Selama 3 Bulan, Korea Selatan Mencatat hanya 12 Pembelot Korut yang Masuk

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Kamis, 02 Juli 2020 | 17:57 WIB
Selama 3 Bulan, Korea Selatan Mencatat hanya 12 Pembelot Korut yang Masuk
Ilustrasi Korea Selatan dan Kore Utara. (Pixabay/OpenClipart-Vectors)

Suara.com - Korea Selatan mencatat hanya belasan pembelot Korea Utara yang masuk ke negaranya selama tiga bulan terakhir. Hal tersebut diperkirakan karena pembatasan di perbatasan terkait pandemi Covid-19.

Menyadur Channel News Asia, Kementerian Unifikasi Korea Selatan mengatakan bahwa 12 pembelot tercatat tiba di negaranya dari April hingga Juni 2020. Jumlah tersebut sangat jauh berbeda dibandingkan pada kuartal yang sama tahun sebelumnya yakni 320 orang.

Menurut kantor berita Yonhap, jumlah tersebut adalah yang terendah sejak 2003, ketika kementerian mulai mencatat kedatangan pembelot pada kuartal tersebut.

Juru bicara Kementerian Unifikasi, yang menangani urusan dengan Korea Utara, Yoh Sang-key mengatakan penurunan tajam tersebut karena negara-negara yang berbatasan dengan Korea Utara menutup perbatasan mereka untuk mencegah penyebaran virus corona.

"Diperlukan analisis yang lebih profesional, tetapi untuk saat ini penurunan jumlah pembelot yang masuk tampaknya dipengaruhi oleh penutupan perbatasan di negara-negara tetangga setelah wabah virus corona muncul, yang menyulitkan orang untuk bepergian," katanya saat pertemuan rutin.

Hubungan antara pemerintahan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan banyak di komunitas pembelot tegang dalam beberapa tahun terakhir.

Ketegangan tersebut muncul setelah Korea Utara mengeluh tentang kelompok-kelompok yang dipimpin pembelot mengirim selebaran propaganda dan bantuan ke Korea Utara, melihat hal tersebut pemerintah Moon mengatakan akan mengambil tindakan hukum terhadap dua kelompok pembelot.

Minggu ini polisi akan menginterogasi para pemimpin pembelot kedua kelompok, setelah menggerebek kantor mereka minggu lalu.

Pemerintah Korea Selatan juga mengatakan pihaknya berencana untuk memotong dana program pemukiman pembelot secara signifikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alasan Lain Korut Ledakan Kantor Penghubung, Istri Kim Jong-un Dihina

Alasan Lain Korut Ledakan Kantor Penghubung, Istri Kim Jong-un Dihina

News | Rabu, 01 Juli 2020 | 15:10 WIB

Rekor 10 Juta Kasus Covid-19,  di Negara Mana Meningkat Pesat atau Menurun?

Rekor 10 Juta Kasus Covid-19, di Negara Mana Meningkat Pesat atau Menurun?

Tekno | Selasa, 30 Juni 2020 | 07:26 WIB

Masa New Normal, Kebutuhan Hand Sanitizer Diprediksi Meningkat

Masa New Normal, Kebutuhan Hand Sanitizer Diprediksi Meningkat

Press Release | Senin, 29 Juni 2020 | 17:54 WIB

Terkini

Bos Gembong Narkoba Skotlandia Steven Lyons Ditangkap di Bali, Pimpin Sindikat 'Lyons Crime Family'

Bos Gembong Narkoba Skotlandia Steven Lyons Ditangkap di Bali, Pimpin Sindikat 'Lyons Crime Family'

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 22:21 WIB

Zulhas Sebut PAN-Gerindra 'Koalisi Sepanjang Masa', Dasco: Kami Harap Ini Langgeng

Zulhas Sebut PAN-Gerindra 'Koalisi Sepanjang Masa', Dasco: Kami Harap Ini Langgeng

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 22:04 WIB

Menaker Yassierli Sidak Perusahaan di Semarang Faktor THR Tak Dibayar Penuh

Menaker Yassierli Sidak Perusahaan di Semarang Faktor THR Tak Dibayar Penuh

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:56 WIB

Babak Baru Kasus Andrie Yunus: Puspom TNI Izin LPSK Periksa Korban Usai Ditolak Dokter

Babak Baru Kasus Andrie Yunus: Puspom TNI Izin LPSK Periksa Korban Usai Ditolak Dokter

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:49 WIB

Dapur MBG Kembali Beroperasi Usai Libur Lebaran, Relawan: Kangen Suara Ompreng

Dapur MBG Kembali Beroperasi Usai Libur Lebaran, Relawan: Kangen Suara Ompreng

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:08 WIB

Jaga Semangat Belajar Siswa, Satgas PRR Kebut Renovasi Fasdik Terdampak Bencana

Jaga Semangat Belajar Siswa, Satgas PRR Kebut Renovasi Fasdik Terdampak Bencana

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:02 WIB

Usai Jepang, Presiden Prabowo Tiba di Korea Selatan Lanjutkan Diplomasi Asia Timur

Usai Jepang, Presiden Prabowo Tiba di Korea Selatan Lanjutkan Diplomasi Asia Timur

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:54 WIB

'Kirim Putra Trump, Anak Netanyahu, dan Pangeran-pangeran Arab Perang ke Iran!'

'Kirim Putra Trump, Anak Netanyahu, dan Pangeran-pangeran Arab Perang ke Iran!'

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:54 WIB

Gudang Sound System di Kembangan Ludes Dilalap Api, 15 Unit Damkar Diterjunkan ke Lokasi

Gudang Sound System di Kembangan Ludes Dilalap Api, 15 Unit Damkar Diterjunkan ke Lokasi

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:29 WIB

Siapkan Puluhan Saksi dan Ahli di Kasus Korupsi Satelit Kemhan, Kejagung: Untuk Yakinkan Hakim!

Siapkan Puluhan Saksi dan Ahli di Kasus Korupsi Satelit Kemhan, Kejagung: Untuk Yakinkan Hakim!

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:16 WIB