PMI Kota Tangerang Rinci Harga Darah, Biaya Donor Rp 146.414 Dipertanyakan

Reza Gunadha, Aprilo Ade Wismoyo

Selasa, 05 Januari 2021 | 17:17 WIB
PMI Kota Tangerang Rinci Harga Darah, Biaya Donor Rp 146.414 Dipertanyakan
Rincian harga darah PMI Kota Tangerang

Suara.com - PMI Kota Tangerang melalui akun Instagramnya merilis rincian harga darah yang mereka sediakan. Dalam keterangan yang diberikan, rincian harga darah tersebut disampaikan dalam agenda transparansi. Pihak PMI Kota Tangerang ingin menepis anggapan bahwa selama ini PMI telah melakukan komersialisasi darah.

"Salam Kemanusiaan. Mimin mau kasih tau rincian harga darah ni, karena masih banyak yang beranggapan PMI
'Jual darah', 'Donor dapet pop mie, kok pas dibutuhkan disuruh bayar', 'Bisnis darah ya PMI', 'Emang ngga dapet bantuan dari pemerintah?' dan blah blah blah," tulis admin akunInstagram PMI Kota Tangerang.

"Mimin sedih dengernya, namun mimin maklum karena yang bertanya kurang informasi rincian harga di atas ni..
Semoga rincian harga ini dapat mengurangi prespektif pernyataan yang tadi yaa," lanjutnya.

Dalam tabel yang dirilis, disebutkan ada beberapa komponen yang menentukan harga darah di PMI Kota Tangerang. Di antaranya adalah biaya gedung, tenaga, penggantian alat, donor, dan beberapa lainnya. Salah satu yang menjadi sorotan ialah komponen biaya donor sebesar Rp. 146.414. 

Data tersebut memicu pertanyaan dari warganet yang penasaran dengan jumlah tersebut. Mereka beranggapan jumlah tersebut terlalu besar untuk harga barang habis pakai saat proses donor darah.

"Ijin tanya Min , diketerangan donor sebesar Rp 146.414. mohon penjelasannya," tulis warganet dengan akun @hermanmarkuswenas.

"Donor itu untuk biaya habis pakai Kaka, seperti kantong darah dan yang lainnya," jawab admin @pmikotatangerang.

"Mahal ya kantongnya," balas akun @hermanmarkuswenas.

Tak hanya di Instagram, tabel berisi rincian harga darah yang dirilis oleh PMI Kota tangerang ini juga viral di Twitter. Akun @alvinlie21 membagikan ulang tangkapan layar tabel rincian harga darah tersebut sambil menulis cuitan yang mempertanyakan besaran biaya donor yang tercantum di sana.

baca juga

"Mohon penjelasan @palangmerah biaya Donor Rp.146,414 utk apa ? Donor sukarela sama sekali tidak terima imbalan/ bayaran apapun Usai donasi kami diberi 1 goody bag berisi 1 Mie Instan & 2 jenis minuman Pemeriksaan Donor hanya HB & Tensi oleh Dokter @Pak_JK," cuit akun @alvinlie21 sambil menyebut akun Twitter milik PMI dan juga Jusuf Kala selaku ketua PMI.

Akun tersebut menyebut bahwa biaya yang dikeluarkan untuk alat dan bahan habis pakai kurang sesuai jika ditempatkan pada pos biaya donor. Menurutnya, hal itu merusak kredibilitas donor.

"Untuk bahan-bahan habis pakai seperti karga kantong, jarum & reagen untuk periksa darah tidak sepatutnya di cantumkan sebagai Pos Biaya Donor. Terkesan seolah Donor mendapat imbalan uang. Sangat merugikan kredibilitas Donor," sambung @alvinLie21.

Pihak PMI menjawab pertanyaan dari @alvinLie21 dengan menjelaskan bahwa ada kesalahan desain sehingga menyebabkan salah persepsi. Pihak PMI menekankan bahwa mereka tidak pernah memberikan biaya pada pendonor.

"Ini kesalahan desain mas. Nilai tersebut adalah rincian barang habis pakai saat berdonor mas. Dan kami tidak membebankan biaya apapun kepada pendonor darah," jawab admin akun Twitter PMI.

Sayangnya jawaban itu belum juga memuaskan akun @alvinlie21. Ia kembali menyebut bahwa tindakan yang dilakukan PMI kurang etis karena seolah-olah menempatkan Donor sebagai pihak yang dibayar.

PMI @palangmerah memang tidak membebankan biasa kepada DONOR (bukan Pedonor. Gunakan bahasa Indonesia yg benar). Namun rincian biaya yg dibebankan kepada Resipien/ Penerima darah, dicantumkan Biaya Donor sehingga terkesan kami para Donor menerima bayaran. Sangat tidak etis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jemput Bola, Cara PMI Sleman Penuhi Ketersediaan Stok Darah Selama Pandemi

Jemput Bola, Cara PMI Sleman Penuhi Ketersediaan Stok Darah Selama Pandemi

Jogja | Selasa, 29 Desember 2020 | 13:34 WIB

Hari Relawan, Ketua PMI Jusuf Kalla Ingatkan Membantu Tanpa Pamrih

Hari Relawan, Ketua PMI Jusuf Kalla Ingatkan Membantu Tanpa Pamrih

Health | Sabtu, 26 Desember 2020 | 13:27 WIB

Pusat Pelatihan dan Pengembangan Pekerja Migran Kini Tersedia di Lebak

Pusat Pelatihan dan Pengembangan Pekerja Migran Kini Tersedia di Lebak

Banten | Jum'at, 25 Desember 2020 | 09:46 WIB

Videografis: Atur Ventilasi Rumah untuk Mencegah Covid-19

Videografis: Atur Ventilasi Rumah untuk Mencegah Covid-19

Video | Senin, 21 Desember 2020 | 12:05 WIB

Konsisten Lindungi Pekerja Migran, Atnaker Yordania Terima Penghargaan

Konsisten Lindungi Pekerja Migran, Atnaker Yordania Terima Penghargaan

News | Senin, 21 Desember 2020 | 07:25 WIB

Kuatkan Stok PMI, Dompet Dhuafa Ajak Masyarakat Berdonor Darah

Kuatkan Stok PMI, Dompet Dhuafa Ajak Masyarakat Berdonor Darah

Press Release | Jum'at, 18 Desember 2020 | 17:21 WIB

Terkini

Novel The Woman in Cabin 10: Ketika Pembunuhan di Laut Lepas Dianggap Ilusi

Novel The Woman in Cabin 10: Ketika Pembunuhan di Laut Lepas Dianggap Ilusi

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 16:00 WIB

Rayakan HUT GarudaMiles, BRI Bagi-Bagi 27.000 Poin Gratis untuk Nasabah Prioritas

Rayakan HUT GarudaMiles, BRI Bagi-Bagi 27.000 Poin Gratis untuk Nasabah Prioritas

Bri | Rabu, 23 September 2026 | 15:59 WIB

Jasad ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang Ditemukan di Bengkulu

Jasad ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang Ditemukan di Bengkulu

Video | Rabu, 23 September 2026 | 15:59 WIB

Jaga Kesehatan Lebih Optimal, BRI Private Tawarkan Layanan Premium Medical Check Up

Jaga Kesehatan Lebih Optimal, BRI Private Tawarkan Layanan Premium Medical Check Up

Sumbar | Rabu, 23 September 2026 | 15:58 WIB

Cara Kejam Xavi Hernandez Tak Pilih Eks Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert

Cara Kejam Xavi Hernandez Tak Pilih Eks Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 15:57 WIB

BRI Private Hadirkan Medical Check Up Premium, Jaga Kesehatan dengan Layanan Eksklusif

BRI Private Hadirkan Medical Check Up Premium, Jaga Kesehatan dengan Layanan Eksklusif

Riau | Rabu, 23 September 2026 | 15:55 WIB

BRIN Kembangkan Teknologi Gasifikasi untuk Ubah Sampah Plastik Jadi Energi; Apa Itu?

BRIN Kembangkan Teknologi Gasifikasi untuk Ubah Sampah Plastik Jadi Energi; Apa Itu?

News | Rabu, 23 September 2026 | 15:55 WIB

BRI Private Hadirkan Layanan Premium Medical Check Up untuk Kesehatan Anda

BRI Private Hadirkan Layanan Premium Medical Check Up untuk Kesehatan Anda

Sumut | Rabu, 23 September 2026 | 15:48 WIB

Cerita di Balik Layar Kepindahan Maarten Paes ke Ajax: Dering Telepon Tengah Malam

Cerita di Balik Layar Kepindahan Maarten Paes ke Ajax: Dering Telepon Tengah Malam

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 15:47 WIB

Hak Jawab dan Koreksi Kuasa Hukum Dona Ayu soal Eksekusi dan Laporan Polisi PN Padang

Hak Jawab dan Koreksi Kuasa Hukum Dona Ayu soal Eksekusi dan Laporan Polisi PN Padang

Sumbar | Rabu, 23 September 2026 | 15:47 WIB

×