Daftar Hitam Facebook Bocor, Ternyata 4 Kelompok Terafiliasi Teroris Ini Ada di Indonesia

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Rabu, 13 Oktober 2021 | 19:24 WIB
Daftar Hitam Facebook Bocor, Ternyata 4 Kelompok Terafiliasi Teroris Ini Ada di Indonesia
Bendera Al Qaeda. [Shutterstock]

Suara.com - Facebook mengeluarkan daftar hitam terbaru yang mengungkap kelompok dan individu yang dianggap berkaitan dengan teroris.

Daftar tersebut dikeluarkan Facebook untuk memberitahu penggunanya agar berhati-hati dengan konten yang disebarkan oleh akun tersebut.

Ada 21 nama yang berasal dari Indonesia masuk dalam daftar hitam yang diterbitkan oleh The Intercept, media asal Amerika Serikat.

"Intercept menerbitkan daftar tersebut karena kekhawatiran publik tentang bias dalam moderasi Facebook sehingga pembaca dapat menarik kesimpulan mereka sendiri tentang kualitas moderasi tersebut," tulis The Intercept.

Media AS tersebut juga menjelaskan jika daftar hitam itu sudah diperbaharui kejelasannya dan menampilkan afiliasi dari kelompok atau individu.

"Informasi yang terkandung dalam daftar, termasuk aktivitas yang diklaim, penunjukan, dan afiliasi dari orang dan grup yang disebutkan, berasal dari Facebook, bukan The Intercept," jelasnya.

Berdasarkan pantauan Suara.com, ada empat nama yang ternyata disebutkan terafiliasi dengan kelompok teroris seperti Al Qaeda dan Islamic State.

Mereka adalah Hilal Ahmar Society Indonesia dan Bayyinah Media yang disebutkan sebagai kelompok teror dan terafiliasi dengan Al Qaeda.

Seperti diketahui, Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI) masuk dalam jaringan kelompok teror dan asetnya sudah dibekukan oleh pemerintah pada tahun 2015.

HASI dibekukan setelah Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi 1267 yang menyebut jika negara diminta membekukan 330 aset terduga teroris. Salah satu yang ada di Indonesia saat itu adalah HASI.

HASI juga diduga sebagai organisasi sayap Jamaah Islamiyah dan beroperasi di Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, dan Makassar.

Selain itu, dalam daftar hitam tersebut ada dua kelompok di Indonesia yang terafiliasi dengan Islamic State yakni Mujahidin Indonesia Barat dan Mujahidin Indonesia Timur.

Diketahui bahwa kedua kelompok tersebut merupakan gerilyawan teroris paling dicari di Indonesia, salah satunya Mujahidin Indonesia Timur atau MIT.

Mujahidin Indonesia Timur adalah sebuah kelompok militan yang berjanji setia kepada Negara Islam pada tahun 2014.

Mujahidin Indonesia Timur telah mengaku bertanggung jawab atas beberapa pembunuhan terhadap petugas polisi dan minoritas Kristen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

FPI Dicap Facebook Penyebar Kebencian, Slamet Maarif: Berarti Dibenci Rezim Jokowi Ya?

FPI Dicap Facebook Penyebar Kebencian, Slamet Maarif: Berarti Dibenci Rezim Jokowi Ya?

News | Rabu, 13 Oktober 2021 | 19:00 WIB

Orang dan Organisasi Indonesia di Daftar Hitam Facebook, Ada FPI dan Rizieq Shihab

Orang dan Organisasi Indonesia di Daftar Hitam Facebook, Ada FPI dan Rizieq Shihab

Tekno | Rabu, 13 Oktober 2021 | 18:36 WIB

Bocor! FPI Masuk Daftar Organisasi Hitam di Facebook, Termasuk Habib Rizieq

Bocor! FPI Masuk Daftar Organisasi Hitam di Facebook, Termasuk Habib Rizieq

Sumbar | Rabu, 13 Oktober 2021 | 18:30 WIB

Terkini

Tambora Masuk Daftar RW Kumuh Jakarta, Pramono Akan Siapkan Pembenahan Besar-Besaran

Tambora Masuk Daftar RW Kumuh Jakarta, Pramono Akan Siapkan Pembenahan Besar-Besaran

News | Senin, 11 Mei 2026 | 07:43 WIB

Dokumen UFO Cuma Pengalihan Isu, Publik Diminta Jangan Percaya Omong Kosong Trump

Dokumen UFO Cuma Pengalihan Isu, Publik Diminta Jangan Percaya Omong Kosong Trump

News | Senin, 11 Mei 2026 | 07:24 WIB

Jakarta Percantik Rasuna Said Jelang HUT ke-499, Target Jadi Wajah Kota Global

Jakarta Percantik Rasuna Said Jelang HUT ke-499, Target Jadi Wajah Kota Global

News | Senin, 11 Mei 2026 | 07:18 WIB

Isu Menko Mengeluh Ada 'Dinding Pemisah' dengan Presiden, Amien Rais Beri Kode

Isu Menko Mengeluh Ada 'Dinding Pemisah' dengan Presiden, Amien Rais Beri Kode

News | Senin, 11 Mei 2026 | 07:13 WIB

Dokumen UFO AS Bongkar Objek Misterius Berputar Spiral Pada Ketinggian 41 Ribu Kaki di Asia

Dokumen UFO AS Bongkar Objek Misterius Berputar Spiral Pada Ketinggian 41 Ribu Kaki di Asia

News | Senin, 11 Mei 2026 | 07:12 WIB

Dokumen UFO AS Bongkar Dugaan Kebohongan Rusia 25 Tahun Lalu, Apa Itu?

Dokumen UFO AS Bongkar Dugaan Kebohongan Rusia 25 Tahun Lalu, Apa Itu?

News | Senin, 11 Mei 2026 | 06:57 WIB

Ngeri! Calon Saksi di PN Jakarta Barat Dikejar dan Dianiaya, Videonya Viral di Medsos!

Ngeri! Calon Saksi di PN Jakarta Barat Dikejar dan Dianiaya, Videonya Viral di Medsos!

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 21:35 WIB

Jadi Mobil Prabowo Selama KTT di Filipina, Maung Garuda Ternyata Diterbangkan Pakai Airbus TNI AU

Jadi Mobil Prabowo Selama KTT di Filipina, Maung Garuda Ternyata Diterbangkan Pakai Airbus TNI AU

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 21:00 WIB

Nyempil di Antara 320 WNA, Satu WNI 'Alumni' Kamboja Jadi CS Judi Online Markas Hayam Wuruk!

Nyempil di Antara 320 WNA, Satu WNI 'Alumni' Kamboja Jadi CS Judi Online Markas Hayam Wuruk!

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 20:01 WIB

Hercules Semprot Amien Rais soal Prabowo-Teddy: Jangan Bicara Kayak Preman Pasar!

Hercules Semprot Amien Rais soal Prabowo-Teddy: Jangan Bicara Kayak Preman Pasar!

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:35 WIB