facebook

Bersiap Hadapi Lonjakan Covid-19 saat Natal, Eropa kembali Berlakukan Pembatasan Ketat

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus
Bersiap Hadapi Lonjakan Covid-19 saat Natal, Eropa kembali Berlakukan Pembatasan Ketat
Ilustrasi bendera Jerman.[Unsplash/Bram]

erman, Austria, dan Slovakia telah menerapkan kembali pembatasan ketat.

Suara.com - Sejumlah negara di benua Eropa kembali memberlakukan pembatasan Covid-19 menjelang libur natal dan tahun baru dan bersiap mengatasi gelombang keempat.

Menyadur Sky News Jumat (19/11/2021), Jerman, Austria, dan Slovakia telah menerapkan kembali pembatasan menjelang hari libur hari raya Natal.

Pada hari Kamis, Kanselir Jerman Angela Merkel mengumumkan pembatasan publik bagi mereka yang belum disuntik vaksin Covid-19.

Pembatasan tersebut berlaku di daerah-daerah di mana rumah sakit penuh dengan sangat cepat oleh pasien virus corona.

Baca Juga: Cegah Kenaikan Kasus Covid-19 Saat Nataru, Mobilitas Wajib Diturunkan 40 Persen

Yunani juga telah memberlakukan pembatasan ketat kepada warganya yang belum disuntik vaksin Covid-19, menyusul lonjakan kasus baru-baru ini.

Pemerintah Yunani melarang fasilitas umum di dalam ruangan, seperti bioskop, museum, dan pusat kebugaran untuk buka.

Tingkat kematian yang terkait dengan virus telah mencapai level tertinggi dalam enam bulan, karena sekitar sepertiga penduduk Yunani belum divaksinasi.

Selain itu, Austria juga telah memberlakukan penguncian ketat, terutama di dua negara bagian yakni Salzburg dan Austria Atas.

Pemerintah Austria kembali menutup sekolah dan menerapkan jam malam, serta mulai memberlakukan penguncian penuh mulai minggu depan.

Baca Juga: 5 Fakta Covovax, Vaksin Covid-19 Made In India yang Dapat Izin Guna dari Badan POM

Pemerintah Austria hanya akan mengizinkan perjalanan ke dan dari tempat kerja, membeli barang-barang penting, dan meninggalkan rumah untuk berolahraga.

Pada hari Kamis, ratusan orang melakukan aksi protes di luar Kedutaan Besar Austria di Paris, khawatir Prancis akan mengikutinya.

Namun, Presiden Emmanuel Macron mengatakan dia tidak akan memberlakukan penguncian pada orang yang tidak divaksinasi.

Macron mengatakan keberhasilan kartu kesehatan negara telah mengekang penyebaran virus Covid-19.

"Negara-negara yang mengunci yang tidak divaksinasi adalah mereka yang belum memberlakukan izin kesehatan," jelas Macron.

"Oleh karena itu, langkah ini tidak diperlukan di Prancis," kata Macron kepada surat kabar La Voix du Nord.

Di Prancis, pengunjung restoran, kafe, dan bioskop harus menunjukkan kartu bukti vaksinasi atau hasil negatif tes Covid-19.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar