Diplomat Korea Utara Membelot, Latar Belakang Keluarganya Jadi Sorotan

Reza Gunadha | Rima Suliastini | Suara.com

Selasa, 26 Januari 2021 | 13:33 WIB
Diplomat Korea Utara Membelot, Latar Belakang Keluarganya Jadi Sorotan
Ilustrasi Korea Selatan dan Kore Utara. (Pixabay/OpenClipart-Vectors)

Suara.com - Seorang diplomat Korea Utara, Ryu Hyun Woo membelot ke Korea Selatan saat menjabat jadi kepala misi di kedutaan besar di Kuwait. Beberapa orang menduga Ryu Hyun Woo datang dari keluarga terpandang di negeri pimpinan Kim Jong Un itu.

Menyadur Korea Herald Selasa (26/01), Ryu disebut sebagai menantu Jon Il Chun, mantan kepala Office 39, sebuah organisasi yang dikenal sebagai 'brankas pribadi' pemimpin Korea Utara.

Office 39 juga digunakan untuk mengelola dana rahasia dan pengadaan barang mewah bagi keluarga pejabat di sana.

Seorang pejabat Badan Intelijen Nasional menolak berkomentar terkait pembelotan Ryu. Namun ia disebut membelot ke Selatan demi masa depan anak-anaknya.

Ia dilaporkan memasuki Korea Selatan bersama dengan keluarganya pada September 2019, namun keberadaannya sangat dirahasiakan.

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un memimpin pertemuan darurat dalam foto yang dirilis KCNA di Pyongyang, Korea Utara, pada Sabtu (25/2020). [STR / KCNA VIA KNS / AFP]
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un memimpin pertemuan darurat dalam foto yang dirilis KCNA di Pyongyang, Korea Utara, pada Sabtu (25/2020). [STR / KCNA VIA KNS / AFP]

New York Post melaporkan keberadaan Ryu akhirnya diungkap oleh Tae Yong Ho, sesama pembelot Hermit Kingdom yang kini menjadi anggota parlemen di Seoul.

"Saya memutuskan untuk membelot karena ingin memberikan masa depan yang lebih baik ," kata Ryu, menurut Agence France-Presse (AFP), mengutip surat kabar Maeil Business.

Ryu telah memimpin kedutaan Korea Utara di Kuwait sejak mantan Duta Besar So Chang Sik diusir setelah resolusi PBB tahun 2017 berupaya mengurangi misi diplomatik luar negeri negara itu.

Hal ini dilihat sebagai kunci karena Kuwait adalah sumber utama mata uang asing bagi Pyongyang, yang telah mengirim ribuan pekerja ke sana.

Tae Yong Ho juga adalah pembelot yang melarikan diri dari posisinya sebagai wakil duta besar Korea Utara untuk Inggris sebelum menetap di Selatan pada tahun 2016.

Sekarang ia menjadi politisi di Selatan dan mendorong orang lain untuk mengikuti jalannya menuju kehidupan baru.

"Saya ingin menyampaikan kepada kolega saya yang bekerja di seluruh dunia dan elit Korea Utara bahwa ada alternatif selain Korea Utara dan pintunya terbuka," kata Tae dalam wawancara di konferensi Reuters Next baru-baru ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selama 3 Bulan, Korea Selatan Mencatat hanya 12 Pembelot Korut yang Masuk

Selama 3 Bulan, Korea Selatan Mencatat hanya 12 Pembelot Korut yang Masuk

News | Kamis, 02 Juli 2020 | 17:57 WIB

Kang Nara, Pembelot Korea Utara yang Jadi Bintang Youtube

Kang Nara, Pembelot Korea Utara yang Jadi Bintang Youtube

Video | Kamis, 14 Mei 2020 | 11:00 WIB

Salah Spekulasi soal Kesehatan Kim Jong Un, Para Pembelot Minta Maaf

Salah Spekulasi soal Kesehatan Kim Jong Un, Para Pembelot Minta Maaf

News | Selasa, 05 Mei 2020 | 09:43 WIB

Terkini

BAIS TNI Terlibat Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Sukamta PKS: Usut Hingga ke Akar!

BAIS TNI Terlibat Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus, Sukamta PKS: Usut Hingga ke Akar!

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:05 WIB

Waspada 'Serangan Diam-Diam' saat Mudik, Pakar Ingatkan Risiko Jantung dan Stroke di Perjalanan

Waspada 'Serangan Diam-Diam' saat Mudik, Pakar Ingatkan Risiko Jantung dan Stroke di Perjalanan

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:54 WIB

Donald Trump Ancam Keluar dari NATO, Politisi Republik: Bisa Hancurkan Partai Sendiri

Donald Trump Ancam Keluar dari NATO, Politisi Republik: Bisa Hancurkan Partai Sendiri

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:54 WIB

Studi: 58 Persen Orang Lebih Utamakan Lingkungan daripada Pertumbuhan Ekonomi

Studi: 58 Persen Orang Lebih Utamakan Lingkungan daripada Pertumbuhan Ekonomi

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:35 WIB

Gratis! Jalur Fungsional Japek II Selatan Dibuka untuk Urai Kepadatan Arah Jakarta

Gratis! Jalur Fungsional Japek II Selatan Dibuka untuk Urai Kepadatan Arah Jakarta

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:32 WIB

AS Mulai Seret China dan Rusia di Perang Lawan Iran, Direktur CIA Ungkap Fakta Ini

AS Mulai Seret China dan Rusia di Perang Lawan Iran, Direktur CIA Ungkap Fakta Ini

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:27 WIB

Seberapa Berbahaya Teror Air Keras? Ini Dampak Mengerikan dan Risiko Permanennya

Seberapa Berbahaya Teror Air Keras? Ini Dampak Mengerikan dan Risiko Permanennya

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:15 WIB

Api Lalap Satu Rumah di Cipinang Muara, 5 Orang Alami Luka Bakar

Api Lalap Satu Rumah di Cipinang Muara, 5 Orang Alami Luka Bakar

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:11 WIB

Ali Larijani Mati Syahid, Mojtaba Khamenei Kirim Pesan Menggetarkan buat Musuh-musuh Iran

Ali Larijani Mati Syahid, Mojtaba Khamenei Kirim Pesan Menggetarkan buat Musuh-musuh Iran

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:06 WIB

Iran Eksekusi Mati Warga Swedia yang Dituduh Mata-mata Mossad

Iran Eksekusi Mati Warga Swedia yang Dituduh Mata-mata Mossad

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 11:51 WIB