial).

Suara.com - Pendiri Partai Ummat Amien Rais mencium bau-bau kelahiran kembali era Orde Baru (Orba) di masa pemerintahan Presiden Jokowi.

Amien Rais mengurai beberapa indikator yang membuatnya menyebut dua era pemerintahan tersebut serupa.

Hal itu diungkapkan oleh Amien Rais dalam video berjudul "Kebangkitan Neo-Orde Baru #LawanKezaliman" yang diunggah lewat kanal YouTube Amien Rais Official, Rabu (16/12/2020).

"Di zaman Pak Jokowi ini, memang saya melihat ada semacam proses reinkarnasi, kebangkitan, atau kelahiran Orde Baru yang sudah kita ucapkan good bye. Tapi kemudian memang sebetulnya sedang muncul kembali," kata Amien Rais seperti dikutip Suara.com.

Amien Rais menerangkan, indikator pertama yang menjadi acuan adalah bangkitnya kultus individu sebagaimana zaman Orba.

Amien Rais Mencium Kebangkitan Orba di Era Pemerintahan Jokowi (YouTube/AmienRaisOfficial).
Amien Rais Mencium Kebangkitan Orba di Era Pemerintahan Jokowi (YouTube/AmienRaisOfficial).

Tidak lain, sosok yang dikultuskan versi Amien Rais adalah Jokowi. Dia menyoroti fenomena lama yang menyebut "Kita adalah Jokowi, Jokowi adalah Kita".

Amien Rais menegaskan, hal itu konyol dan aneh di demokrasi yang seharusnya tidak pernah ada. Dengan kata lain, Amien Rais menyebutnya haram.

"Pertama ada kultus individu yang dibangkitkan. Fenomena Kita adalah Jokowi, Jokowi adalah kita. Ini saya kira dalam demokrasi aneh. Konyol-konyol demokrasi di negara lain yang menjadi asal mulanya tidak ada kata-kata itu. Jadi haram kultus individu," jelas Amien Rais.

Indikator kedua yang disoroti oleh Amien Rais adalah cara Jokowi menggenggam beberapa lembaga negara. Beberapa lembaga yang dimaksud nantinya terkesan akan mendukung Jokowi.

baca juga

Dalam hal ini, Amien Rais menyoroti lembaga legislatif yakni MPR, DPR, dan DPD.

"Kedua, mengetahui pemerintah Pak Jokowi cukup lihai menggenggam beberapa lembaga. MPR 575 orang, DPR 136 orang, DPD semuanya 711 orang, sepertinya tidak bisa berkata apa-apa," tukas dia menyoroti UU Omnibus Law Cipta Kerja yang belum lama ini menimbulkan gelombang demonstrasi massa.

"Ketika Omnibus Law yang tidak jelas asal usulnya itu, yang menentang hanya 1 atau 2 partai, umumnya yang kami dengar adalah, kami taati karena bapak presiden hebat," tegas Amien Rais menambahkan.

Sementara itu, faktor ketiga yang membuat Amien Rais mencium bau-bau kebangkitan Orde Baru di era Jokowi adalah adanya penguasa-ha, atau kerja sama berlebih antara penguasa negara dengan para pengusaha.

"Yang ketiga fenomena penguasa-ha, kita lihat pengusaha yang memegang ratusan hektar hutan mendapat lampu hijau. Mafia, taipan cukong juga melenggang," kata Amien Rais.

Sementara, indikator keempat menurut Amien Rais terjadi baru-baru ini. Saat dua keluarga Jokowi yakni Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution maju dalam kontestasi Pilkada.

"Nepotisme anak kandung Jokowi, menang telak di Solo. Menantunya di Medan ternyata juga menang. Ini nepotisme berkembang," sambung Amien Rais menerangkan.

Terakhir, Amien Rais mengendus pemerintahan Jokowi tidak mentoleransi adanya oposisi dan membangun lingkaran istana yang menurutnya tidak ada bedanya dengan era Orba.

"Tidak mentoleransi adanya oposisi, oposisi dianggap musuh, berbahaya, lawan ditindas, membangun lingkaran istana yang hanya mengiyakan. Bukan menyampaikan kritis demi negara," tandas Amien Rais.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sekolahnya Tak Layak, Siswa Ini Kirim Pesan video ke Presiden Jokowi

Sekolahnya Tak Layak, Siswa Ini Kirim Pesan video ke Presiden Jokowi

Jawa Tengah | Kamis, 17 Desember 2020 | 11:54 WIB

Komentar Anji Soal Vaksin Gratis Corona Tuai Reaksi Mengejutkan

Komentar Anji Soal Vaksin Gratis Corona Tuai Reaksi Mengejutkan

Entertainment | Kamis, 17 Desember 2020 | 11:46 WIB

Jokowi Pertama Divaksin Corona, PKS: Kalau Berisiko, Pejabat Kena Duluan

Jokowi Pertama Divaksin Corona, PKS: Kalau Berisiko, Pejabat Kena Duluan

News | Kamis, 17 Desember 2020 | 11:43 WIB

Terkini

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:06 WIB

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:52 WIB

×