Laporan AS Tentang Wuhan Bocor, Sebut Covid-19 Sudah Ada Sejak September

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Selasa, 03 Agustus 2021 | 20:28 WIB
Laporan AS Tentang Wuhan Bocor, Sebut Covid-19 Sudah Ada Sejak September
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Michael McCaul politikus Partai Republik di Amerika Serikat membocorkan hasil penyelidikan Komite Urusan Luar Negeri DPR, tentang asal-usul covid-19 di Tiongkok.

Menyadur Fox News Selasa (3/8/2021), ia mengatakan Partai Komunis Tiongkok terlibat dalam "penutupan terbesar di sejarah manusia."

"Mereka bermain api," kata McCaul. "Mereka memanipulasi secara genetik di lab untuk mendapatkan fungsi yang sedang berlangsung saat ini."

Banyak poin kunci dari laporan itu yang mengindikasikan covid-19 telah beredar di China pada awal September, jauh sebelum laporan resmi kasus pertama yang diumumkan.

Pada bulan September, pangkalan data sekuensing genetik laboratorium Wuhan diambil offline di tengah malam, yang menurut McCaul, menunjukkan upaya untuk "menyembunyikan atau menutupi" sesuatu yang signifikan.

Laboratorium P4 di Wuhan, China. [Hector RETAMAL/AFP]
Laboratorium P4 di Wuhan, China. [Hector RETAMAL/AFP]

Citra satelit dari sekitar waktu yang sama menunjukkan peningkatan aktivitas di rumah sakit dekat laboratorium Wuhan, kata McCaul.

Wuhan National Biosafety Lab juga meminta renovasi besar-besaran pada sistem udara dan pengolahan limbah di fasilitas mereka yang telah beroperasi sekitar dua tahun, menurut laporan yang diperoleh Fox News.

Selain itu, McCaul merujuk pada World Military Games pada Oktober 2019, di mana dia mengatakan 9 ribu orang memasuki negara itu.

Menurut data Komite Urusan Luar Negeri, beberapa kembali ke negara asal mereka dengan gejala mirip flu. Wall Street Journal melaporkan McCaul menuntut peneliti top yang terlibat dengan lab Wuhan untuk diberi sanksi.

baca juga

Ia menyebut Peter Daszak dengan organisasinya, EcoHealth Alliance yang berbasis di New York mengirim USD 3,4 juta dalam bentuk hibah National Institutes of Health ke lab Wuhan antara 2014 dan 2019.

"Saya percaya bahwa Peter Daszak perlu bersaksi di depan Kongres tentang apa yang sedang terjadi," kata McCaul.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Covid-19 Kembali Muncul di Wuhan, Semua Warganya akan Dites

Kasus Covid-19 Kembali Muncul di Wuhan, Semua Warganya akan Dites

News | Selasa, 03 Agustus 2021 | 18:44 WIB

Wuhan Kembali Laporkan temuan Virus Corona Baru, Pemerintah gelar tes PCR Massal

Wuhan Kembali Laporkan temuan Virus Corona Baru, Pemerintah gelar tes PCR Massal

Batam | Selasa, 03 Agustus 2021 | 16:56 WIB

Setahun Bebas Covid-19, Kota Wuhan Kini Dilanda Virus Corona Varian Delta

Setahun Bebas Covid-19, Kota Wuhan Kini Dilanda Virus Corona Varian Delta

News | Selasa, 03 Agustus 2021 | 07:17 WIB

Terkini

Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal

Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal

News | Senin, 06 Juli 2026 | 22:15 WIB

WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta

WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:40 WIB

Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?

Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:35 WIB

Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang

Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang

News | Senin, 06 Juli 2026 | 21:27 WIB

Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan

Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:57 WIB

Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!

Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:55 WIB

Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite

Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:48 WIB

Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan

Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 20:42 WIB

Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan

Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:58 WIB

Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM

Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM

News | Senin, 06 Juli 2026 | 19:42 WIB

×