alexametrics

Perkembangan Baru Penyelidikan Kasus Polisi Tembak Dua Warga Sipil di Exit Tol Bintaro

Siswanto
Perkembangan Baru Penyelidikan Kasus Polisi Tembak Dua Warga Sipil di Exit Tol Bintaro
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan soal kasus polisi tembak warga sipil di exit tol Bintaro. (Suara.com/Yaumal)

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Endra Zulpan berkata "Ipda OS sudah dinonaktifkan dari sana dalam rangka pemeriksaan intensif."

Suara.com - Anggota Satuan Patroli Jalan Raya Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Inspektur Polisi Dua OS dinonaktifkan, sementara kasusnya tetap diusut.

OS menembak dua warga sipil di exit tol Bintaro, Jakarta Selatan, pada Jumat (26/11/2021), malam. Satu orang di antaranya mati.

Hingga sekarang, polisi belum mengumumkan apa motif penembakan itu.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Endra Zulpan berkata "Ipda OS sudah dinonaktifkan dari sana  dalam rangka pemeriksaan intensif."

Baca Juga: Ipda OS Pelaku Penembakan di Exit Tol Bintaro Dinonaktifkan

Status hukum OS masih sebagai terperiksa.  "Belum ditingkatkan jadi tersangka." 

Kedua korban berinisial PP dan MA. Sehari setelah ditembak, PP meninggal dunia. Sedangkan MA dirawat di rumah sakit.

Kasus yang menjadi sorotan publik diawali adanya laporan kepada OS dari pengendara yang merasa dibuntuti di jalan tol.

Pengendara itu merasa terancam. OS kemudian mengarahkan pengendara itu supaya ke arah gedung PJR Jaya IV, Pesanggrahan.

Singkat cerita, sebelum terjadi penembakan, terjadi keributan antara pelaku dan korban.

Baca Juga: Polisi: Sampai Siang Ini Jakarta Aman

Seorang warga berinisial HR mengaku sering melintas exit tol Bintaro dari arah BSD.

Saat kejadian, dia sedang berada di rumah mertua yang rumahnya berada di dekat exit tol Bintaro.

Dia mengaku mendengar suara tembakan sebanyak dua kali pada hari itu. Suaranya hampir berbarengan.

"Kedengaran tembakan dua kali cuma tidak kelihatan dari sini, dua kali. Saya di situ, lagi di rumah mertua. Saya dengar suara itu dua kali berbarengan," kata HR.

Dalam pemeriksaan, OS mengungkap orang yang melapor kepadanya berinisial O. O teman OS.

O yang bekerja sebagai karyawan swasta melapor dibuntuti kedua korban dari Sentul, Bogor.

"Iya (hubungan teman) l, makanya dia (O) menelepon. Sama kayak kamu misal di jalan ada yang buntuti, kamu telepon saya. Pak gini-gini, makanya dia (O) telepon," kata Endra Zulpan.

Seorang korban yang menjadi korban penembakan belum dapat dimintai keterangan.  "Ini kami masih tunggu penyembuhan," kata Endra Zulpan.

Kasus tersebut sekarang sedang dalam penyelidikan polisi. 

"Saat ini yang bersangkutan belum ditetapkan sebagai tersangka, kenapa? Karena untuk menetapkan sebagai tersangka harus minimal dua alat bukti, peristiwa penembakannya benar, bikin orang luka benar, tapi maksud tujuannya masih perlu didalami," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Tubagus Ade Hidayat di Polda Metro Jaya, Selasa (30/11/2021)

Tubagus belum merinci kronologis kejadiannya. Penyidik masih mendalami kasus itu. Dia berharap publik menunggu perkembangan lebih lanjut.

"Benarkah peristiwa penembakan itu? Benarkah prosedurnya? Rekan-rekan media harap bersabar karena masih didalami," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Endra Zulpan.

"Jadi memang benar satu korban meninggal dunia. Kami belum bisa sampaikan untuk lebih jauhnya karena tim masih bergerak di lapangan untuk cari barang bukti, motif dan sebagainya."

Bidang Propam Polda Metro Jaya dan Divisi Propam Mabes Polri dilibatkan dalam penyelidikan kasus itu.

Mereka akan menentukan apakah ada unsur pelanggaran etik ataukah tidak yang dilakukan OS. [Rangkuman laporan Suara.com]

Komentar