Rara Isti Wulandari Viral, BMKG Sebut Hujan Berhenti Bukan karena Hasil Kerja Sang Pawang

Selasa, 22 Maret 2022 | 07:22 WIB
Rara Isti Wulandari Viral, BMKG Sebut Hujan Berhenti Bukan karena Hasil Kerja Sang Pawang
Seorang wanita melakukan ritual tradisional agar cuaca cerah saat sesi latihan MotoGP Mnadalika 2022 di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah, Jumat (18/3/2022). [SONNY TUMBELAKA / AFP]

Suara.com - Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan mengenai fenomena hujan yang berhenti ketika pawang hujan melakukan aksinya.

Seperti diketahui, aksi pawang hujan Rara Isti Wulandari alias Mbak Rara menjadi sorotan.

Rara si pawang hujan MotoGP Mandalika langsung viral lantaran aksinya yang mencoba menghentikan hujan.

Publik menyebut, aksi Rara merupakan sebuah kearifan lokal diajang dunia.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto memberikan penjelasan mengenai fenomena tersebut.

Guswanto mengatakan, kearifan lokal tak bisa dicampuradukkan dengan sains.

Dikutip dari wartaekonomi--jaringan Suara.com, secara saintifik sulit dijelaskan bila hujan berhenti karena faktor pawang hujan.

"Ya sebenarnya kalau dilihat pawang hujan itu adalah suatu kearifan lokal yang dimiliki masyarakat. Secara saintifik itu sulit untuk dijelaskan," kata Guswanto, seperti dikutip dari wartaekonomi--jaringan Suara.com, Selasa (22/3/2022).

Ia menjelaskan, BMKG sudah memberikan prakiraann cuaca saat race MotoGP Mandalika berlangsung.

Baca Juga: POPULER: Kemarahan Hotman Paris karena Disuruh Tobat, Kemunculan FC Bekasi Bikin Gerah Supoter Lokal

Hal tersebut karena bibit sikontropis 93f yang dampaknya itu memberikan potensi pertumbuhan awan hujan di Mandalika.

Selain itu, Guswanto menambahkan, BMKG sudah memberikan informasi mengenai prakiraan cuaca di Mandalika dalam kurun 3 hari.

"Dan buktinya, kan dari awal pawang itu sudah bekerja, tapi kan gak berhenti juga. Artinya itu. Jadi sebenarnya kemarin waktu berhentinya, itu bukan karena pawang hujan. Karena durasi waktunya sudah selesai," jelasnya.

"Kalau dilihat prakiraan lengkap di tanggal itu memang selesai di jam itu. Kira-kira jam 16.15 itu sudah selesai, tinggal rintik-rintik itu bisa dilakukan balapan kalau dilihat dari prakiraan nasional analisis dampak yang kita miliki BMKG," imbuhnya.

Menurutnya, kehadiran Rara si pawang hujan hanyalah sebuah kearifan lokal semata.

"Sebenarnya kalau cerita tentang pawang hujan itu adalah kearifan lokal yang mereka miliki, dan itu tidak bisa dicampuradukan dengan antara sains dan kearifan lokal," bebernya.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI