Bagaimana Kondisi Warga Indonesia saat Sri Lanka Krisis Ekonomi dan Politik?

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 13 Mei 2022 | 07:47 WIB
Bagaimana Kondisi Warga Indonesia saat Sri Lanka Krisis Ekonomi dan Politik?
Aksi demo pro-pemerintah membawa foto PM Sri Lanka Mahinda Rajapaksa. (Foto: AFP)

Unjuk rasa damai berminggu-minggu yang menuntut pengunduran diri sang perdana menteri dan adiknya, Presiden Gotabaya Rajapaksa, berubah menjadi kerusuhan mematikan pada Senin (9/5). Sembilan orang tewas dan lebih dari 300 lainnya terluka.

Insiden itu menjadi yang terburuk menimpa Sri Lanka sejak perang saudara berakhir pada 2009.

Kota kecil Weeraketiya di wilayah selatan, tempat Mahinda tinggal saat mengunjungi keluarga besarnya di distrik Hambantota, tak luput dari sasaran.

Sesaat setelah dia mundur pada Senin, ratusan orang menyerang sekelompok kecil polisi yang menjaga vila miliknya yang sederhana. Mereka merusak bangunan berisi benda-benda kenangan keluarga dan piala olahraga.

Di rumah utama, grafiti merah bertuliskan "Gota Go Home" (Gota Pulanglah), slogan populer dalam unjuk rasa anti pemerintah, terlihat di dindingnya.

Di ruang tidur Mahinda, jendela dirusak tapi barang-barang lainnya tampak tak tersentuh: alat pengendali TV dan sebuah buku tentang pemain kriket Sri Lanka Muttiah Muralitharan terlihat di dekat sebuah kursi.

Menurut sejumlah saksi mata dan polisi, vila tersebut adalah persinggahan pertama aksi vandalisme pada malam hari yang menyasar properti Rajapaksa. Tak satu pun anggota keluarganya berada di sana saat penyerangan terjadi.

"Belum pernah saya melihat hal seperti itu," kata anggota keamanan keluarga.

Dia menambahkan bahwa rekan-rekannya yang terluka tak berani ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan karena khawatir para dokter dan perawat berbalik melawan mereka.

baca juga

Masa Depan Dipertanyakan

Krisis finansial terburuk di Sri Lanka sejak merdeka pada 1948 itu telah memicu keraguan terhadap masa depan Rajapaksa.

Berasal dari keluarga pemilik lahan pedesaan di distrik Hambantota, keberuntungan klan Rajapaksa mulai terlihat ketika Mahinda menjadi perdana menteri pada 2004.

Setelah memenangi pemilihan presiden pada 2005, Mahinda dan Gotabaya –saat itu menteri pertahanan– mengakhiri perang saudara dengan separatis Tamil di utara dan timur Sri Lanka lewat serangan brutal pemerintah yang menewaskan puluhan ribu orang.

Mahinda gagal terpilih untuk masa ketiga presiden pada 2015, namun keluarganya kembali berkuasa lewat Gotabaya dalam pemilihan presiden 2019.

Dua dari sembilan kematian dalam kekerasan di seluruh negara itu pada Senin terjadi di Weeraketiya, setelah massa menyerang kantor seorang anggota parlemen setempat dan anggota keamanannya membalas dengan tembakan ke arah mereka, menurut kepolisian.

Pasukan tentara dan polisi, yang diberikan wewenang menembak untuk mencegah penjarahan dan kerusakan fasilitas publik dan keselamatan mereka terancam, kini menjaga tempat-tempat sasaran vandalisme.

Dari vila tersebut, massa melanjutkan aksinya ke sebuah museum yang didedikasikan kepada mendiang ayah Gotabaya dan Mahinda, mantan anggota parlemen DA Rajapaksa. Di bangunan itu, massa menghancurkan benda-benda pameran dan membakar interiornya.

Tinggal sedikit yang tersisa di sana ketika Reuters mengunjungi museum itu pada Rabu (11/5), kecuali patung setengah badan ayah mereka. Patung itu berwarna emas dan tergeletak di lantai yang menghitam. Rumah dan toko milik para politisi partai berkuasa itu juga rusak parah.

Sebagian warga setempat masih mendukung Rajapaksa bersaudara, yang mereka anggap sebagai pahlawan di pulau itu, yang mayoritas penduduknya menganut Buddha Sinhala, karena berhasil memadamkan pemberontakan Tamil.

Ratnaweera Nandasiri, penjaga toko berusia 67 tahun yang lumpuh dan pendukung setia keluarga Rajapaksa, mengatakan mereka telah memberinya tunjangan disabilitas sehingga ia bisa bertahan hidup selama pandemi.

Pada Selasa (10/5) malam, Nandasiri menyaksikan sekitar 20 pria yang membawa batang-batang besi merusak patung DA Rajapaksa di kota Tangalle.

Dari tokonya di belakang taman memorial, dia mengaku dirinya sempat memperingatkan orang-orang itu.

"Ini adalah bapak bangsa yang mengakhiri perang," katanya kepada mereka. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pergi Jauh, Tanah Air Tetap Jadi Rumah: Kisah Diaspora Memaknai Indonesia

Pergi Jauh, Tanah Air Tetap Jadi Rumah: Kisah Diaspora Memaknai Indonesia

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:25 WIB

WNI Jadi Korban Tewas! Ini Kronologi Kapal Kargo Diserang Rudal di Selat Bab el-Mandeb

WNI Jadi Korban Tewas! Ini Kronologi Kapal Kargo Diserang Rudal di Selat Bab el-Mandeb

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:17 WIB

2 ABK WNI Selamat dari Serangan Drone di Selat Bab Al-Mandeb Alami Luka-luka

2 ABK WNI Selamat dari Serangan Drone di Selat Bab Al-Mandeb Alami Luka-luka

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 07:06 WIB

Total 3 WNI Jadi Korban Serangan Bom Drone Houthi Yaman di  Selat Bab Al Mandeb

Total 3 WNI Jadi Korban Serangan Bom Drone Houthi Yaman di Selat Bab Al Mandeb

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:26 WIB

ABK WNI Tewas Diserang Kelompok Houthi di Selat Bab Al Mandeb

ABK WNI Tewas Diserang Kelompok Houthi di Selat Bab Al Mandeb

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:18 WIB

7 WNI Terombang Ambing di Perairan Zhuhai China, Terjebak di Kapal MV Star Janet

7 WNI Terombang Ambing di Perairan Zhuhai China, Terjebak di Kapal MV Star Janet

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:35 WIB

Kemlu Pastikan Seluruh WNI Selamat Pasca Gempa Bumi Dahsyat Kolombia

Kemlu Pastikan Seluruh WNI Selamat Pasca Gempa Bumi Dahsyat Kolombia

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:11 WIB

Menakar Skenario Gila: Bisakah WNI Tiru Warga Maroko yang Kabur Lewat Laut?

Menakar Skenario Gila: Bisakah WNI Tiru Warga Maroko yang Kabur Lewat Laut?

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:54 WIB

3 WNI Korban TPPO Dipulangkan! Sempat Tergiur Iming-iming Gaji ART Rp7 Juta di Turki

3 WNI Korban TPPO Dipulangkan! Sempat Tergiur Iming-iming Gaji ART Rp7 Juta di Turki

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:00 WIB

Diaspora Indonesia Berburu Suaka AS Demi Menghindari Deportasi Massal Era Donald Trump

Diaspora Indonesia Berburu Suaka AS Demi Menghindari Deportasi Massal Era Donald Trump

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 14:17 WIB

Terkini

Satu Tumbler, Satu Pilihan untuk Mengurangi Sampah

Satu Tumbler, Satu Pilihan untuk Mengurangi Sampah

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:20 WIB

3 Rekomendasi Skin Tint Murah di Bawah 100 Ribu untuk Pelajar, Lengkap dengan Review

3 Rekomendasi Skin Tint Murah di Bawah 100 Ribu untuk Pelajar, Lengkap dengan Review

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:19 WIB

Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat

Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:17 WIB

Perpres Ojol Ditarget Terbit Akhir Agustus, Pemerintah Tinggal Harmonisasi

Perpres Ojol Ditarget Terbit Akhir Agustus, Pemerintah Tinggal Harmonisasi

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:16 WIB

Sesaat Lagi Kick Off! Link Live Streaming Persib vs Bali United Malam Ini, Maung Bandung Juara?

Sesaat Lagi Kick Off! Link Live Streaming Persib vs Bali United Malam Ini, Maung Bandung Juara?

Bola | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:13 WIB

Kasus Tambang Ilegal Tuban Meluas, Dua Nama Dilaporkan ke Polisi

Kasus Tambang Ilegal Tuban Meluas, Dua Nama Dilaporkan ke Polisi

Jatim | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:12 WIB

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah Jadi 70 Orang, 14 Ribu Warga Manggarai Timur Pilih Mengungsi Mandiri

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah Jadi 70 Orang, 14 Ribu Warga Manggarai Timur Pilih Mengungsi Mandiri

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:08 WIB

Geger Karnaval HUT RI, 3 Orang Jadi Tersangka Pemukulan Kapolsek dan Danramil Cicalengka

Geger Karnaval HUT RI, 3 Orang Jadi Tersangka Pemukulan Kapolsek dan Danramil Cicalengka

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:08 WIB

Perpres Ojol Diperluas, Tarif Antar Makanan dan Barang Bakal Diatur

Perpres Ojol Diperluas, Tarif Antar Makanan dan Barang Bakal Diatur

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:06 WIB

Menimbang Operasional Koperasi: Cukup dengan Modal vs Model Bisnis Matang

Menimbang Operasional Koperasi: Cukup dengan Modal vs Model Bisnis Matang

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:00 WIB

×