Spekulasi Pembunuhan Presiden Haiti Berkembang, Ditembak Pasukannya Sendiri

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Senin, 12 Juli 2021 | 08:13 WIB
Spekulasi Pembunuhan Presiden Haiti Berkembang, Ditembak Pasukannya Sendiri
Presiden Haiti Jovenel Moise dan istrinya saat dilantik. (Hector Retamal/AFP)

Suara.com - Berbagai spekulasi liar terkait dengan pembunuhan Presiden Haiti, Jovenel Moise terus beredar, salah satunya kemungkinan ditembak oleh pasukan keamanannya sendiri.

Menyadur Guardian Miggu (11/07), Steven Benoit, politisi oposisi dan mantan senator mengatakan pada radio lokal Magik9 bahwa semua kemungkinan bisa saja terjadi, termasuk pengkhianatan.

"Presiden dibunuh oleh pengawalnya sendiri, bukan oleh orang Kolombia," jelasnya, bertentangan dengan spekulasi awal yang menyebut sang presiden ditembak oleh pasukan asing yang menyelinap masuk.

Laporan majalah Kolombia Semana yang mengutip sumber anonim menyebut mantan tentara Kolombia berangkat ke Haiti setelah disewa untuk melindungi Moise yang menerima ancaman pembunuhan.

Pasukan keamanan Negara Haiti berjaga-jaga [Foto: Antara]
Pasukan keamanan Negara Haiti berjaga-jaga [Foto: Antara]

Lebih lanjut, surat kabar Kolombia El Tiempo melaporkan rekaman keamanan dari kompleks kepresidenan menunjukkan operator Kolombia tiba di sana antara pukul 2.30 dan 2.40 pagi pada hari Rabu.

"Itu berarti mereka tiba satu setengah jam setelah kejahatan terhadap presiden," kata sumber itu.

Sebelumnya pada hari Jumat pihak berwenang Kolombia menyebutkan 13 orang yang diduga tentara bayaran Kolombia yang telah ditangkap oleh pejabat keamanan Haiti terlibat.

Mereka termasuk Manuel Antonio Grosso Guarín, mantan anggota unit elit tentara Kolombia yang disebut kelompok pasukan khusus kontra-terorisme yang khusus menangani penyanderaan dan perlindungan VIP.

Presiden Haiti Jovenel Moise. (CHANDAN KHANNA/AFP)
Presiden Haiti Jovenel Moise. (CHANDAN KHANNA/AFP)

Grosso, 41, diduga tiba di Haiti dengan 10 mantan tentara pada 6 Juni setelah melakukan perjalanan melalui Punta Cana, Republik Dominika, yang berbagi pulau Hispaniola dengan Haiti.

baca juga

Kelompok kedua mantan tentara tiba di Haiti sekitar sebulan sebelumnya melalui Panama.

Kepala polisi Haiti mengatakan 15 warga Kolombia telah ditangkap setelah pembunuhan presiden serta dua warga negara AS keturunan Haiti, yang disebut sebagai James Solages dan Joseph Vincent.

Tiga warga Kolombia tewas sementara delapan tersangka masih buron, kata Charles, mendesak warga untuk tidak main hakim sendiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ngeri, Helikopter Kepresidenan Kolombia Dihujani Peluru

Ngeri, Helikopter Kepresidenan Kolombia Dihujani Peluru

News | Minggu, 27 Juni 2021 | 15:51 WIB

Demo Menentang Kenaikan Pajak, 13 Orang Warga Kolombia Tewas

Demo Menentang Kenaikan Pajak, 13 Orang Warga Kolombia Tewas

News | Senin, 31 Mei 2021 | 07:32 WIB

Cerita Bidan yang Membantu Para Ibu Melahirkan di Ibu Kota Horor Kolombia

Cerita Bidan yang Membantu Para Ibu Melahirkan di Ibu Kota Horor Kolombia

News | Selasa, 02 Maret 2021 | 16:35 WIB

Terkini

Jaga Independensi Komisi Nasional Disabilitas, Kemensos Pastikan Seleksi Bebas Intervensi

Jaga Independensi Komisi Nasional Disabilitas, Kemensos Pastikan Seleksi Bebas Intervensi

News | Senin, 02 November 2026 | 16:20 WIB

Kemarau Salah, Hujan Salah: Menguji Tata Kelola Lingkungan di Indonesia

Kemarau Salah, Hujan Salah: Menguji Tata Kelola Lingkungan di Indonesia

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 16:17 WIB

Ketimpangan Relasi: Rakyat Berjuang Tanpa Bantuan, Negara Menarik Pungutan

Ketimpangan Relasi: Rakyat Berjuang Tanpa Bantuan, Negara Menarik Pungutan

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 16:15 WIB

Zaskia Sungkar Doakan Raffi Ahmad: Semoga Allah Kembalikan Sahabat Kami dari Dunianya Sekarang

Zaskia Sungkar Doakan Raffi Ahmad: Semoga Allah Kembalikan Sahabat Kami dari Dunianya Sekarang

Entertainment | Senin, 02 November 2026 | 16:14 WIB

Tegaskan Wantimpres Tak Bahas Putusan MA Soal Gibran, Margarito: Itu Bukan Isu Presiden

Tegaskan Wantimpres Tak Bahas Putusan MA Soal Gibran, Margarito: Itu Bukan Isu Presiden

News | Senin, 02 November 2026 | 16:11 WIB

Sikap Golkar Tanggapi Desakan Gibran Mundur Usai Putusan MA: Kami Pelajari Kata per Kata!

Sikap Golkar Tanggapi Desakan Gibran Mundur Usai Putusan MA: Kami Pelajari Kata per Kata!

News | Senin, 02 November 2026 | 16:10 WIB

Pebalap Muda Astra Honda Raih Podium di Sepang Malaysia

Pebalap Muda Astra Honda Raih Podium di Sepang Malaysia

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 16:08 WIB

Banner 'Oligarki' di Rawa Buntu Tangsel Diturunkan Satpol PP, Netizen: Giliran Begini Cepet

Banner 'Oligarki' di Rawa Buntu Tangsel Diturunkan Satpol PP, Netizen: Giliran Begini Cepet

News | Senin, 02 November 2026 | 16:06 WIB

BPOM dan Polri Perketat Pengawasan Narkotika, Vape hingga Kosmetik Ilegal

BPOM dan Polri Perketat Pengawasan Narkotika, Vape hingga Kosmetik Ilegal

News | Senin, 02 November 2026 | 16:03 WIB

Golkar Minta Para Pimpinan Parpol Segera Bertemu Sikapi Putusan MA Soal Suket Gibran

Golkar Minta Para Pimpinan Parpol Segera Bertemu Sikapi Putusan MA Soal Suket Gibran

News | Senin, 02 November 2026 | 16:01 WIB

×