Moeldoko Beberkan Komitmen Indonesia untuk Mencapai Nol Emisi Karbon

Rizki Nurmansyah, Ummi Hadyah Saleh

Rabu, 27 Oktober 2021 | 19:48 WIB
Moeldoko Beberkan Komitmen Indonesia untuk Mencapai Nol Emisi Karbon
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko dalam wawancara khusus dengan Suara.com di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan. [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan komitmen pemerintah Indonesia sangat tinggi dalam menyikapi isu global perubahan iklim. Bangsa Indonesia, kata Moeldoko, menyadari bahwa Indonesia menjadi paru-paru dunia.

"Komitmen pemerintah Indonesia dalam isu global, perubahan climate change ini sungguh luar biasa ya, komitmennya tinggi. Karena bagi bangsa Indonesia, sangat menyadari bahwa Indonesia menjadi paru paru dunia. Kita negara kepulauan yang besar memiliki hutan yang cukup luas, sehingga menjadi stok karbon dunia juga ini sebuah kekuatan yang kita miliki," ujar Moeldoko dalam wawancara khusus dengan Suara.com di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan.

Karena itu, Moeldoko mengatakan, keberlanjutan tersebut harus terjaga dengan baik. Maka itu harus ada instrumen yang mengaturnya seperti yang tercantum di dalam UU 1945.

"Agar terjaga dengan baik, maka harus ada sebuah instrumen yang mengaturnya. Kalau kita melihat instrumen itu, ada dalam konstitusi di dalam UUD 1945. Sangat jelas itu, pada Pasal 28 H, di mana mengenai hak warga negara untuk memperoleh lingkungan hidup yang baik. Dan Pasal 33 lebih tegas lagi, bahwa kekayaan alam nasional yang harus dikelola secara lestari dan suistanable, ini sebuah direction yang sangat clear dalam konstitusi kita," tutur dia.

Selain itu, Pemerintah Indonesia, kata Moeldoko, juga meratifikasi Perjanjian Paris (Paris Agreement) di New York pada 22 April 2016 dan telah menetapkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2016 tentang Pengesahan paris Agreement to the United Nations Framework Convention on Climate Change (Persetujuan Paris atas Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai perubahan Iklim).

Pembangunan emisi rendah, lanjut Moeldoko, juga dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

"Berikutnya diratifikasi Paris Aggrement di dalam COP 21, ke dalam UU 16 2016 ini juga. RPJMN 2020 -2024 memasukkan pembangunan rendah emisi atau rendah karbon, distu juga ditegaskan lagi. Dari kondisi itu, komitmen kita sangat kuat dari sisi instrumennya," ucap dia.

Dari sisi implementasi, Moeldoko menuturkan, Badan Restorasi Gambut juga terus bekerja keras untuk melakukan percepatan di restorasi gambut. Kemudian juga merehabilitasi mangrove yang ditargetkan 600 hektar pada 2024 sebagai komitmen Indonesia dalam upaya mengatasi perubahan iklim.

"Ini langkah-langkah nyata dari sisi instrumennya dari sisi konstitusi atau dari sisi UU yang diatur. Ini menurut saya, komitmen Indonesia dalam ikut terlibat secara aktif atas isu global yaitu climate change sangat tinggi," ucap dia.

baca juga

Kendati demikian, kata Moeldoko, pemerintah harus menggunakan strategi jangka panjang untuk pembangunan rendah karbon. Pasalnya, perlu ada kesadaran bersama dalam mencapai target nol emisi karbon.

"Memang ini sebuah persoalan yang perlu adanya kesadaran bersama. Karena tidak bisa seperti membalikkan sebuah tangan begitu, maka upaya-upaya itu harus dirintis. Intinya ada target-target yang kita harus lakukan," tuturnya.

Tak hanya itu, Moeldoko menegaskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki komitmen bahwa Indonesia mencapai net zero emission atau nol emisi karbon pada tahun 2060. Ia meyakini dengan komitmen dan keseriusan pemerintah, target nol emisi karbon segera teralisasi.

"Persiden Joko Widodo berkomitmen untuk menuju kepada karbon netral itu projectionnya adalah menuju kepada 2060 dan komitmen itu bisa dilihat dari keseriusan, pasti bisa, bisa kita lebih kurang dari 2060 bisa terealisasi," kata dia.

Untuk menuju target net zero karbon di tahun 2060, Moeldoko menuturkan pemerintah tak bisa bekerja sendiri. Melainkan perlu ada kesadaran semua pihak dalam upaya menangani perubahan iklim.

"Untuk menuju ke sana (target net zero karbon 2060) tadi perlu kerjasama, sekali lagi tidak bisa hanya pemerintah. Tapi ada sebuah kesadaran bersama menuju kepada kondisi yang semakin awarneess atas perubahan atau climate change. Ini perlu sosialisasi," ucap Moeldoko.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

MBG dan Hak Publik untuk Mengawasi Setiap Rupiah Uang Negara

MBG dan Hak Publik untuk Mengawasi Setiap Rupiah Uang Negara

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Rocky Gerung Masuk Istana: Pengkritik Kekuasaan yang Kini Menjadi Penasihat Presiden

Rocky Gerung Masuk Istana: Pengkritik Kekuasaan yang Kini Menjadi Penasihat Presiden

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Pemerintah Tidak Harus Menghabiskan Semua Anggaran untuk Disebut Bekerja

Pemerintah Tidak Harus Menghabiskan Semua Anggaran untuk Disebut Bekerja

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Otonomi Daerah Makin Sempit, Wacana Kembali ke Sistem Federasi Mengemuka

Otonomi Daerah Makin Sempit, Wacana Kembali ke Sistem Federasi Mengemuka

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Stok Beras Bulog 4,5 Juta Ton, Aman untuk Nataru hingga Ramadan

Stok Beras Bulog 4,5 Juta Ton, Aman untuk Nataru hingga Ramadan

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 19:41 WIB

Reshuffle Menteri Keuangan: Ketika Ambisi Politik Membebani APBN

Reshuffle Menteri Keuangan: Ketika Ambisi Politik Membebani APBN

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Jangan Terus Membuat Aturan Baru Jika Aturan Lama Saja Tak Dijalankan

Jangan Terus Membuat Aturan Baru Jika Aturan Lama Saja Tak Dijalankan

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:20 WIB

Program Pemerintah Harus Punya Umur Panjang, Bukan Sekadar Anggaran Panjang

Program Pemerintah Harus Punya Umur Panjang, Bukan Sekadar Anggaran Panjang

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Uang Negara Bukan Cek Kosong: Pelajaran dari Putusan MK soal APBN

Uang Negara Bukan Cek Kosong: Pelajaran dari Putusan MK soal APBN

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 17:32 WIB

Target 48 Juta Keluarga Terdaftar Perlinsos Digital, Pemerintah Butuh 2,4 Juta Agen

Target 48 Juta Keluarga Terdaftar Perlinsos Digital, Pemerintah Butuh 2,4 Juta Agen

News | Rabu, 30 September 2026 | 16:35 WIB

Terkini

Jasad Pria Ditemukan Mengapung di Teluk Popoh, Polisi Telusuri Petunjuk Tas Berisi Identitas

Jasad Pria Ditemukan Mengapung di Teluk Popoh, Polisi Telusuri Petunjuk Tas Berisi Identitas

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 20:28 WIB

Kabut Asap Palembang, Pesawat dari Malaysia Gagal Mendarat hingga Penumpang Rekam Momen Putar Balik

Kabut Asap Palembang, Pesawat dari Malaysia Gagal Mendarat hingga Penumpang Rekam Momen Putar Balik

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Tangis Mahathir Mohamad Pecah di Pusara Siti Hasmah, Kenangan 70 Tahun Bersama Berakhir Pilu

Tangis Mahathir Mohamad Pecah di Pusara Siti Hasmah, Kenangan 70 Tahun Bersama Berakhir Pilu

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Asap Karhutla Mengepung Palembang, Keluhan Pernapasan Memburuk pada Pasien Rentan

Asap Karhutla Mengepung Palembang, Keluhan Pernapasan Memburuk pada Pasien Rentan

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:55 WIB

Feng Shui Arah Rumah Berdasarkan Tanggal Lahir, Begini Cara Menghitungnya

Feng Shui Arah Rumah Berdasarkan Tanggal Lahir, Begini Cara Menghitungnya

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:51 WIB

Lagu 'Bahagia Lagi' Mengingatkan bahwa Gagal Tak Berarti Kehilangan Harapan

Lagu 'Bahagia Lagi' Mengingatkan bahwa Gagal Tak Berarti Kehilangan Harapan

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:50 WIB

4 Bedak Tabur Waterproof yang Tidak Mudah Luntur Saat Hujan

4 Bedak Tabur Waterproof yang Tidak Mudah Luntur Saat Hujan

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Rocky Gerung Jadi Wantimpres, Masihkah Ia Seorang Pengkritik Kekuasaan?

Rocky Gerung Jadi Wantimpres, Masihkah Ia Seorang Pengkritik Kekuasaan?

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:15 WIB

6 Urutan Zodiak dari yang Paling Dewasa sampai Paling Childish Saat Pacaran

6 Urutan Zodiak dari yang Paling Dewasa sampai Paling Childish Saat Pacaran

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:13 WIB

WiFi Publik Apakah Aman? Ini Cara Mengaktifkan Privasi Agar Tak Dipantau

WiFi Publik Apakah Aman? Ini Cara Mengaktifkan Privasi Agar Tak Dipantau

Tekno | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:13 WIB

×