Lokasi Pembunuhan Massal Penduduk Aborigin Kembali ke Tangan Pemiliknya

SiswantoABC Suara.Com
Selasa, 26 April 2022 | 20:13 WIB
Lokasi Pembunuhan Massal Penduduk Aborigin Kembali ke Tangan Pemiliknya
Ilustrasi suku aborigin. (shutterstock)

Suara.com - Nenek moyang Sally Vea Vea diusir dari tanahnya di salah satu sisi pegunungan di Queensland tengah, Australia. Bersama ratusan penduduk Aborigin lainnya, mereka kemudian dibantai di kaki bukit sekitarnya.

Peringatan: Artikel ini berisi informasi yang mungkin membuat pembaca merasa tertekan.

Aunty Sally, demikianpemuka suku Darumbal ini kerap disapa, menyebutkan lebih dari 300 penduduk sukunya terbunuh di sekitar Gai-i, dekat Yeppoon, lebih seabad yang lalu.

"Itu semua bagian dari Perang di Garis Depan (Frontier Wars)," ujarnya.

"Para pemukim (Eropa) yang datang di sini, menjadikannya seperti olahraga Minggu sore. Mereka keluar dan menembaki penduduk kulit hitam," tutur Aunty Sally.

Beberapa lokasi tanah di sekitar puncak pegunungan yang sebelumnya dikenal sebagai Gunung Wheeler dikembalikan ke suku Darumbal 15 tahun lalu.

Namun ada sebidang tanah seluas 13 hektar yang tetap dikelola bersama oleh Departemen Sumber Daya Queensland dan penjaga tradisional.

"Tanah inilah yang kami inginkan sejak awal," kata Aunty Sally.

"Kami selalu berharap tempat pembantaian ini dikembalikan namun kami tidak mendapatkannya," jelasnya seraya menyebutkan tanah ini dianeksasi pada 2007.

Baca Juga: Pemimpin Aborigin Desak Referendum Paling Lambat 2024: Kami Ingin Diakui

"Hari ini kami mendapatkan kembali apa yang telah diambil pemerintah dari kami," ucapnya.

Pekan ini, warga suku yang merupakan pemegang hak tanah itu merayakan upacara penyerahan yang ditandai dengan pendirian tugu.

"Ini hari yang emosional buat kami," ujar Aunty Sally.

"Kami senang mendapatkan kembali tanah ini, tapi masih banyak orang yang tidak setuju bila kami memiliki tanah ini," tambahnya.

Mendorong rekonsiliasi

Pemuka suka lainnya, Bill Mann, turut menyambut puluhan tamu yang hadir dalam upacara asap tersebut.

"Ini sejarah. Setelah bekerja di sini sejak pengambilalihan pada 2007, kami layak mendapatkannya kembali," katanya.

"Itu milik kamitapi tidak bisa mengklaimnya," tambah Uncle Bill, panggilan akrabnya.

Ia berharap serah terima tanah ini akan mendorong penyembuhan dan rekonsiliasi, terutama untuk generasi berikutnya.

"Saya percaya mereka bisa melakukannya dengan baik. Proses iniakan berlangsung selama tiga, empat generasi ke depan," ucapnya.

"Generasi mendatang saya harapkan yang terbaik untuk mereka," katanya.

Seorang remaja suku Darumbal, Anastasia, mengaku belajar tentang sejarah leluhurnya adalah pengalaman mengharukan.

"Saya sebenarnya tidak tahu apa-apa tentang pembantaian itu. Sekarang saya jadi tahu," katanya.

Jael, remaja lainnya, mengaku bangga bisa mendapatkan ilmu yang diturunkan dari neneknya, Aunty Sally.

"Dia mengajari kami tentang tanah, tentang pembantaian, dan bagaimana air terjun itu sangat istimewa bagi kaum wanita," kata Jael.

Sementara Walali Hatfield (10 tahun) mengaku bangga menyaksikan penyerahan kembali tanah mereka.

"Hal ini sangat penting bagi semua orang dan warga suku Darumbal," katanya.

Mike Kaiser dari Departemen Sumber Daya Queensland menghadiri upacara bersama anggota parlemen Brittany Lauga dan Walikota Livingstone Andy Irlandia.

"Kami menjalankan perintah Undang-Undang Tanah Aborigin 1991 dan di UU itulah kami bisa memberikan keadilan bagi orang Aborigin dengan mengembalikan tanah kepada pemiliknya yang sah," kata Mike Kaiser.

Ia menyebut porses penyerahan hak tanah seperti ini bisa sangat rumit.

"Kami berusaha mempercepatnya, karena kami tahu orang Aborigin merasakan keadilan yang mendalam ketika tanah mereka bisa dikembali kepada mereka," tuturnya.

Meskipun usaha pengembalian ini berlangsung lama, namun pemuka suku menganggapnya sangat penting untuk leluhur mereka.

"Saya tahu kami telah berbuat yang benar untuk orang-orang tua kami, yang roh-rohnya masih hidup di tanah ini," ujar Aunty Sally.

Diproduksi oleh Farid Ibrahim dari artikel ABC News untuk ABC Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI