alexametrics

Terekam Pesta Durian di Pusat Vaksin Malaysia, Polisi Langsung Turun Tangan

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus
Terekam Pesta Durian di Pusat Vaksin Malaysia, Polisi Langsung Turun Tangan
Belasan orang di Malaysia terekam pesta durian di sebuah pusat vaksinasi.[Facebook/Info Semasa via World Of Buzz]

Polisi membuka penyelidikan adanya pelanggaran aturan pencegahan Covid-19.

Suara.com - Kepolisian Malaysia menyelidiki sebuah video yang beredar di media sosial dimana sekelompok orang terlihat berpesta durian di sebuah pusat vaksinasi Covid-19.

Menyadur World Of Buzz Selasa (20/7/2021), sebuah video beredar melalui aplikasi WhatsApp yang memperlihatkan sekelompok orang tengah berpesta durian.

Diyakini insiden tersebut terjadi di Dewan Jubli Intan Sultan Ibrahim yang terletak di Johor Bahru. Tempat tersebut telah menjadi pusat (PPV) sejak 20 Juni.

Astro Awani mewartakan Kepala Polisi Johor Bahru Selatan ACP Mohd Padzli Mohd Zain mengatakan pihaknya menerima laporan adanya pelanggaran prosedur operasi standar (SOP) pada Minggu (18/7).

Baca Juga: Hari Raya Idul Adha, Diberlakukan Pengendalian Pemudik di Jembatan Suramadu

"Kami telah menerima laporan tentang video viral yang menunjukkan sekelompok orang berkumpul," kata Mohd Padzli.

"Polisi sedang mengidentifikasi apakah petugas di PPV terlibat dalam video tersebut dan penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung." sambungnya.

Sementara itu, dia menambahkan, kasus tersebut akan diselidiki berdasarkan Peraturan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular 2021.

Pada Selasa (13/7), sebuah pusat vaksinasi di kota Shah Alam ditutup setelah 204 stafnya dinyatakan positif terpapar Covid-19.

Selain itu, 453 relawan juga dinyatakan positif Covid-19. Mereka yang terpapar dilaporkan memiliki viral load (banyak virus dalam darah), yang rendah dan tidak bergejala serius.

Baca Juga: Menohok! dr Tirta Stop Ocehan Ade Armando Soal Kematian Pasien Covid-19

Sebagian besar petugas yang terpapar tersebut juga dilaporkan sudah menerima vaksin, namun belum jelas menggunakan vaksin apa.

Malaysia pada hari Jumat (16/7) melaporkan 12.541 kasus Covid-19 baru, sehingga total infeksi menjadi 893.323, termasuk 6.728 kematian.

Selain melakukan pembatasan, Malaysia juga menggencarkan program vaksinasi kepada warganya, bahkan merencanakan untuk menggelar vaksin berbayar.

Menteri Sains Malaysia Khairy Jamaluddin mengatakan bahwa Malaysia akan segera mengizinkan penjualan vaksin Covid-19 Sinopharm dan Sinovac secara komersial.

Malaysia dilaporkan akan menjual vaksin Sinopharm kepada warganya setelah disetujui pemakaiannya pada hari Jumat (16/7). Selain itu ada vaksin Sinovac yang akan dijual mulai 1 Agustus.

Komentar