Hal itu diperkuat dengan adanya sebuah hadist yang memiliki arti:
"Sesungguhnya di dalam tubuh seseorang terdapat segumpal daging, apabaila gumpalan itu baik, maka baiklah seluruh tubuh itu. Namun jika gumpalan itu jelek, maka rusaklah seluruh tubuh itu. Ingatlah gumpalan itu adalah hati." (hadits ini disepakati kesahihannya oleh semua ahli hadits)
Dengan demikian, apa yang terjadi pada diri Rasulullah saw adalah simbol bagi umatnya. Bahwa hati adalah perkara yang paling penting untuk dirawat mengalahkan berbagai anggota lainnya. Menyehatkan hati dan meriasnya jauh lebih penting dari pada merias wajah, dari pada bersolek tubuh, bahkan lebih penting dari pada mengasah otak.
Hadirin sekalian,Agar hati kita selalu terawat, hindarkanlah hati kita dari empat perkara, yaitu :
- Riya', adalah pamer baik pamer kekayaan maupun pamer ibadah
- Ujub, adalah sifat merasa diri serba berkecukupan dan berbangga hati atas nikmat yang ada.
- Takabbur/sombong adalah merasa dirinya lebih sempurna dari yang lainnya, Kesombongan adalah kemaksiatan yang pertama dilakukan oleh makhlukNya (iblis).
- Hasad atau dengki. Orang dengki adalah orang yang tak beriman sebab dia tidak merasa puas dengan takdir Allah.
Sementara ulama berpendapat bahwa orang yang dengki adalah orang yang selalu ingkar karena tidak rela orang lain mendapatkan kenikmatan.
Demikianlah semoga kita semua dapat menarik hikmah dari bulan rojab ini Allah memerintahkan Malaikat Jibril dan Mikali membedah dada dan mencuci hati Rasulullah, bukan karena di hati Rasulullah terdapat kotoran. Melainkan karena beliau adalah ma'shum.
Namun semua itu adalah perlambang bagi kita selaku umatnya. Bahwa membersihkan, merawat dan menghias hati adalah pekerjaan utama yang harus didahulukan dari lainnya.
Demikian contoh materi khutbah Jumat Isra Miraj. Semoga bermanfaat dan menambah keimanan kita.