Gamelan Jawa di Sidoarjo Tak akan Mati, Meskipun Zaman Semakin Canggih

Siswanto | Suara.com

Senin, 03 Mei 2021 | 14:44 WIB
Gamelan Jawa di Sidoarjo Tak akan Mati, Meskipun Zaman Semakin Canggih
Murid SMP Negeri 1 Porong Sidoarjo di tengah alat musik gamelan. [Beritajatim]

Suara.com - Di tengah modernisasi, Ketua Komite Seni Tradisi Dewan Kesenian Sidoarjo Murlan tetap optimistis anak-anak muda Sidoarjo tak akan melupakan kesenian tradisional Jawa: gamelan.

Dalam laporan Beritajatim.com, Murlan mengatakan di tengah generasi TikTok tidak sulit menemukan anak-anak Sidoarjo yang berminat belajar gamelan. Apalagi, mereka didukung sekolah, hampir di semua lembaga pendidikan di Sidoarjo memiliki peralatan gamelan.

“Gamelan Jawa di Sidoarjo tidak akan mati, meskipun zaman semakin canggih, kesenian tradisional pun juga akan semakin canggih mengikuti perkembangan zaman,” ujar Murlan yang juga menjadi pendidik dan pelatih ekstrakurikuler Karawitan SMP Negeri 1 Porong Sidoarjo.

Asyik main gamelan

Kamis 1 April 2021 siang di SMP Negeri 1 Porong Sidoarjo, sejumlah murid belajar gamelan dengan penuh semangat.

Suara demung, saron, kendang, dan ricikan serta sejumlah peralatan lainnya amat menghibur.

Bagas, Senan Aji, Adhit, Icha, Salsa, Farida, Zahfira, Anggun, Nabila, Lidya, Davira, dan Jelita menunjukkan ketertarikan mereka pada bidang kesenian tradisional.

Di SMP Negeri 1 Porong, belajar gamelan menjadi kegiatan non akademik. Setiap tahun atau pergantian generasi penerus selalu ada murid mendaftar.

Kepala sekolah, dewan guru, dan semua karyawan mendukung kegiatan ekstrakurikuler tersebut.

“Siapa lagi kalau bukan anak-anak yang melestarikan kesenian karawitan ini, anak-anak ini adalah generasi penerus memiliki talenta dan potensi yang baik, dengan belajar karawitan, emosi anak akan terkendali dengan baik, cara mengolah perasaan dan akan menjadi fokus dalam setiap kegiatan” kata Kepala SMP Negeri 1 Porong, Zainul Nuri.

Zainul mengatakan melestarikan gamelan Jawa memang membutuhkan perjuangan dan pengorbanan, baik tenaga maupun waktu.

“Bermacam-macam alat gamelan jawa, ada demung, saron, bonang barung, slenthem dan lain sebagainya, banyak peralatan itu kalau tidak sabar belajarnya akan menjadi buyar, tidak akan mencapai titik kepuasan,” kata pendidik bernama Sulami.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gejog Lesung Bangkit, Klaten Gelar Festival Spektakuler Warisan Petani

Gejog Lesung Bangkit, Klaten Gelar Festival Spektakuler Warisan Petani

Video | Rabu, 27 Agustus 2025 | 07:05 WIB

Gaung Gamelan: Simfoni Ratusan Penabuh Gamelan Membuka Yogyakarta Gamelan Festival ke-30

Gaung Gamelan: Simfoni Ratusan Penabuh Gamelan Membuka Yogyakarta Gamelan Festival ke-30

Your Say | Selasa, 22 Juli 2025 | 19:31 WIB

Yogyakarta Gamelan Festival Ke-30: Festival Musik, Seni dan Anak Muda, dengan Spirit Gamelan

Yogyakarta Gamelan Festival Ke-30: Festival Musik, Seni dan Anak Muda, dengan Spirit Gamelan

Your Say | Rabu, 16 Juli 2025 | 21:20 WIB

Sejarah dan Tradisi Prosesi Tabuh Gamelan Sekaten yang Ricuh Hingga Menantu Pakubuwana Dicekik

Sejarah dan Tradisi Prosesi Tabuh Gamelan Sekaten yang Ricuh Hingga Menantu Pakubuwana Dicekik

News | Rabu, 11 September 2024 | 19:04 WIB

Sejarah Gamelan Sekaten, Tradisi Menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW di Keraton Solo

Sejarah Gamelan Sekaten, Tradisi Menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW di Keraton Solo

Lifestyle | Rabu, 11 September 2024 | 15:46 WIB

Gaung Gamelan Menutup Festival Internasional Yogyakarta Gamelan Festival ke-29

Gaung Gamelan Menutup Festival Internasional Yogyakarta Gamelan Festival ke-29

Entertainment | Senin, 12 Agustus 2024 | 11:28 WIB

Semarak Malam Puncak Yogyakarta Gamelan Festival 2024, Wadah Eksistensi Ribuan Pencinta Gamelan

Semarak Malam Puncak Yogyakarta Gamelan Festival 2024, Wadah Eksistensi Ribuan Pencinta Gamelan

Your Say | Senin, 12 Agustus 2024 | 10:55 WIB

Ladrang Piweling dan Gundhul-gundhul Pacul Menutup Acara Puncak Yogyakarta Gamelan Festival 2024

Ladrang Piweling dan Gundhul-gundhul Pacul Menutup Acara Puncak Yogyakarta Gamelan Festival 2024

Entertainment | Senin, 12 Agustus 2024 | 10:44 WIB

Yogyakarta Gamelan Festival 2024: Merawat Budaya Lewat Lokakarya

Yogyakarta Gamelan Festival 2024: Merawat Budaya Lewat Lokakarya

Your Say | Sabtu, 10 Agustus 2024 | 11:18 WIB

Yogyakarta Gamelan Festival 2024 Hadirkan Lokakarya hingga Rembug Budaya

Yogyakarta Gamelan Festival 2024 Hadirkan Lokakarya hingga Rembug Budaya

Entertainment | Jum'at, 09 Agustus 2024 | 06:40 WIB

Terkini

Kabar Duka, Eks Menhan Juwono Sudarsono Meninggal Dunia di RSPI

Kabar Duka, Eks Menhan Juwono Sudarsono Meninggal Dunia di RSPI

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:39 WIB

Waspada Child Grooming, Pengamat Sebut PP Tunas Jadi Senjata Baru Lindungi Anak di Dunia Digital

Waspada Child Grooming, Pengamat Sebut PP Tunas Jadi Senjata Baru Lindungi Anak di Dunia Digital

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:32 WIB

PP Tunas Berlaku, Menag Tekankan Fondasi Agama dan Etika untuk Lindungi Anak di Ruang Digital

PP Tunas Berlaku, Menag Tekankan Fondasi Agama dan Etika untuk Lindungi Anak di Ruang Digital

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:26 WIB

Krisis Selat Hormuz Memanas, Negara Teluk Siapkan Jalur Alternatif

Krisis Selat Hormuz Memanas, Negara Teluk Siapkan Jalur Alternatif

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:12 WIB

Siap-Siap! Besok Puncak Arus Balik Kedua di Kampung Rambutan, 6 Ribu Orang Bakal Tiba di Jakarta

Siap-Siap! Besok Puncak Arus Balik Kedua di Kampung Rambutan, 6 Ribu Orang Bakal Tiba di Jakarta

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 15:30 WIB

Fenomena Pendatang Baru: DPRD Ingatkan Pemprov DKI Jakarta Soal Bom Waktu Sosial

Fenomena Pendatang Baru: DPRD Ingatkan Pemprov DKI Jakarta Soal Bom Waktu Sosial

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 15:21 WIB

Soroti Penyalahgunaan Kendaraan Dinas untuk Mudik Lebaran, KPK: Bisa Jadi Pintu Masuk Korupsi

Soroti Penyalahgunaan Kendaraan Dinas untuk Mudik Lebaran, KPK: Bisa Jadi Pintu Masuk Korupsi

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:46 WIB

Pemprov DKI Minta TNI dan PT Temasra Jaya Hentikan Pembongkaran Bangunan di Menteng

Pemprov DKI Minta TNI dan PT Temasra Jaya Hentikan Pembongkaran Bangunan di Menteng

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 13:05 WIB

Viral Zebra Cross Hilang Disulap Jadi Pac-Man di Tebet, Dinas Bina Marga DKI Buka Suara

Viral Zebra Cross Hilang Disulap Jadi Pac-Man di Tebet, Dinas Bina Marga DKI Buka Suara

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:43 WIB

PBNU Tegas Dukung Iran, Gus Yahya Serukan Perdamaian dan Desak RI Ambil Langkah Diplomatik

PBNU Tegas Dukung Iran, Gus Yahya Serukan Perdamaian dan Desak RI Ambil Langkah Diplomatik

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 12:32 WIB