Jumlah Petani Turun dan Bencana Alam, Jamaika Klaim Krisis Marijuana

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Minggu, 07 Februari 2021 | 14:53 WIB
Jumlah Petani Turun dan Bencana Alam, Jamaika Klaim Krisis Marijuana
Ilustrasi ganja. (Shutterstock)

Suara.com - Jamaika mengatakan mengalami krisis ganja saat jumlah petani turun drastis dan ladang pertanian dilanda bencana alam.

Menyadur Sky News, Minggu (7/2/2021) ladang ganja di Jamaika dilanda hujan lebat selama musim badai tahun lalu dan hangus akibat kekeringan yang menyebabkan kerugian puluhan ribu dolar.

"Itu menghancurkan segalanya," kata Daneyel Bozra, yang menanam mariyuana di barat daya Jamaika.

Langkah-langkah ketat penanggulangan Covid-19 memperburuk situasi, terutama aturan jam malam yang menyebabkan petani tidak dapat merawat ladang mereka di malam hari seperti biasanya.

Kurangnya jalan memaksa petani untuk berjalan ke ladang mereka dan kemudian mengambil air dari sumur dan mata air. Banyak yang tidak bisa melakukannya di malam hari karena aturan jam malam.

"Ini memalukan budaya," kata Triston Thompson dari Tacaya, sebuah perusahaan konsultan dan pialang untuk industri ganja legal yang baru lahir di negara itu.

"Tahun lalu adalah tahun terburuk. Kami tidak pernah mengalami kerugian sebesar ini. Sesuatu yang menggelikan bahwa ganja kekurangannya di Jamaika." tambahnya.

Jamaika mengizinkan industri ganja medis yang diatur dan mendekriminalisasi kepemilikan sejumlah kecil tanaman tersebut pada tahun 2015.

Orang yang tertangkap memiliki dua ons (56 gram) atau kurang ganja harus membayar denda kecil dan tidak menghadapi kurungan atau catatan kriminal.

baca juga

Negara tersebut juga mengizinkan setiap warga membudidayakan hingga lima tanaman, dan Rastafarian secara hukum diizinkan untuk menghisap ganja dengan tujuan sakramental.

Tetapi penegakannya tidak merata, karena banyak turis dan penduduk lokal terus membeli ganja di jalan, di mana ganja semakin langka, dan lebih mahal.

Paul Burke, kepala eksekutif Asosiasi Petani dan Produsen Ganja Jamaika, mengatakan orang tidak lagi takut dipenjara karena pemerintah mengizinkan kepemilikan dalam jumlah kecil.

Dia mengatakan stigmatisasi ganja telah berkurang dan lebih banyak orang menghargai nilai terapeutik dan obat yang diklaim selama pandemi.

Tetapi Otoritas Lisensi Ganja pemerintah - yang telah memberi wewenang kepada 29 pembudidaya dan mengeluarkan 73 izin untuk transportasi, ritel, pemrosesan, dan kegiatan lainnya - mengatakan tidak ada kekurangan ganja dalam industrinya.

Para petani dan aktivis mengatakan ganja yang dijual melalui apotek resmi, yang dikenal sebagai rumah jamu, sulit dijangkau karena harganya sangat mahal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebelum Meninggal Dunia, Diego Maradona Ternyata Diberi Bir dan Ganja

Sebelum Meninggal Dunia, Diego Maradona Ternyata Diberi Bir dan Ganja

Bola | Kamis, 04 Februari 2021 | 19:27 WIB

Polisi Bongkar Bisnis Online Narkoba Beromzet Puluhan Juta per Bulan

Polisi Bongkar Bisnis Online Narkoba Beromzet Puluhan Juta per Bulan

Jabar | Kamis, 04 Februari 2021 | 11:11 WIB

Pemusnahan Barang Bukti Narkotika Kurun Waktu Oktober 2020-Januari 2021

Pemusnahan Barang Bukti Narkotika Kurun Waktu Oktober 2020-Januari 2021

Foto | Rabu, 03 Februari 2021 | 11:36 WIB

Terkini

Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM

Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:50 WIB

5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas

5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:46 WIB

P3MUDA PPP Dorong Anak Muda Aktif Mengawal Masa Depan Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045

P3MUDA PPP Dorong Anak Muda Aktif Mengawal Masa Depan Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:44 WIB

Bahlil Hapus Perusahaan Cangkang dalam Impor BBM dan LPG, Negara Ambil Alih Kendali

Bahlil Hapus Perusahaan Cangkang dalam Impor BBM dan LPG, Negara Ambil Alih Kendali

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:44 WIB

Sudah Beroperasi, Pabrik Baterai Indonesia-China di Karawang Tunggu Diresmikan Prabowo

Sudah Beroperasi, Pabrik Baterai Indonesia-China di Karawang Tunggu Diresmikan Prabowo

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:40 WIB

Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas

Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:38 WIB

Kenali Perbedaan Fungsi Sabun Cuci Muka Kahf Warna Hitam, Biru, dan Hijau

Kenali Perbedaan Fungsi Sabun Cuci Muka Kahf Warna Hitam, Biru, dan Hijau

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:35 WIB

Perusahaan Tambang Bisa Kembali Beroperasi, ESDM Terbitkan RKAB Minerba 2026

Perusahaan Tambang Bisa Kembali Beroperasi, ESDM Terbitkan RKAB Minerba 2026

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Jalani Sidang Perdana, Silmy Karim Didakwa Peras Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar

Jalani Sidang Perdana, Silmy Karim Didakwa Peras Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah

Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:31 WIB

×