Sudah Sebulan Banjir di Sintang Masih 3 Meter, Listrik Padam, Ratusan Ribu Warga Mengungsi

Agung Sandy Lesmana | Stephanus Aranditio | Suara.com

Selasa, 16 November 2021 | 12:23 WIB
Sudah Sebulan Banjir di Sintang Masih 3 Meter, Listrik Padam, Ratusan Ribu Warga Mengungsi
Sudah Sebulan Banjir di Sintang Masih 3 Meter, Listrik Padam, Ratusan Ribu Warga Mengungsi. Warga mengapungkan mobil akibat Banjir Sintang, menggunakan drum untuk dipindahkan ke tempat yang aman. [Rai Pratiwi untuk SuaraKalbar.id]

Suara.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang mencatat tinggi muka air banjir masih berkisar antara 1-3 meter, kondisi ini sudah berlangsung hampir sebulan.

BPBD menyebut tinggi muka air berangsur surut hingga 50 cm di beberapa lokasi, namun masih tinggi di Kecamatan Kayan Hilir dan Sintang.

"Dua wilayah tersebut termasuk dari tiga wilayah yang terdampak paling tinggi banjir di Kabupaten Sintang," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Selasa (16/11/2021).

Data per hari ini, Selasa (16/11), jumlah warga terdampak mencapai 35.807 KK atau 124.497 jiwa, sedangkan mereka yang mengungsi berjumlah 7.545 KK atau 25.884 jiwa.

Warga yang mengungsi tersebar di 32 pos pengungsian dengan 36 dapur umum di 12 kecamatan yang terdampak banjir.

BNPB mengimbau warga untuk selalu menerapkan protokol kesehatan di saat darurat, seperti saat proses evakuasi maupun di posko pengungsian.

Selain itu, banjir juga menyebabkan 77 gardu PLN sempat mengalami gangguan, 16 gardu sudah berfungsi normal, sedangkan 61 lainnya masih padam.

"Pihak PLN terus melakukan perbaikan di lapangan dengan memperhatikan faktor keselamatan petugas," tuturnya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan, wilayah Kabupaten Sintang masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang.

"Menyikapi potensi hujan, pemerintah daerah dan masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siap siaga, khususnya menghadapi bahaya banjir susulan," ucapnya.

Diketahui, banjir di Kabupaten Sintang ini terjadi sejak 21 Oktober 2021 lalu akibat hujan ekstrem mengguyur sehingga debit air Sungai Kapuas dan Melawi meluap.

Tak hanya itu, pada bagian hilir, pasang laut terjadi sehingga aliran sungai terhambat dan banjir bertahan hingga kini.

Kedua belas wilayah administrasi terdampak yaitu Kecamatan Kayan Hulu, Kayan Hilir, Sintang, Binjai Hulu, Tempunak, Kelam Permai, Sei Tebelian, Ketungau Hilir, Sepauk, Dedai, Serawai dan Ambalau.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tarik Ulur Pembangunan Rumah Terdampak Banjir Bandang Kota Batu

Tarik Ulur Pembangunan Rumah Terdampak Banjir Bandang Kota Batu

Malang | Selasa, 16 November 2021 | 08:34 WIB

Jalan Putus Akibat Banjr di Jembrana Bali, Anak Sekolah Susuri Pinggir Sungai

Jalan Putus Akibat Banjr di Jembrana Bali, Anak Sekolah Susuri Pinggir Sungai

Bali | Selasa, 16 November 2021 | 08:31 WIB

Top 5 SuaraJakarta: Jokowi Tantang Sean Gelael Balap di Formula E, UMP DKI Tertinggi

Top 5 SuaraJakarta: Jokowi Tantang Sean Gelael Balap di Formula E, UMP DKI Tertinggi

Jakarta | Selasa, 16 November 2021 | 07:05 WIB

Gerakan Menabung Air Bantu Cegah Bencana Hidrologi dan Krisis Air

Gerakan Menabung Air Bantu Cegah Bencana Hidrologi dan Krisis Air

Video | Selasa, 16 November 2021 | 09:00 WIB

Terkini

'Pesta Babi' Ungkap Realitas Kelam, Kader PDIP: Jika Film Itu Tidak Bagus, Sediakan Ruang Debat

'Pesta Babi' Ungkap Realitas Kelam, Kader PDIP: Jika Film Itu Tidak Bagus, Sediakan Ruang Debat

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:25 WIB

Mengapa Aparat Takut dengan Film 'Pesta Babi? Dokumenter yang Menguak Sisi Gelap Proyek di Papua

Mengapa Aparat Takut dengan Film 'Pesta Babi? Dokumenter yang Menguak Sisi Gelap Proyek di Papua

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:22 WIB

Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel

Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 21:45 WIB

Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?

Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 21:15 WIB

Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG

Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 20:14 WIB

Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?

Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:44 WIB

Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!

Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:36 WIB

Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga

Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:29 WIB

Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara

Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:21 WIB

Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu

Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:06 WIB