Luhut Minta Jam Kerja Buruh Diatur Selama PPKM Darurat

Erick Tanjung, Ria Rizki Nirmala Sari

Selasa, 13 Juli 2021 | 21:33 WIB
Luhut Minta Jam Kerja Buruh Diatur Selama PPKM Darurat
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. (Dok. Humas Kemenko Marves)

Suara.com - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi atau Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan melihat kategori zona Covid-19 banyak yang berubah menjadi lebih baik di tengah penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat/PPKM Darurat Jawa-Bali. Namun, ia melihat ada zona merah yang masih belum berubah terutama di kawasan industri.

Luhut melihat banyak kemajuan di hari ke-10 penerapan PPKM Darurat Jawa-Bali. Mulai dari penurunan tingkat mobilitas masyarakat hingga kesembuhan pasien Covid-19 meningkat.

Itu juga berpengaruh terhadap zona-zona Covid-19 yang berubah warna, semisal zona hitam berubah ke merah ataupun zona merah berubah ke zona kuning. Tetapi Luhut masih melihat kawasan industri yang tetap bertahan di zona merah.

"Namun masih ada yang perlu menjadi perhatian, salah satunya para buruh yang di mana industri ini masih banyak merahnya," kata Luhut saat memimpin Rapat Koordinasi secara virtual, Selasa (13/7/2021).

Melihat situasi seperti itu, Luhut pun mengusulkan jadwal kerja para buruh diperketat. Usulan itu disampaikannya kepada Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah supaya menerapkan mekanisme sehari kerja ke kantor dan sehari bekerja di rumah.

“Kalau seharusnya dia bekerja sebulan 30 hari, ini jadi 15 hari. Jadi sehari di rumah, sehari di tempat kerja," tuturnya.

"Ini juga pada prinsipnya untuk menghindari para pekerja atau buruh tersebut ‘dirumahkan’,” sambung Luhut.

Dalam usulannya tersebut, Luhut mengingatkan Menaker Ida untuk membuat regulasi yang jelas sehingga tidak multitafsir.

"WFH dan dirumahkan harap bikin saja dengan jelas, sehingga nanti bisa diterjemahkan melalui peraturan menteri atau surat edaran instruksi dari Mendagri, jadi tidak ada penafsiran macam-macam," ujarnya.

baca juga

Selain itu, Luhut juga meminta adanya pengaturan soal jam makan siang. Ia menginginkan agar 50 persen pekerja atau buruh yang masuk kerja ke kantor itu tidak bersamaan saat makan siang.

Hal tersebut diinginkannya supaya lebih mengoptimalkan pencegahan penularan Covid-19.

“Jadi jangan sampai mereka itu makan siang bersama-sama, menimbulkan kerumunan. Intinya jam makan diperhatikan, jangan sampai bertemu makan bareng. Saya serahkan ini ke Menaker Ida,” tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemnaker, Apindo, Kadin, dan Pekerja Gelar Deklarasi Gotong Royong

Kemnaker, Apindo, Kadin, dan Pekerja Gelar Deklarasi Gotong Royong

Bisnis | Selasa, 13 Juli 2021 | 20:57 WIB

PPKM Darurat, Kapolresta Padang Minta Petugas di Penyekatan Tak Arogan

PPKM Darurat, Kapolresta Padang Minta Petugas di Penyekatan Tak Arogan

Sumbar | Selasa, 13 Juli 2021 | 20:41 WIB

Tak Tutup Warung Kena Razia PPKM, Ibu Menangis: Saya Nggak Punya Rolling Door

Tak Tutup Warung Kena Razia PPKM, Ibu Menangis: Saya Nggak Punya Rolling Door

Hits | Selasa, 13 Juli 2021 | 20:29 WIB

Terkini

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:28 WIB

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:38 WIB

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:32 WIB

×