Perang Ukraina: Pembantaian Bucha, Apa yang Diketahui Sejauh Ini?

Siswanto, BBC

Kamis, 07 April 2022 | 14:53 WIB
Perang Ukraina: Pembantaian Bucha, Apa yang Diketahui Sejauh Ini?
BBC

Suara.com - Ukraina telah meluncurkan penyelidikan atas dugaan kejahatan perang di Bucha, setelah kota di utara Kyiv itu ditinggalkan militer Rusia. Banyak mayat warga sipil ditemukan, puluhan di antaranya tergeletak di jalan-jalan.

Pada hari Minggu, Jaksa Agung Ukraina Irina Venediktova mengatakan bahwa sejauh ini mayat 410 warga sipil itu dihitung di daerah-daerah yang telah direbut kembali dari pasukan Rusia di sekitar Kyiv, tetapi dia menekankan bahwa ini bukan angka final dan proses pencarian serta pemeriksaan jenazah akan memakan waktu lama.

Pada hari Senin, Venediktova mengatakan bahwa di kota-kota lain yang sampai saat ini berada di bawah pendudukan Rusia, jumlah korban kekerasan bisa lebih tinggi. Dia perkirakan muncul kabar buruk dari Borodyanka, barat laut Kyiv.

Para organisasi hak asasi manusia telah mencatat banyak kasus pembunuhan, pemerkosaan dan kejahatan serius lainnya di wilayah yang direbut kembali dari Rusia.

Baca juga:

Rusia telah mengatakan bahwa foto dan video dari Bucha itu adalah palsu dan telah direkayasa, tetapi semua argumen yang dipakai untuk mendukung klaim itu telah dibantah oleh para ahli.

Pada 4 April, New York Times menerbitkan foto-foto satelit Kota Bucha yang diambil antara tanggal 9 dan 21 Maret, ketika pasukan Rusia, menurut pengakuan Moskow sendiri, menguasai kota itu.

Beberapa siluet yang terlihat seperti jenazah ditemukan di tempat yang sama pada awal April.

Apa yang terjadi di Bucha?

Beberapa hari setelah dimulainya invasi ke Ukraina, konvoi tank Rusia dan pengangkut personel lapis baja yang tiba di Bucha diserang oleh Ukraina dan tidak dapat melanjutkan perjalanan.

Militer Rusia lalu menggali parit perlindungan dan tetap berada di pinggiran ibu kota Ukraina itu hingga setidaknya akhir Maret.

baca juga

Banyak warga sipil meninggalkan daerah itu, tetapi beberapa tetap tinggal. Di halaman gedung apartemen, mereka membuat api dan memasak makanan di atasnya, karena gas, listrik, dan air telah dimatikan.

Para saksi mata mengatakan bahwa tentara Rusia tidak membiarkan orang-orang keluar kota itu melalui koridor kemanusiaan, dan mereka yang mencoba melarikan diri ditembak.

Para wartawan dan pejabat yang tiba di kota tersebut setelah penarikan pasukan Rusia menemukan setidaknya 20 mayat pria di jalanan.

Banyak yang mengalami luka parah, beberapa ditembak dari jarak dekat di pelipis. Beberapa mayat jelas dilindas tank.

Pada hari Senin, koresponden BBC Yogita Limaye melihat mayat lima pria berpakaian sipil tergeletak di ruang bawah tanah sebuah rumah di Bucha. Mereka memiliki luka tembak yang jelas, tangan mereka juga diikat ke belakang.

Gambar-gambar satelit yang diambil oleh Maxar pada 31 Maret menunjukkan kuburan massal sepanjang 14 meter di Bucha dekat Gereja St Andrew and Pyervozvannoho All Saints.

Maxar mencatat bahwa foto di gereja itu pada 10 Maret menunjukkan tanda-tanda penggalian tanah.

Penduduk Bucha mengatakan bahwa mayat pertama dimakamkan di sini pada hari-hari awal perang, ketika Rusia membunuh banyak orang, "menembak semua orang yang mereka lihat". Perkiraan jumlah mereka yang terkubur berkisar antara 150 hingga 300 orang.

Bagaimana respons Rusia atas tuduhan-tuduhan itu?

Rusia menolak tuduhan-tuduhan bahwa militernya terlibat dalam pembunuhan warga sipil di Bucha, kata juru bicara kepresidenan Dmitry Peskov.

Menurut Peskov, Kremlin tidak mempercayai video para warga yang terbunuh di Bucha, karena, katanya, berisi penipuan dan pemalsuan.

"Dari apa yang kami lihat, materi video itu tidak dapat dipercaya dalam banyak hal, karena spesialis kami dari Kementerian Pertahanan telah mengidentifikasi tanda-tanda penipuan video dan berbagai pemalsuan di sana. Urutan waktu peristiwanya juga tidak mendukung keandalan klaim-klaim itu," katanya.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, juga mengomentari apa yang terjadi di Bucha, dengan mengatakan bahwa peristiwa di sana telah direkayasa. Kementerian Pertahanan juga membantah terlibat dalam pembantaian apapun di Bucha.

"Semua foto dan materi video yang diterbitkan oleh rezim Kiev, yang diduga sebagai bukti semacam "kejahatan" oleh personel militer Rusia di kota Bucha, wilayah Kiev, adalah bentuk provokasi," bunyi pernyataan yang dirilis oleh berita pemerintah Rusia, RIA.

"Tidak ada satu pun penduduk lokal yang dirugikan oleh tindakan kekerasan apa pun."

Apakah ada keganjilan dari klaim Rusia?

Salah satu argumen pihak Rusia adalah bahwa bukti pembantaian di Bucha diduga baru muncul empat hari setelah pasukan Rusia meninggalkan kota. Pada hari Minggu 3 April, Rusia mengumumkan bahwa militernya telah sepenuhnya meninggalkan Bucha pada tanggal 30 Maret.

Namun, pada 1 April, saluran TV Zvezda dari Kementerian Pertahanan Rusia, mengutip komandan salah satu unit Korps Marinir, Alexei Shabulin, melaporkan bahwa "Marinir Rusia menyapu bersih perlawanan di permukiman" di sekitar Hostomel, Bucha dan Ozera "dengan tugas lebih lanjut mempertahankan posisi."

Media resmi Rusia wajib mengambil informasi tentang apa yang terjadi di Ukraina dari pernyataan Kementerian Pertahanan; pada hari yang sama, 1 April, Rossiyskaya Gazeta mengutip marinir yang sama dari tugasnya di Bucha.

Baru pada 1 April malam, wali kota Bucha, Anatoly Fedoruk, mengumumkan bahwa kota itu telah dibebaskan (namun, menurut tautan, dia mengatakan bahwa ini terjadi sehari sebelumnya - pada 31 Maret). Koresponden BBC bisa masuk ke kota itu juga pada 1 April.

Jadi keberangkatan militer Rusia dari Bucha pada 30 Maret tidak dapat dikonfirmasi oleh sumber-sumber independen.

Selain itu, militer Rusia mengklaim bahwa rekaman video pertama mayat di jalan-jalan Bucha muncul "hanya pada hari keempat" setelah pasukannya pergi, yaitu 3 April.

Namun, gambar-gambar pertama dengan sejumlah mayat di jalan-jalan kota muncul pada 1 April.

Sehari kemudian para wartawan, khususnya media asing, tiba di kota bersama dengan militer dan polisi Ukraina dan mencatat sejumlah besar orang tewas di jalan.

Para koresponden BBC secara pribadi melihat mayat sekitar 20 warga sipil di dan sekitar Bucha pada 1 April, ketika mereka pertama kali mengunjungi kota tersebut.

Dan pada 4 April, New York Times menerbitkan citra satelit yang tersedia secara komersial dari Maxar.

Gambar-gambar itu diambil, menurut surat kabar tersebut, pada tanggal 9, 11, 19, 20 dan 21 Maret dan dibandingkan dengan video-video di jejaring sosial yang diambil pada 2 April di lokasi yang sama, Jalan Yablunskaya, di mana beberapa mayat orang berpakaian sipil ditemukan setelah kota itu direbut kembali.

Dalam foto-foto satelit yang diambil pada awal dan pertengahan Maret, ketika pasukan Rusia ditempatkan di Bucha (fakta yang tidak dibantah Moskow), sudah mungkin untuk melihat siluet-siluet yang cocok dengan kerangka mayat yang ditemukan di tempat yang sama pada awal April.

Pihak Rusia belum mengomentari foto-foto itu, meskipun setelah dipublikasikan oleh New York Times, perwakilan tetap Rusia untuk PBB Vasily Nebenzya mengadakan di konferensi pers di mana ia berjanji untuk mengungkapkan bukti yang mengkonfirmasi versi Rusia tentang apa yang terjadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasih Finger Heart Sembari Senyum Lebar, Bahlil Bungkam soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid

Kasih Finger Heart Sembari Senyum Lebar, Bahlil Bungkam soal Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid

News | Rabu, 16 September 2026 | 20:48 WIB

Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho

Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 20:42 WIB

Momen Prabowo dan Pramono Jajal Rute LRT Kelapa Gading-Manggarai

Momen Prabowo dan Pramono Jajal Rute LRT Kelapa Gading-Manggarai

Foto | Rabu, 16 September 2026 | 20:39 WIB

Tak Kapok Jadi Tersangka Korupsi Tiga Kali, Anggota DPR Minta Fahd A Rafiq Dihukum Berat

Tak Kapok Jadi Tersangka Korupsi Tiga Kali, Anggota DPR Minta Fahd A Rafiq Dihukum Berat

News | Rabu, 16 September 2026 | 20:23 WIB

Bikin Tabungan Baru Dapat Cashback Langsung dari BRI, Ini Caranya

Bikin Tabungan Baru Dapat Cashback Langsung dari BRI, Ini Caranya

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 20:14 WIB

Dirjen Pajak Akui Minta Perombakan Ratusan Pejabat Era Purbaya Dibatalkan, Klaim Ada Nama 'Ajaib'

Dirjen Pajak Akui Minta Perombakan Ratusan Pejabat Era Purbaya Dibatalkan, Klaim Ada Nama 'Ajaib'

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 20:03 WIB

RUU Reforma Agraria jadi Sorotan: Ideal di Atas Kertas, Berat Diterapkan

RUU Reforma Agraria jadi Sorotan: Ideal di Atas Kertas, Berat Diterapkan

News | Rabu, 16 September 2026 | 19:57 WIB

Cara Memilih Sheet Mask yang Aman dan Efektif untuk Kulit Kombinasi

Cara Memilih Sheet Mask yang Aman dan Efektif untuk Kulit Kombinasi

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 19:56 WIB

Saat Desain "Menari" Seperti Awan: Mengintip Keseruan Jakarta Design Collabs 2026

Saat Desain "Menari" Seperti Awan: Mengintip Keseruan Jakarta Design Collabs 2026

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 19:53 WIB

Fahd A Rafiq Hattrick Tersangka Korupsi, Golkar Kecewa dan Marah

Fahd A Rafiq Hattrick Tersangka Korupsi, Golkar Kecewa dan Marah

News | Rabu, 16 September 2026 | 19:48 WIB

Terkini

Zulhas Sampai Ucap 'Hoaks' Tiga Kali! Bantah Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol Bahas RUU Pemilu

Zulhas Sampai Ucap 'Hoaks' Tiga Kali! Bantah Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol Bahas RUU Pemilu

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:05 WIB

Sekarang Beli Tiket Pesawat & Whoosh Bisa Langsung dari BRImo dengan Diskon!

Sekarang Beli Tiket Pesawat & Whoosh Bisa Langsung dari BRImo dengan Diskon!

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:00 WIB

Pria Tewas Terjatuh dari Lantai 4 Mall Ramayana Serang Usai Pesta Miras

Pria Tewas Terjatuh dari Lantai 4 Mall Ramayana Serang Usai Pesta Miras

Banten | Rabu, 16 September 2026 | 21:57 WIB

Promo BRImo Terbaru: Cashback hingga Rp100 Ribu di Pizza E Birra!

Promo BRImo Terbaru: Cashback hingga Rp100 Ribu di Pizza E Birra!

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 21:53 WIB

Gugatan MBG Watch Dikabulkan Sebagian! MK Batasi Kewenangan Pemerintah Ubah APBN

Gugatan MBG Watch Dikabulkan Sebagian! MK Batasi Kewenangan Pemerintah Ubah APBN

News | Rabu, 16 September 2026 | 21:49 WIB

Temuan Jenazah di Pulau Enggano Belum Terkonfirmasi, DVI Masih Uji DNA Korban KM Arupadhatu 1

Temuan Jenazah di Pulau Enggano Belum Terkonfirmasi, DVI Masih Uji DNA Korban KM Arupadhatu 1

Banten | Rabu, 16 September 2026 | 21:46 WIB

Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung

Sebelum Terjaring OTT, Pihak Kementerian ATR/BPN Diduga Terima Rp300 Juta dari Summarecon Agung

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 21:36 WIB

9 Cara Bersihkan Panci Gosong Pakai Bahan Rumahan, Nggak Perlu Disikat Kasar!

9 Cara Bersihkan Panci Gosong Pakai Bahan Rumahan, Nggak Perlu Disikat Kasar!

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 21:35 WIB

Respons Krisis Bencana: Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Parah

Respons Krisis Bencana: Pemerintah Percepat Pemulihan 20 Mal Pelayanan Publik Terdampak Parah

News | Rabu, 16 September 2026 | 21:25 WIB

Jangan Asal Ikut Tren! Ahli Bongkar Cara Cerdas Baca Label Produk Wellness

Jangan Asal Ikut Tren! Ahli Bongkar Cara Cerdas Baca Label Produk Wellness

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 21:10 WIB

×