Rusia Ledakkan Satelit di Luar Angkasa, 7 Astronot Langsung Berlindung Selamatkan Diri

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Kamis, 18 November 2021 | 13:37 WIB
Rusia Ledakkan Satelit di Luar Angkasa, 7 Astronot Langsung Berlindung Selamatkan Diri
Ilustrasi satelit. [shutterstock]

Suara.com - Ketika Rusia meledakkan satelit, tujuh astronot yang sedang bertugas dilaporkan langsung berlindung agar tak terkena serpihan sampah luar angkasa.

Menyadur Bring Me The News Kamis (18/11/2021), Mark Vande Hei termasuk di antara tujuh astronot yang harus berlindung di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

“Sebelumnya hari ini, karena puing-puing yang dihasilkan oleh uji Rusak Anti-Satelit (ASAT) yang merusak, astronot dan kosmonot ISS melakukan prosedur darurat untuk keselamatan,” ujar Administrator NASA Bill Nelson.

7 astronot itu adalah Vande Hei bersama dengan tiga astronot AS lainnya, seorang astronot Jerman dan dua kosmonot Rusia.

Mereka diperintahkan berlindung ketika ISS melewati bidang puing-puing yang disebabkan oleh satelit era Soviet yang meledak, yang dihancurkan oleh rudal yang diluncurkan dari Bumi.

Seorang astronot dari tim Eropa dan Israel berjalan dengan pakaian luar angkasa selama misi pelatihan untuk planet Mars di sebuah situs yang mensimulasikan stasiun di luar lokasi di Kawah Ramon, Mitzpe Ramon, Gurun Negev, Israel, pada (10/10/2021). [JACK GUEZ / AFP]
(ILustrasi) Seorang astronot dari tim Eropa dan Israel berjalan dengan pakaian luar angkasa selama misi pelatihan untuk planet Mars di sebuah situs yang mensimulasikan stasiun di luar lokasi di Kawah Ramon, Mitzpe Ramon, Gurun Negev, Israel, pada (10/10/2021). [JACK GUEZ / AFP]

"NASA akan terus memantau puing-puing dalam beberapa hari mendatang dan seterusnya untuk memastikan keselamatan kru kami di orbit," kata Nelson, mencatat bahwa ISS melewati atau dekat awan puing setiap 90 menit.

Menurut NASA, kru dibangunkan dan diperintahkan untuk menutup palka ke modul radial di pesawat ruang angkasa dan kemudian berlindung selama melewati puing-puing kedua dan ketiga.

Badan antariksa Rusia Roscosmos mentweet bahwa kru ISS tidak lagi dalam bahaya.

"Orbit objek, yang memaksa kru hari ini untuk pindah ke pesawat ruang angkasa sesuai prosedur standar, telah menjauh dari orbit ISS," cuit Roscosmos. "Stasiunnya berada di zona hijau."

Namun, menurut Komando Luar Angkasa AS, uji anti-satelit menghasilkan lebih dari 1.500 keping puing orbit yang dapat dilacak yang akan menciptakan ratusan ribu keping puing yang lebih kecil yang akan terus mengorbit Bumi.

"Itu akan terus menimbulkan ancaman bagi kegiatan di luar angkasa selama bertahun-tahun yang akan datang, menempatkan satelit dan misi luar angkasa sebagai risiko, serta memaksa lebih banyak manuver penghindaran tabrakan."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AS Sebut Uji Coba Rusia Bisa Mengancam Nyawa Astronot di ISS

AS Sebut Uji Coba Rusia Bisa Mengancam Nyawa Astronot di ISS

Tekno | Selasa, 16 November 2021 | 07:33 WIB

NASA Lacak Asteroid Besar Sebesar Gedung Sedang Menuju Bumi di Pertengahan Desember

NASA Lacak Asteroid Besar Sebesar Gedung Sedang Menuju Bumi di Pertengahan Desember

Bali | Senin, 15 November 2021 | 08:17 WIB

NASA Tunda Pendaratan Manusia di Bulan hingga 2025

NASA Tunda Pendaratan Manusia di Bulan hingga 2025

Tekno | Rabu, 10 November 2021 | 14:05 WIB

Terkini

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:48 WIB

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:38 WIB

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:34 WIB

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:30 WIB

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:26 WIB

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:21 WIB

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:59 WIB

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:19 WIB

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:58 WIB

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:30 WIB