Ramai Iklan Berburu Jodoh: Cari Pria Tajir, Tampan, dan Tidak Suka Kentut

Siswanto, BBC

Selasa, 29 Juni 2021 | 10:48 WIB
Ramai Iklan Berburu Jodoh: Cari Pria Tajir, Tampan, dan Tidak Suka Kentut
BBC

Suara.com - Di India, banyak warga yang mencari jodoh melalui iklan baris di surat kabar. Iklan-iklan itu kemudian dikategorikan menurut agama dan kasta.

Rangkaian kalimat dalam iklan semacam itu sering menuliskan rincian atribut fisik seperti warna kulit, tinggi, bentuk wajah, dan banyak yang membanggakan pendapatan enam digit, kekayaan keluarga, dan properti.

Akan tetapi, bagi kaum feminis di India, iklan mencari jodoh di surat kabar bukanlah pilihan.

Baca juga:

Karena itu, ketika sebuah iklan mencari "seorang pria feminis yang tidak kentut, tidak bersendawa, tampan, kaya" untuk "seorang perempuan feminis berpendirian teguh, berambut pendek, dan memiliki tindikan" muncul di surat kabar terlaris di India, hal itu sontak viral.

Komedian Aditi Mittal membagikannya di Twitter, menanyakan apakah seseorang telah beriklan untuknya:

https://twitter.com/awryaditi/status/1404665961718841347

Banyak orang lain, termasuk aktris Bollywood Richa Chadha, menanggapi:

https://twitter.com/RichaChadha/status/1404693333599920130

baca juga

Banyak yang berspekulasi tentang identitas orang-orang di balik iklan tersebut dan apakah iklan itu "asli".

Ternyata iklan tersebut adalah lelucon yang dibuat seorang laki-laki dan perempuan, yang merupakan kakak beradik, dan sahabat mereka.

Menggunakan alamat email yang diunggah di iklan, BBC berhasil melacak "feminis berpendirian" itu - Sakshi - dan saudara laki-lakinya Srijan dan sahabatnya Damyanti, yang mencetuskan ide tersebut.

Semua nama adalah nama samaran - mereka tidak ingin identitas mereka terungkap karena, seperti yang dikatakan Sakshi, "kami semua profesional dengan karier yang stabil, dan (semoga) memiliki masa depan yang menjanjikan" dan mereka tidak ingin diserang di media sosial.

Iklan tersebut, kata Srijan, adalah "sebuah lelucon kecil yang kami berikan untuk ulang tahun Sakshi yang ke-30".

"Usia 30 adalah tonggak sejarah, terutama karena semua percakapan di masyarakat kami adalah seputar pernikahan. Saat Anda berusia 30 tahun, keluarga dan masyarakat Anda mulai menekan Anda untuk menikah dan berkeluarga," katanya.

Sakshi mengatakan dia memiliki rambut pendek dan tindikan, bekerja di sektor sosial, berpendirian dan bahwa "bersendawa dan kentut" adalah lelucon keluarga.

Iklan itu dapat dilihat di belasan kota di India utara dan menelan biaya sekitar 13.000 rupee (Rp2,5 juta) - "jumlah yang akan kami habiskan untuk hadiah dan perayaan jika tidak ada lockdown Covid," kata Srijan.

Malam sebelum ulang tahunnya, kata Sakshi, saudara laki-lakinya memberinya gulungan kertas.

"Ketika saya membuka gulungannya, ada alamat email [email protected] dan kata sandinya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dengan itu," katanya kepada saya melalui sambungan telepon dari rumahnya.

"Di pagi hari, Srijan membawakan saya koran dengan kolom cari jodohnya. Kami tertawa terbahak-bahak. Itu lelucon yang menyenangkan."

Namun, lelucon pribadi tersebut segera tersebar di media sosial.

Setelah selebritas membagikan iklan itu, ratusan orang mulai mengomentarinya dan lusinan email mulai berdatangan.

"Saya telah menerima lebih dari 60 email sejauh ini. Banyak yang mengira itu lelucon dan menganggapnya lucu," kata Sakshi.

Seorang pria menulis dengan mengatakan bahwa dia cocok dengannya karena dia "penurut dan tidak berpendirian sama sekali".

Seorang perempuan menulis untuk berterima kasih padanya atas iklan tersebut dan berkata, "Saya juga seperti itu".

Namun di India, negara dengan budaya patriarki yang kuat, feminisme sering dianggap sebagai kata kotor.

Feminis disalahartikan sebagai perempuan yang membenci pria dan tidak bermoral, baik oleh laki-laki dan perempuan.

Iklan tersebut juga memicu pesan kasar.

Sakshi disebut "parempuan materialistis" dan "munafik" karena dia "anti-kapitalis tetapi menginginkan suami yang kaya"; dia digambarkan sebagai "cougar" karena "dia berusia 30 tahun ke atas tetapi menginginkan pria berusia 25-28 tahun"; dan banyak yang menasihatinya "untuk mencari uang sendiri".

Beberapa mengatakan iklannya "beracun", bahwa dia "terdengar gemuk" dan satu orang mengatakan bahwa "semua feminis adalah idiot".

Seorang perempuan sangat marah sehingga dia mengancam bahwa saudara laki-lakinya akan "melemparnya [pengiklan] dari lantai 78".

Damyanti menunjukkan bahwa di India, di mana 90% dari semua pernikahan masih terjadi karena perjodohan, "semua orang menginginkan pengantin pria yang mapan.

Namun, blak-blakan menyebut hal itu memicu begitu banyak kemarahan.

Sakshi mengatakan iklan itu "sepertinya telah melukai banyak ego".

"Kamu tidak bisa mengatakan hal-hal seperti itu dengan lantang. Laki-laki selalu menginginkan pengantin yang tinggi dan langsing, cantik, mereka membual tentang kekayaan mereka, tetapi ketika hal itu di balik mereka tidak bisa menerimanya.

"Mereka berpikir bagaimana mungkin seorang perempuan menetapkan kriteria seperti itu?"

Iklan tersebut, tambahnya, "adalah pernyataan satire tentang narasi ini dan saya berasumsi bahwa orang-orang yang marah adalah mereka yang mencari jodoh dengan menuliskan 'mencari pengantin yang langsing dan cantik" sebagai kriteria di iklan.

Dan pada mereka, ia bertanya: "Apakah Anda mengirim email yang seperti itu ke pengiklan seksis yang muncul di koran setiap hari? Jika tidak, maka Anda perlu mengekang patriarki Anda ".

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Target Rampung Sebelum 2029, Restorasi Candi Prambanan Diprediksi Pikat Turis India

Target Rampung Sebelum 2029, Restorasi Candi Prambanan Diprediksi Pikat Turis India

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 17:54 WIB

Momen Prabowo dan PM India Narendra Modi Kunjungi Candi Prambanan

Momen Prabowo dan PM India Narendra Modi Kunjungi Candi Prambanan

Foto | Rabu, 08 Juli 2026 | 15:53 WIB

Pantas Suka Joget, Prabowo Blak-blakan Ungkap Punya DNA India di Hadapan PM Modi: Ini Benar!

Pantas Suka Joget, Prabowo Blak-blakan Ungkap Punya DNA India di Hadapan PM Modi: Ini Benar!

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 15:45 WIB

RI Gandeng India Restorasi 200 Candi Perwara Prambanan

RI Gandeng India Restorasi 200 Candi Perwara Prambanan

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 13:49 WIB

Prabowo dan Narendra Modi Sambangi Candi Prambanan, PM India Dijadwalkan Beribadah

Prabowo dan Narendra Modi Sambangi Candi Prambanan, PM India Dijadwalkan Beribadah

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 10:12 WIB

Momen PM India Narendra Modi Pidato di Parlemen RI

Momen PM India Narendra Modi Pidato di Parlemen RI

Foto | Rabu, 08 Juli 2026 | 06:30 WIB

Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami

Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 19:35 WIB

Kisah Ramayana Satukan RI-India, Puan Ajak PM Modi Jaga Dunia Melintasi Lautan

Kisah Ramayana Satukan RI-India, Puan Ajak PM Modi Jaga Dunia Melintasi Lautan

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 18:40 WIB

PM Narendra Modi Perkenalkan Visi Gangga-Mahakam, Ajak Indonesia Masuki Era Baru

PM Narendra Modi Perkenalkan Visi Gangga-Mahakam, Ajak Indonesia Masuki Era Baru

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 18:35 WIB

Puan Jelaskan Makna Filosofis Gedung DPR RI ke PM Modi: Simbol Perjuangan Bangsa Berkembang

Puan Jelaskan Makna Filosofis Gedung DPR RI ke PM Modi: Simbol Perjuangan Bangsa Berkembang

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 17:34 WIB

Terkini

Kabar Baik! DPR Janji Kawal Aspirasi Kesejahteraan dan Perlindungan Guru

Kabar Baik! DPR Janji Kawal Aspirasi Kesejahteraan dan Perlindungan Guru

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:59 WIB

Selain 74 Kg Emas, Polisi Sita Foto Keluarga Jampidsus Febrie Adriansyah di Rumah Mewah Sentul!

Selain 74 Kg Emas, Polisi Sita Foto Keluarga Jampidsus Febrie Adriansyah di Rumah Mewah Sentul!

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:55 WIB

Tuduh AS Langgar MoU Islamabad, Iran: Ingkar Janji Ada Konsekuensinya

Tuduh AS Langgar MoU Islamabad, Iran: Ingkar Janji Ada Konsekuensinya

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:54 WIB

Balas Kematian Warga Sipil, Iran Serang Fasilitas Militer AS di Dua Negara Teluk

Balas Kematian Warga Sipil, Iran Serang Fasilitas Militer AS di Dua Negara Teluk

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:31 WIB

KPK Dalami Dugaan Gratifikasi di MPR, Ma'ruf Cahyono Kembali Diperiksa

KPK Dalami Dugaan Gratifikasi di MPR, Ma'ruf Cahyono Kembali Diperiksa

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:28 WIB

Disrupsi AI: Bagaimana Teknologi Bisa Tingkatkan Kemampuan Berbahasa

Disrupsi AI: Bagaimana Teknologi Bisa Tingkatkan Kemampuan Berbahasa

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:22 WIB

Jejak Karier Febrie Adriansyah, Dari Jaksa di Jambi Hingga Jadi Jampidsus yang Dijaga Ketat TNI

Jejak Karier Febrie Adriansyah, Dari Jaksa di Jambi Hingga Jadi Jampidsus yang Dijaga Ketat TNI

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:17 WIB

Kebakaran TPA Jatiwaringin Ungkap Risiko Timbunan Sampah, Begini Penjelasan Peneliti BRIN

Kebakaran TPA Jatiwaringin Ungkap Risiko Timbunan Sampah, Begini Penjelasan Peneliti BRIN

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:07 WIB

DPR Warning Keras, Tak Boleh Ada Pihak Intervensi Kasus Korupsi Batu Bara

DPR Warning Keras, Tak Boleh Ada Pihak Intervensi Kasus Korupsi Batu Bara

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:57 WIB

Menag Perketat Syarat Jadi Kyai dan Pesantren Usai Marak Kasus Pelecehan

Menag Perketat Syarat Jadi Kyai dan Pesantren Usai Marak Kasus Pelecehan

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:48 WIB

×