Pengantin Anak di India: Jangan Belenggu Diriku dengan Perkawinan

Siswanto | BBC | Suara.com

Selasa, 05 April 2022 | 14:55 WIB
Pengantin Anak di India: Jangan Belenggu Diriku dengan Perkawinan
BBC

Suara.com - Jurnalis foto Ruhani Kaur menelusuri kisah tiga pengantin anak dari negara bagian Haryana di India utara yang bermimpi untuk bersekolah dan bekerja dengan melawan segala rintangan.

Priyanka, Meenakshi dan Shiwani dibesarkan di Damdama, sebuah desa urban yang merupakan rumah bagi Gujjars, komunitas pertanian yang berpengaruh.

Desa mereka berjarak kurang dari setengah jam dari Gurgaon, kawasan pinggiran kota yang dihuni kaum kelas atas, di ibu kota India, Delhi.

Para gadis ini, yang berusia sekitar 16 tahun, telah berteman sejak kecil. Mereka juga pengantin anak - salah satunya menikah ketika dia baru berusia 10 tahun.

Di India, anak perempuan di bawah usia 18 tahun yang menikah, merupakan tindakan melawan hukum.

Namun praktik seperti ini masih berlanjut di banyak bagian negara, karena patriarki dan kemiskinan.

Dan, India adalah rumah bagi jumlah pengantin anak terbesar di dunia, terhitung sepertiga dari total global, menurut Lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Anak-anak (Unicef).

Badan amal itu memperkirakan bahwa setidaknya 1,5 juta gadis di bawah 18 tahun menikah di negara itu setiap tahun.

Tahun lalu, pemerintah memperkenalkan RUU di parlemen untuk meningkatkan usia minimum menikah menjadi 21 tahun, tetapi belum disahkan menjadi undang-undang.

Ketiga sahabat itu tadi sangat ingin menempa kehidupan nan mandiri, tetapi mereka mengetahui ada tantangan besar di depan.

Baca juga:

'Jangan belenggu diriku dengan perkawinan'

Priyanka berusia 10 tahun ketika keluarganya memaksanya untuk menikah.

Tujuh tahun kemudian, dia berada di Kelas 11, dan masih tinggal di rumah orang tuanya.

Tetapi dia telah diberitahu bahwa dia harus tinggal bersama suaminya - yang tengah belajar untuk tes seleksi kepolisian - segera setelah dia mendapat pekerjaan.

Dia amat ketakutan, dan menuangkan kekhawatirannya ke buku hariannya.

"Jangan belenggu diriku dengan pernikahan, aku terlalu muda ... tidak ingin pindah ke ibu mertua, meninggalkan bonekaku," tulisnya

Priyanka mengatakan dia bukanlah murid yang rajin, tetapi suka membantu di salon kecantikan milik saudara laki-lakinya - dia berharap ini bisa membantunya tinggal di rumah lebih lama.

Sepupunya - yang menikah dengan saudara laki-laki suami Priyanka - juga belajar beberapa pekerjaan salon, tetapi tidak dapat melanjutkan karena dia juga sudah menikah.

Priyanka mendambakan kehidupan yang berbeda.

'Kita tak boleh menikah sampai impian kita menjadi kenyataan'

Tahun lalu, ketika Meenakshi memasuki Kelas 11, dia menjadi gadis pertama di sekolahnya yang mendaftar di jurusan sains.

Kebahagiaannya tidak mengenal batas, ujarnya kemudian.

Baca juga:

Pada saat itu, pandemi virus corona telah mengubah kehidupan.

Jutaan orang kehilangan pekerjaan selama lockdown, dan banyak yang harus kembali ke kampung halaman dan desa mereka.

Itulah saat ketika banyak orang tua dari para remaja perempuan, merasa cemas tentang prospek masa depan mereka, mulai merencanakan pernikahan mereka.

Beberapa teman sekelas Meenakshi menikah selama periode ini, tetapi dia berharap dapat bertahan.

"Saya tidak tahu tentang usia yang tepat [untuk menikah] tetapi sampai impian kami menjadi kenyataan, kami tidak akan menikah!" dia berkata, seakan menantang.

Tetapi pada 5 Februari tahun ini, dia menjadi bagian dari statistik itu.

Hiasan henna masih terlihat di telapak tangan Meenakshi saat dia meraih ponselnya, yang penuh dengan pesan dari suaminya yang berusia 16 tahun.

Gelang merahnya bergemerincing saat dia mengetik kalimat balasan.

Suaminya juga sedang belajar, sehingga orang tua Meenakshi memberitahunya bahwa dia bisa tetap bersekolah saat ini.

Dia berharap orang tua dan mertuanya akan membiarkan dia belajar selama dia mau.

Mimpi bekerja di bank

Ada kegembiraan yang terlihat di wajah Shiwani ketika dia berbicara tentang sekolah - dia suka pergi ke sekolah dan bercita-cita menjadi seorang bankir.

Namun saat ibunya mengeluarkan album pernikahannya dari lemari, Shiwani tersentak kembali ke dunia nyata.

Dia tahu bahwa masa depannya mungkin tidak dalam kendalinya setelah dia menyelesaikan Kelas 12.

Shiwani dan kakak perempuannya, Ashu, menikah pada hari yang sama - paman mereka mengatur pernikahannya bersama dengan putrinya sendiri setelah ayah para gadis itu jatuh sakit.

"Tidak ada yang berubah. Saya dinikahkan pada usia 15 tahun, begitu juga putri saya," kata ibu Shiwani.

Ayah mereka telah berjanji untuk membiarkan mereka menyelesaikan Kelas 12, sehingga kedua perempuan bersaudara itu berpegang teguh pada harapan.

Ashu pergi ke rumah suaminya sebelum hasil ujiannya keluar. Dia ingin belajar lebih banyak, bahkan mungkin mengejar kuliah bidang hukum, dan berharap mertuanya akan setuju.

Namun dalam beberapa bulan, dia hamil. Dia melahirkan awal tahun ini.

Saat kehidupan terus berjalan di pedesaaan itu, pada hari musim gugur yang cerah, Priyanka, Shiwani, dan Meenakshi bertemu dengan teman mereka, Monu, yang bebas dari tekanan supaya segera menikah.

Mereka berteriak kegirangan saat menaiki komedi putar yang berderit.

Saat mereka mulai berputar lebih cepat dan lebih cepat, gadis-gadis itu melupakan kekhawatiran masing-masing untuk sebuah momen yang menyenangkan.

Liputan ini didukung oleh National Geographic Society's Emergency Fund for Journalists.

Semua foto memiliki hak cipta.


Barangkali Anda juga tertarik dengan tayangan berikut:


Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jebakan Umur 30: Mengapa Tekanan Menikah Justru Membuat Jodoh Semakin Lari?

Jebakan Umur 30: Mengapa Tekanan Menikah Justru Membuat Jodoh Semakin Lari?

Your Say | Selasa, 17 Maret 2026 | 07:53 WIB

Apakah Menikahi Sepupu Termasuk Perkawinanan Sedarah? Ini Penjelasannya

Apakah Menikahi Sepupu Termasuk Perkawinanan Sedarah? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Sabtu, 14 Maret 2026 | 20:46 WIB

Angka Perkawinan Anak Turun ke 5,9 Persen, Pemerintah Soroti 380 Ribu Nikah Tak Tercatat

Angka Perkawinan Anak Turun ke 5,9 Persen, Pemerintah Soroti 380 Ribu Nikah Tak Tercatat

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 17:59 WIB

Franciscus Sibarani: Aspirasi PerCa Jadi Bahan Revisi UU Kewarganegaraan

Franciscus Sibarani: Aspirasi PerCa Jadi Bahan Revisi UU Kewarganegaraan

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 17:14 WIB

Beda Syarat Usia Menikah Zaman Dulu dan Setelah Ganti UU, Biar Tidak Terjebak Child Grooming

Beda Syarat Usia Menikah Zaman Dulu dan Setelah Ganti UU, Biar Tidak Terjebak Child Grooming

Lifestyle | Kamis, 15 Januari 2026 | 13:15 WIB

Angka Perkawinan Anak Turun Jadi 5,9 Persen, KemenPPPA Waspadai Perubahan ke Nikah Siri

Angka Perkawinan Anak Turun Jadi 5,9 Persen, KemenPPPA Waspadai Perubahan ke Nikah Siri

News | Rabu, 12 November 2025 | 18:28 WIB

Di DPR, Menteri Agama Ungkap Angka Perceraian di Indonesia Turun

Di DPR, Menteri Agama Ungkap Angka Perceraian di Indonesia Turun

News | Selasa, 11 November 2025 | 13:52 WIB

Breaking the Chain: Seni, Riset, dan Upaya Memutus Rantai Pernikahan Anak

Breaking the Chain: Seni, Riset, dan Upaya Memutus Rantai Pernikahan Anak

Your Say | Jum'at, 10 Oktober 2025 | 15:40 WIB

Menteri PPPA: Pernikahan Anak Seperti di Lombok Bisa Picu Stunting dan Putus Sekolah

Menteri PPPA: Pernikahan Anak Seperti di Lombok Bisa Picu Stunting dan Putus Sekolah

News | Kamis, 29 Mei 2025 | 13:47 WIB

Catat! Ini Kewajiban Suami Setelah Menceraikan Istri Menurut UU dan Syariat Islam

Catat! Ini Kewajiban Suami Setelah Menceraikan Istri Menurut UU dan Syariat Islam

Lifestyle | Rabu, 28 Mei 2025 | 19:11 WIB

Terkini

Habiburokhman ke Kapolri: Jangan Risau Ada Oknum, yang Penting Institusi Berani Tindak Tegas

Habiburokhman ke Kapolri: Jangan Risau Ada Oknum, yang Penting Institusi Berani Tindak Tegas

News | Selasa, 14 April 2026 | 18:10 WIB

Kasus Suap PN Depok, KPK Telusuri Riwayat Mutasi Dua Hakim Tersangka

Kasus Suap PN Depok, KPK Telusuri Riwayat Mutasi Dua Hakim Tersangka

News | Selasa, 14 April 2026 | 18:07 WIB

Kepala Dishub DKI Jadi Calon Wali Kota Jaksel, DPRD Soroti Ego Sektoral dan Lambannya Birokrasi

Kepala Dishub DKI Jadi Calon Wali Kota Jaksel, DPRD Soroti Ego Sektoral dan Lambannya Birokrasi

News | Selasa, 14 April 2026 | 18:00 WIB

Biaya Haji 2026 Tak Naik, Tapi Sumber Dana Rp1,77 Triliun Masih Gelap

Biaya Haji 2026 Tak Naik, Tapi Sumber Dana Rp1,77 Triliun Masih Gelap

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:55 WIB

Pastikan Ketersediaan Minyakita Aman, Dirut Bulog Sidak Pasar-pasar Di Jakarta

Pastikan Ketersediaan Minyakita Aman, Dirut Bulog Sidak Pasar-pasar Di Jakarta

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:49 WIB

Warisan Orba dan Rawan Intervensi, Pakar Usul Peradilan Militer RI Adopsi Sistem Eropa

Warisan Orba dan Rawan Intervensi, Pakar Usul Peradilan Militer RI Adopsi Sistem Eropa

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:36 WIB

Manuver Gibran dan Prabowo ke NasDem Jadi Sorotan, Arah Politik 2029 Mulai Terbaca?

Manuver Gibran dan Prabowo ke NasDem Jadi Sorotan, Arah Politik 2029 Mulai Terbaca?

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:27 WIB

Selat Hormuz Jadi Contoh, Andi Widjajanto Ungkap Ancaman Perang Rantai Pasok

Selat Hormuz Jadi Contoh, Andi Widjajanto Ungkap Ancaman Perang Rantai Pasok

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:17 WIB

Gus Irfan Jamin War Tiket Haji Tak Bikin Antrean Hangus: Jemaah Jangan Takut

Gus Irfan Jamin War Tiket Haji Tak Bikin Antrean Hangus: Jemaah Jangan Takut

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:16 WIB

Iran Siapkan Senjata Rahasia Serang AS-Israel, Perang Nuklir di Depan Mata?

Iran Siapkan Senjata Rahasia Serang AS-Israel, Perang Nuklir di Depan Mata?

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:13 WIB