alexametrics

MIPI Angkat Webinar Inovasi Pengentasan Kemiskinan Bidang Pertanian dan Peternakan

Fabiola Febrinastri
MIPI Angkat Webinar Inovasi Pengentasan Kemiskinan Bidang Pertanian dan Peternakan
“Inovasi Pemberdayaan dan Pengentasan Kemiskinan di Bidang Pertanian dan Peternakan di Masa Pandemi Covid-19”. (Dok: Kemendagri)

Pemerintahan yang baik adalah pemerintahan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Suara.com - Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI) menggelar webinar edisi Sabtu (11/9/2021), dengan “Inovasi Pemberdayaan dan Pengentasan Kemiskinan di Bidang Pertanian dan Peternakan di Masa Pandemi Covid-19”. MIPI menghadirkan narasumber utama, yakni Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo untuk mengupas peran pertanian pada masa pandemi.

Dalam sambutannya, Ketua Umum MIPI, Bahtiar mengatakan, di tengah banyaknya teori dan konsep tentang pemberdayaan dan pengentasan kemiskinan, belum ada variabel pandemi yang diteliti. Referensi pun belum cukup ada sehingga para ilmuwan perlu memasukkan variabel pandemi tersebut.

“Hampir seluruh konsep pemberdayaan yang dibangun hari ini, yang tersedia itu tidak pernah dikaji, diteliti, diriset dalam kondisi pandemi, karena kan pandemi ini baru pertama kali di seluruh dunia,” katanya.

Padahal menurutnya, bidang pertanian dan peternakan menjadi unggulan dalam kondisi Covid-19 seperti sekarang ini. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi triwulan I tahun 2021 bidang pertanian naik 2,95 persen.

Baca Juga: Kemendagri Minta Pemda Atensi Penyesuaian Budaya Kerja

“Justru bidang pertanian-perternakan di bidang pangan, ini justru yang menjadi unggulan utama di tengah tidak terlalu baiknya dampak ekonomi nasional maupun lokal akibat pandemi Covid-19,” tambahnya.

Sementara itu dalam pemaparannya, Syahrul mengungkapkan, pemerintahan yang baik adalah pemerintahan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Di masa pandemi Covid-19 ini pangan di bidang pertanian dan peternakan menjadi kebutuhan utama yang tumbuh dengan pesat.

"Pertanian adalah salah satu solusi, di Covid-19 ini pertanian tumbuh luar biasa," tutur Syahrul.

Hal ini didukung dengan kondisi geografi Indonesia yang terletak di daerah tropis, di mana pemenuhan kebutuhan akan matahari, angin, dan air melimpah. Potensi tersebut bisa dikembangkan untuk meningkatkan kekuatan bangsa. Di sisi lain pertanian juga bisa membuka lapangan kerja, menjadi pilar pembangunan daerah, dan mengatasi masalah nutrisi pada masyarakat.

“Karena pertanian itu masif, oleh karena itu kalau kita urus pertanian, berarti solusi lapangan kerja kita temukan dalam kondisi apa pun. Kemudian kalau begitu selain pertanian lapangan kerja, pertanian adalah juga tempat makan, bisa memperkuat ekonomi dasar sebuah bangsa,” jelasnya.

Baca Juga: Kemendagri Minta Pemda Lelang Pengadaan Barang dan Jasa di Awal Tahun

“IBI Kosgoro 1957 telah menetapkan kewirausahaan sebagai corenya, saya sangat setuju, dengan demikian maka ini menghasilkan lulusan-lulusan para mahasiswa yang menjadi job creator, penyedia lapangan kerja. Kita tidak ingin lulusan IBI Kosgoro 1957 menjadi job seaker, kesana kemari bergantung pada orang lain,” harapnya.

Sementara itu, Menpora Zainudin Amali, yang turut hadir menilai, mahasiswa yang kuliah di IBI Kosgoro 1957 sudah memilih kampus yang tepat. Karena tidak semua kampus membekali mahasisiwanya dengan pengetahuan kewirausahaan.

“Anda tidak salah pilih, anda berada di tempat yang benar dan anda berada di tempat yang tepat,” katanya.

Namun begitu, Amali mengingatkan mereka untuk terus belajar dan meningkatkan keterampilan, sebab tidak cukup hanya dengan perkuliahan saja. Namun harus dibarengi dengan peningkatan keterampilan kewirausahaan.

Ia berpesan kepada mahasiswa baru yang mengikuti PKKMB untuk memanfaatkan PPKMB ini dengan sebaik-baiknya sehingga dapat lebih mengenal kampus dan proses akademik.

“Kalau anda tidak menyiapkan diri, itu terasa berat berkuliah. Tetapi kalau anda menyiapkan diri dan memanfaatkan PKKMB ini, maka mudah-mudahan anda tidak akan lama-lama disitu dan targetkan 3 tahun atau berapa semester berada di situ. Saya berharap anda akan bisa cepat selesai dan tentu anda punya bekal akademik dan punya bekal kemampuan kewirausahaan,” tutupnya.

Sementara itu, Rektor IBI Kosgoro 1957, Dr. Haswan Yunaz mengapresiasi dan menyampaikan ucapan terimkasih atas kehadiran dan waktu Menpora Amali dalam PKKMB perguruan tinggi yang dipimpinnya.

Selain itu, dia berkomitmen untuk mendukung program Kemenpora untuk melahirkan wirausahawan muda di Indonesia.

"Kami mendukung program bapak menteri bagaimana melahirkan wirausaha baru yang dibutuhkan untuk pembangunan nasional. Kami mengucapkan terimkasih kepada pak menteri yang telah berhasil menggelorakan kembali semangat generasi muda Indonesia. Tidak hanya di bidang wirausaha, di bidang peran pemuda. Tetapi juga berhasil menggelorakan semangat berolahraga dan prestasi,” ucapnya.

Komentar