Banjir Bandang Bukit Es Himalaya, 170 Orang Hilang, Bagaimana Bisa Terjadi?

Siswanto, BBC

Senin, 08 Februari 2021 | 14:16 WIB
Banjir Bandang Bukit Es Himalaya, 170 Orang Hilang, Bagaimana Bisa Terjadi?
BBC

Suara.com - Sedikitnya tujuh orang meninggal dunia dan 170 lainnya belum diketahui nasibnya setelah bukit gletser Himalaya jatuh ke sungai sehingga menyebabkan banjir bandang di India bagian utara.

Terjangan banjir itu sampai menjebol sebuah bendungan dan membanjiri wilayah perbukitan di Negara Bagian Uttarakhand.

Masyarakat dari desa-desa setempat telah dievakuasi, namun kalangan pejabat was-was bahwa lebih dari 125 warga masih terperangkap banjir.

Tayangan sebuah video menunjukkan aliran banjir menerjang wilayah itu dan telah menyebabkan kerusakan.

Seorang saksi mata mengaku bahwa air dan batu mengalir deras di Sungai Dhauli Ganga sehingga tidak ada kesempatan untuk membunyikan peringatan.

Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan telah memantau situasi tersebut.

"India berdiri bersama Uttarakhand dan seluruh bangsa berdoa bagi keselamatan semua warga di sana," cuitnya di Twitter.

Kepolisian Uttarakhand mengungkapkan bahwa longsoran gletser itu terjadi sekitar pukul 11 waktu setempat (sekitar 05.30 GMT), menghancurkan sebuah dam yang diketahui sebagai Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Rishiganga.

Polisi mengungkapkan bahwa hal itu berdampak meluapnya Sungai Dhauli Ganga dan merusak proyek pembangkit listrik lain di bagian hilir di wilayah Tapovan.

baca juga

Seorang saksi membandingkan terjangan banjir itu seperti "sebuah tayangan di film Bollywood."

Menteri Besar Uttarakhand Trivendra Singh mengatakan bahwa 125 orang sejauh ini dipastikan masih hilang, namun jumlahnya bisa bertambah.

"Tujuh jenazah sudah dibawa dari lokasi dan operasi penyelamatan masih berlangsung," kata Singh Rawat kepada para wartawan dalam suatu taklimat hari Minggu (07/02) kemarin.

Sebagian besar dari mereka yang hilang itu adalah para pekerja di dua proyek pembangkit listrik yang tersapu banjir.

Lebih dari 50 pekerja di Proyek Hidroelektrik Rishiganga juga dikawatirkan tewas, ungkap Kepala Kepolisian Uttarakhand Ashok Kumar. Namun dia juga mengatakan beberapa pekerja lainnya telah diselamatkan dari lokasi.

Tim darurat berhasil menyelamatkan 16 pekerja yang sempat terjebak di suatu terowongan yang telah dipenuhi reruntuhan.

Media massa India mengatakan bahwa 30 pekerja lainnya terjebak di terowongan kedua. Para petugas darurat pun bekerja semalaman untuk menyelamatkan mereka.

Singh Rawat mengatakan bahwa tim dari kepolisian dan militer telah "berbuat yang terbaik untuk menyelamatkan nyawa para pekerja."

Tim darurat juga telah mengevakuasi puluhan desa, namun pihak berwenang menyatakan bahwa bahaya dari banjir utama telah berlalu.

Ratusan tentara, dengan sejumlah helikopter dan pesawat, telah dikerahkan ke kawasan itu. Pada Senin (08/02) pagi mereka mulai mencari para penyintas.

Sementara itu, sebagai negara bagian tetangga, Uttar Prades, menerapkan kesiagaan tinggi di wilayah-wilayah pinggir sungai.

Para ahli masih menyelidki insiden tersebut.


Apa yang menyebabkan banjir bandang glasial?

Navin Singh Khadka, Koresponden lingkungan BBC World Service

Belum ada yang memberi jawaban yang pasti, mengingat terpencilnya lokasi kejadian.

Kalangan ahli mengatakan bahwa salah satu kemungkinan adalah lepasnya bongkahan-bongkahan besar es dari gletser akibat kenaikan suhu, sehingga menyebabkan air dalam jumlah besar.

Itulah yang mungkin menyebabkan longsoran salju dengan membawa batu-batu dan lumpur.

"Itu adalah kemungkinan besar karena ada banyak sedimen yang mengalir," kata DP Dobhal, pakar glasiologi senior yang sebelumnya berkiprah di Institut Geologi Himalaya milik pemerintah.

Kalangan pakar menyatakan bahwa sebuah longsoran salju bisa jadi telah menerjang danau glasial yang kemudian menyebabkan banjir bandang.

Kemungkinan lain adalah longsoran salju atau tanah longsor telah membendung sungai selama beberapa waktu, menyebabkan luapan setelah permukaan air naik.


Uttarakhand, yang terletak di sebelah barat Himalaya, rentan dengan banjir bandang dan tanah longsor.

Sekitar 6.000 orang diyakini telah tewas akibat banjir pada Juni 2013, yang dipicu oleh hujan terparah dalam beberapa dekade terakhir.

Bencana pada Minggu (07/02) kemarin tersebut membuat kalangan kelompok pemerhati lingkungan menyerukan agar proyek-proyek pembangkit listrik di kawasan pegunungan yang sensitif secara ekologis untuk ditinjau ulang.


Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keluarga Korban Banjir Bandang Nepal Putus Asa, Sisir Rumah Sakit Cari Jenazah Kerabat Sendiri

Keluarga Korban Banjir Bandang Nepal Putus Asa, Sisir Rumah Sakit Cari Jenazah Kerabat Sendiri

News | Jum'at, 04 September 2026 | 11:11 WIB

Nepal Terancam Bencana Susulan Pasca Longsor Es dan Batu Himalaya

Nepal Terancam Bencana Susulan Pasca Longsor Es dan Batu Himalaya

News | Rabu, 02 September 2026 | 16:06 WIB

Harapan Terakhir, SAR Gabungan China-Nepal Cari Korban Banjir Bandang di Terowongan PLTA

Harapan Terakhir, SAR Gabungan China-Nepal Cari Korban Banjir Bandang di Terowongan PLTA

News | Selasa, 01 September 2026 | 15:41 WIB

Update Kondisi WNI di Nepal Setelah Banjir Bandang, Apakah Ada Korban?

Update Kondisi WNI di Nepal Setelah Banjir Bandang, Apakah Ada Korban?

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 17:11 WIB

Grand Canyon Banjir Bandang Sapu Infrastruktur Park Service, 20 Pendaki Hilang

Grand Canyon Banjir Bandang Sapu Infrastruktur Park Service, 20 Pendaki Hilang

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 14:01 WIB

Nepal Tes DNA Ratusan Jenazah Korban Banjir Bandang yang Membusuk

Nepal Tes DNA Ratusan Jenazah Korban Banjir Bandang yang Membusuk

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 12:11 WIB

Paradoks Nepal, Emisi Karbon Rendah Tapi Jadi Korban Perubahan Iklim

Paradoks Nepal, Emisi Karbon Rendah Tapi Jadi Korban Perubahan Iklim

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Cerita Pasangan Asal California Lolos dari Maut Banjir Bandang Nepal: Saya Tahu Akan Mati

Cerita Pasangan Asal California Lolos dari Maut Banjir Bandang Nepal: Saya Tahu Akan Mati

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 11:21 WIB

Suami Cari Istri Korban Banjir Bandang Tibet, Minta Pemerintah Australia, Nepal, dan China Terbuka

Suami Cari Istri Korban Banjir Bandang Tibet, Minta Pemerintah Australia, Nepal, dan China Terbuka

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 17:39 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Korban Hilang Banjir Bandang, Operasi Evakuasi Skala Besar Dimulai

Hari Ke-5 Pencarian Korban Hilang Banjir Bandang, Operasi Evakuasi Skala Besar Dimulai

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 16:47 WIB

Terkini

Update Terkini 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, SAR Temukan 4 Benda Ini

Update Terkini 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, SAR Temukan 4 Benda Ini

News | Minggu, 13 September 2026 | 07:03 WIB

294 Karhutla Terjadi di Ogan Ilir hingga September 2026

294 Karhutla Terjadi di Ogan Ilir hingga September 2026

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 07:00 WIB

Pejabat Desa di Bengkalis Jual Hutan Cagar Biosfer UNESCO Senilai Rp2 Miliar

Pejabat Desa di Bengkalis Jual Hutan Cagar Biosfer UNESCO Senilai Rp2 Miliar

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 06:58 WIB

Denis Kolinger Puji Dukungan Jakmania Saat Persija Bungkam Persib di Menit Akhir

Denis Kolinger Puji Dukungan Jakmania Saat Persija Bungkam Persib di Menit Akhir

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:57 WIB

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 13 September 2026: Masa Sulit Segera Berlalu

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 13 September 2026: Masa Sulit Segera Berlalu

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 06:56 WIB

Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan

Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan

Jabar | Minggu, 13 September 2026 | 06:50 WIB

Igor Tolic Pasang Badan Usai Persib Bandung Tumbang di Tangan Persija Jakarta

Igor Tolic Pasang Badan Usai Persib Bandung Tumbang di Tangan Persija Jakarta

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:45 WIB

BRICS Desak Amerika Serikat Hentikan Blokade Ekonomi di Kuba

BRICS Desak Amerika Serikat Hentikan Blokade Ekonomi di Kuba

News | Minggu, 13 September 2026 | 06:35 WIB

Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?

Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 06:30 WIB

STY Soal Persija Jakarta Hajar Persib Bandung: Mudah-mudahan Lebih Lancar

STY Soal Persija Jakarta Hajar Persib Bandung: Mudah-mudahan Lebih Lancar

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:10 WIB

×