Polisi Tangkap 6 Pelaku Pembunuhan Presiden Haiti, Dua Tewas dalam Baku Tembak

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Kamis, 08 Juli 2021 | 16:05 WIB
Polisi Tangkap 6 Pelaku Pembunuhan Presiden Haiti, Dua Tewas dalam Baku Tembak
Pasukan keamanan Negara Haiti berjaga-jaga [Foto: Antara]

Suara.com - Kepolisian Nasioanal Haiti menangkap enam pria yang diduga menjadi pelaku pembunuhan Presiden Jovenel Moise di rumahnya sendiri, dalam indisen baku tembak.

Menteri Komunikasi Haiti Frantz Exantus, disadur dari Russian Today Kamis (7/8/2021), mengatakan bahwa para tersangka ditangkap sebelum pukul 06.00 sore (waktu setempat) pada hari Rabu (7/7).

Exantus tidak mengidentifikasi kondisi tersangka yang ditangkap atau mengatakan berapa banyak orang yang ditahan.

Kepala polisi Nasional Haiti Leon Charles kemudian mengatakan pada konferensi pers bahwa dua tentara bayaran ditangkap, sementara empat lainnya tewas dalam baku tembak.

"Polisi masih dalam pertempuran dengan para penyerang," kata Charles dalam konferensi pers yang disiarkan televisi pada Rabu malam.

"Kami memblokir mereka dalam perjalanan ketika mereka meninggalkan tempat kejadian. Sejak itu, kami bertarung dengan mereka." sambungnya.

Charles menambahkan bahwa tiga petugas polisi yang sempat disandera oleh para pelaku pembunuhan telah dibebaskan.

Perdana Menteri Sementara Claude Joseph mengatakan sebelumnya bahwa ia berjanji dan memastikan melanjutkan kelangsungan negaranya.

Seperti diwartakan The Guardian, duta besar Haiti untuk Washington, Bocchit Edmond, mengatakan para pelaku pembunuhan Presiden Moïse mengaku sebagai anggota Administrasi Penegakan Narkoba AS (DEA).

baca juga

"Ini adalah serangan komando yang diatur dengan baik. Mereka memperkenalkan diri sebagai agen DEA," kata Edmond kepada The Guardian.

Dalam video yang beredar di media sosial, seorang pria dengan terdengar berkata dalam bahasa Inggris melalui megafon: "Operasi DEA, semua orang berdiri, operasi DEA, semua orang mundur, mundur."

Warga di sekitar kejadian melaporkan jika mereka mendengar suara tembakan dan melihat pria berpakaian hitam berlarian.

"Bisa jadi tentara bayaran asing, karena rekaman video menunjukkan mereka berbicara dalam bahasa Spanyol," kata Edmond.

Edmond mengatakan dia telah meminta bantuan Gedung Putih untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku pembunuhan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

2 Pembunuh Presiden Haiti Tertangkap, Polisi Mikir: Dibunuh atau Dipenjara Saja!

2 Pembunuh Presiden Haiti Tertangkap, Polisi Mikir: Dibunuh atau Dipenjara Saja!

Jatim | Kamis, 08 Juli 2021 | 15:20 WIB

Presiden Haiti Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata, Tersangka Ngaku Dari Agen Narkoba AS

Presiden Haiti Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata, Tersangka Ngaku Dari Agen Narkoba AS

Batam | Kamis, 08 Juli 2021 | 11:41 WIB

Suasana Haiti Usai Presiden Jovenel Moise Tewas Ditembak

Suasana Haiti Usai Presiden Jovenel Moise Tewas Ditembak

Foto | Kamis, 08 Juli 2021 | 11:20 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×