Suara.com - Pencurian gaji pekerja di Australia bersifat sistemik, berkelanjutan, dan memalukan, namun pekerja tak berani bicara karena khawatir dengan akibatnya.
Hal ini terungkap dalam laporan Komite Senat Australia yang menyelidiki praktik pembayaran gaji di bawah ketentuan upah minimum dan pelanggaran lainnya dalam hubungan industrial di negara ini.
Komite ini telah bekerja sejak tahun 2019, mendengarkan saksi-saksi, menyoroti seluruh peraturan perundang-undangan terkait, dan pekan ini mengeluarkan 19 rekomendasi.
Salah satu rekomendasi utamanya adalah agar Pemerintah Federal segera mengubah UU tentang Fair Work Act untuk melarang secara tegas praktik pencurian gaji.
Perubahan UU ini akan mencakup seluruh bentuk pencurian gaji pekerja, termasuk pembayaran tambahan beban kerja, tarif penalti, uang lembur, tunjangan cuti, tunjangan lain dan pembayaran dana pensiun.
Rekomendasi Komite dikeluarkan setelah memeriksa berbagai kasus pembayaran gaji di bawah ketentuan upah minimum yang terjadi di sektor perhotelan dan restoran (hospitality) milik beberapa selebriti dan di perusahaan terbesar Australia termasuk Qantas, Bank NAB, CBA, supermarket Coles, Woolworths, Super Retail Group dan lembaga penyiaran publik ABC sendiri.
Komite tersebut menemukan bahwa aturan perundang-undangan yang berlaku saat ini tidak memadai untuk mencegah dan menghukum pelaku pencurian gaji dan dana pensiun.
"Pencurian gaji sistemik sering kali merupakan keputusan yang disengaja oleh pengusaha yang berlomba-lomba untuk menurunkan gaji dan meningkatkan laba mereka," kata laporan itu.
Komite juga merekomendasikan penambahan hukuman untuk tindak pencurian gaji, dan melarang tegas para majikan untuk membayar pekerjanya di bawah upah minimum.
"Ketidakpatuhan terhadap UU Upah Minimum Australia telah menyebarluas, serta endemikdi sektor-sektor tertentu," kata laporan itu.
Perhotelan dan restoran (hospitality), ritel, pertanian, waralaba dan perguruan tinggi disebut sebagai sektor yang paling banyak melanggar.
Seorang saksi dalam penyelidikan Komite ini menyatakan:
"Disektor perhotelan dan restoran, eksploitasi sudah menjadi norma.Saya pernah mengeluhkan soal kerja lembur kepada majikan. Dia berkata, lihat saja apa yang terjadi di sekitarmu. Semua orang bekerja dengan cara yang sama. Sudah seperti ini sejak dulu."
Rekomendasi Komite menyebut pembayaran gaji yang kurang dari ketentuan "mencakup ribuan pekerja, merampok mereka dan perekonomian Australia sebesarmiliaran dolar setiap tahun."
Pada tahun 2020, perusahaan konsultan PwCmemperkirakan sekitar 13 persen dari total tenaga kerja Australia terdampak praktik pencurian gaji, dan paling banyak terjadi di sektor hospitality.
Kumpulan Kuis Menarik
Komentar
Terkait
Cara Daftar PPPK Sekolah Rakyat Lewat SSCASN BKN 2026, Ini Syarat dan Dokumen yang Dibutuhkan
Lifestyle | Senin, 08 Juni 2026 | 10:11 WIB
Lowongan Kerja PPPK Guru Sekolah Rakyat Dibuka, Segini Gajinya
Lifestyle | Senin, 08 Juni 2026 | 09:55 WIB
Drama Balas Dendam dan Kejutan Besar Warnai Pembukaan Campus League The Nationals 2026
Sport | Senin, 08 Juni 2026 | 09:54 WIB
Sinopsis Drama Excitatio: Okultisme dan Teror Mematikan di Sekolah
Your Say | Senin, 08 Juni 2026 | 10:10 WIB
4 HP Asus dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Paling Murah Juni 2026
Tekno | Senin, 08 Juni 2026 | 10:01 WIB
Mending Honda HR-V, Kia Seltos atau Hyundai Creta? Begini Menurut Pakar
Otomotif | Senin, 08 Juni 2026 | 09:43 WIB
Light Novel Haibara's Teenage New Game+ Tamat, Epilog Siap Hadir pada 2027
Your Say | Senin, 08 Juni 2026 | 09:42 WIB
Pengamat: Seskab Teddy Terlalu Sering Tampil, Komunikasi Istana Seharusnya Satu Pintu
News | Senin, 08 Juni 2026 | 09:42 WIB
Smart Ring Gunanya Buat Apa Saja? Ini 3 Rekomendasi Terbaik dan Harganya
Tekno | Senin, 08 Juni 2026 | 09:38 WIB
Jelang Timnas Indonesia vs Mozambik, Ivar Jenner Blak-blakan Soal Kekuatan Lawan
Bola | Senin, 08 Juni 2026 | 09:33 WIB
Terkini
Rudal 'Kiamat' Iran Bikin Israel Lumpuh, Korban Luka Berjatuhan
News | Senin, 08 Juni 2026 | 12:14 WIB
Ayu Puspita Divonis 1,5 Tahun Penjara, Ini Fakta Kasus WO yang Rugikan Korban Rp18,44 Miliar
News | Senin, 08 Juni 2026 | 12:09 WIB
Diberi Ultimatum 18 Hari oleh Mahasiswa Soal Rupiah, Mensesneg: Kami Terima Aspirasinya, Tapi...
News | Senin, 08 Juni 2026 | 12:09 WIB
AS Balik Kanan? Iran Serang Israel, Trump Desak Benjamin Netanyahu Legowo
News | Senin, 08 Juni 2026 | 12:09 WIB
Warga Kocar Kacir Masuk Bunker! Iran, Hizbullah dan Houthi Bombardir Israel
News | Senin, 08 Juni 2026 | 12:02 WIB
Iran Hujani Israel dengan Rudal, Jenderal Teheran Ancam Serangan Lebih Besar Jika Dibalas
News | Senin, 08 Juni 2026 | 11:58 WIB
Prabowo Tunjuk Said Iqbal Jadi Penasehat Presiden dan Lantik Nanik Jadi Kepala BGN Sore Nanti
News | Senin, 08 Juni 2026 | 11:51 WIB
Mensesneg Tegaskan Tidak Ada Reshuffle Kabinet, Bantah Isu Chatib Basri Jadi Menkeu
News | Senin, 08 Juni 2026 | 11:49 WIB
Anggota Parlemen Lebanon: Tanpa Hizbullah, Israel Sudah Caplok Negara Kami
News | Senin, 08 Juni 2026 | 11:40 WIB