Kudeta Myanmar: Aksi Protes Massa Gagal Raih Solidaritas Global

Siswanto, BBC

Selasa, 23 Maret 2021 | 11:11 WIB
Kudeta Myanmar: Aksi Protes Massa Gagal Raih Solidaritas Global
DW

"Tujuan bersama Barat dan Cina adalah stabilitas dan mengakhiri pertumpahan darah," Lubina menekankan bahwa Cina tidak tertarik pada kekacauan di Myanmar.

Beijing ingin membangun infrastruktur dan koridor ekonomi yang menghubungkannya dengan India, yang semuanya menjadi tidak mungkin untuk saat ini.

"Tapi, tentu saja, mereka juga ingin menjaga jarak dengan Barat," dia menggarisbawahi.

Kemarahan publik Myanmar ditujukan kepada Cina

Posisi Cina di Myanmar, di mana ketidakpercayaan terhadap Beijing semakin tinggi, sama sekali tidak kontroversial.

Harapan Beijing untuk mencetak poin di antara publik Myanmar dengan mendukung pernyataan DK PBB yang relatif jelas tampaknya sia-sia sebagai akibat dari serangan pembakaran seminggu yang lalu di beberapa pabrik di Yangon milik investor Cina.

Tidak jelas siapa yang berada di balik serangan pembakaran dan sejauh mana mereka terkait dengan protes anti-kudeta saat ini.

Tetapi reaksi dari pihak Cina tidak ambigu. The Global Times, corong ultranasionalis Partai Komunis Cina, menerbitkan laporan dan opini tentang peristiwa tersebut.

Dalam laporan itu, Kedutaan Besar Cina di Myanmar menuntut perlindungan aset dan warga negara Cina.

baca juga

Para pelakunya, menurut surat kabar tersebut, mungkin adalah elemen anti-Cina "yang telah diprovokasi oleh beberapa kekuatan Barat anti-Cina, LSM dan separatis Hong Kong."

"Untuk waktu yang lama, Barat dan beberapa pasukan anti-Cina telah mencoba menggunakan Myanmar sebagai poros strategis untuk menahan Cina," tambahnya.

Dalam editorialnya, Global Times menulis, "sudah diketahui dengan baik bahwa Cina tidak terlalu mencampuri situasi Myanmar, sementara itu berusaha sekuat tenaga untuk mempromosikan penyelesaian krisis secara damai sesuai dengan hukum."

Laporan tersebut memicu kemarahan di media sosial Myanmar. Seperti dilansir harian berbahasa Inggris The Irrawaddy, sebuah pesan dalam bahasa Myanmar dan Mandarin dibagikan sekitar satu juta kali.

Bunyinya: "Kami mengutuk pernyataan murni egois Kedutaan Besar Cina dalam segala hal. Cina sejauh ini tetap diam dan tidak mengutuk kudeta militer, meskipun ratusan orang kehilangan nyawa selama protes damai."

Pernyataan Kedutaan Besar Cina tidak diragukan lagi telah meningkatkan kebencian anti-Cina di Myanmar dan memperumit pengaruh moderasi yang mungkin dimiliki Beijing terhadap pihak-pihak yang terlibat konflik.

ASEAN menuntut tindakan untuk mengakhiri kekerasan Sementara itu, beberapa tetangga Myanmar di Asia Tenggara, yang menyimpang dari pengekangan tradisional mereka, mengambil sikap untuk pertama kalinya.

Presiden Indonesia Joko Widodo, misalnya, menyerukan segera diakhirinya kekerasan dan mengumumkan bahwa ia akan, bersama dengan Brunei, panggilan pertemuan khusus Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Brunei adalah ketua blok regional saat ini. Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengungkapkan "rasa geram pada kekerasan mematikan yang terus berlanjut terhadap warga sipil tak bersenjata," sementara Singapura menyuarakan ketidaksetujuan atas tindakan tentara Myanmar.

Seberapa besar tekanan yang dapat dilakukan negara-negara ASEAN terhadap kepemimpinan tentara Myanmar masih harus dilihat. (vlz/rzn)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wawancara Eksklusif: Kudeta Myanmar dan Perjuangan Jurnalis Bertahan

Wawancara Eksklusif: Kudeta Myanmar dan Perjuangan Jurnalis Bertahan

Video | Selasa, 28 Oktober 2025 | 20:45 WIB

'Kami Bekerja Secara Diam-diam' Suara Jurnalis Myanmar dari Balik Tirai Besi Junta Militer

'Kami Bekerja Secara Diam-diam' Suara Jurnalis Myanmar dari Balik Tirai Besi Junta Militer

News | Senin, 13 Oktober 2025 | 15:44 WIB

Mengapa Junta Myanmar Jatuhkan Bom ke Festival Bulan Purnama? Tewaskan 40 Warga

Mengapa Junta Myanmar Jatuhkan Bom ke Festival Bulan Purnama? Tewaskan 40 Warga

News | Kamis, 09 Oktober 2025 | 14:25 WIB

Dasco Dorong Pemerintah Diplomasi Bebaskan WNI yang Ditahan Junta Myanmar

Dasco Dorong Pemerintah Diplomasi Bebaskan WNI yang Ditahan Junta Myanmar

News | Jum'at, 04 Juli 2025 | 15:37 WIB

Susul Netanyahu, Pemimpin Junta Myanmar Juga Jadi Sasaran Surat Perintah Penangkapan ICC Atas Kekejaman pada Rohingya

Susul Netanyahu, Pemimpin Junta Myanmar Juga Jadi Sasaran Surat Perintah Penangkapan ICC Atas Kekejaman pada Rohingya

News | Kamis, 28 November 2024 | 08:46 WIB

Siap Advokasi Etnis Rohingya Korban HAM Berat Militer Myanmar, Feri Amsari: Pelaku Bisa Diadili di Indonesia

Siap Advokasi Etnis Rohingya Korban HAM Berat Militer Myanmar, Feri Amsari: Pelaku Bisa Diadili di Indonesia

News | Kamis, 15 Agustus 2024 | 23:25 WIB

Ma Thandar Moe, Penembak Jitu Perempuan: Berjuang hingga Myanmar Bebas dari Junta Militer

Ma Thandar Moe, Penembak Jitu Perempuan: Berjuang hingga Myanmar Bebas dari Junta Militer

Video | Sabtu, 25 Mei 2024 | 17:00 WIB

Tiga Tahun Kudeta, PBB Desak Junta Myanmar Hentikan Kekerasan: Ribuan Orang Disiksa hingga Dibunuh!

Tiga Tahun Kudeta, PBB Desak Junta Myanmar Hentikan Kekerasan: Ribuan Orang Disiksa hingga Dibunuh!

News | Jum'at, 02 Februari 2024 | 15:01 WIB

Tewaskan 4 Ribu Lebih Warga, Status Darurat Myanmar Diperpanjang 6 Bulan

Tewaskan 4 Ribu Lebih Warga, Status Darurat Myanmar Diperpanjang 6 Bulan

News | Kamis, 01 Februari 2024 | 15:29 WIB

Tiga BUMN Indonesia Dituding Jual Senjata Ke Junta Myanmar, Difasilitasi Anak Menteri

Tiga BUMN Indonesia Dituding Jual Senjata Ke Junta Myanmar, Difasilitasi Anak Menteri

News | Rabu, 04 Oktober 2023 | 08:24 WIB

Terkini

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

×