Polri Pastikan Dukung Kebijakan Pemerintah Jika Ganja Medis Dilegalkan

Erick Tanjung, Muhammad Yasir

Jum'at, 01 Juli 2022 | 19:37 WIB
Polri Pastikan Dukung Kebijakan Pemerintah Jika Ganja Medis Dilegalkan
Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan. (Dok. Humas Polri)

Suara.com - Polri akan mendukung pemerintah jika nantinya melegalkan ganja untuk medis. Sekaligus akan melakukan antisipasi terkait potensi terjadinya penyalagunaan.

"Apapun yang menjadi kebijakan pemerintah, tentu Polri akan mendukung itu sepanjang kebijakan itu untuk kepentingan masyarakat banyak," kata Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Jumat (1/7/2022).

Terkait upaya antisipasi terhadap penyalahgunaan ganja medis, kata Ramadhan, Polri nantinya akan berpedoman pada peraturan yang dibentuk.

"Kita lihat pasti akan dikaji, diatur bagiamana kebijakannya tersebut. Tentu itu melalui proses medis yang mana ada takarannya pasti," ujarnya.

Isu ganja untuk kepentingan medis ini mencuat setelah seorang ibu bernama Santi Warastuti asal Sleman, Yogyakarta, beserta anaknya Pika yang mengidap cerebral palsy atau gangguan kemampuan koordinasi tubuh, melakukan aksi damai di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta pada Car Free Day (CFD), Minggu (26/6).

Santi berjalan dengan memegang papan putih dengan tulisan besar "Tolong Anakku Butuh Ganja Medis".

Perempuan tersebut menyeru supaya Mahkamah Konstitusi segera memberikan putusan dalam upaya uji materi UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika yang dilayangkan olehnya serta sejumlah orang tua pasien cerebral palsy dan lembaga swadaya masyarakat.

Uji materi yang diajukan pada November 2020 itu bertujuan supaya Narkotika Golongan I, termasuk ganja, dapat digunakan untuk kepentingan penelitian dan pelayanan kesehatan atau terapi.

"Tolong angkat kekuatiran saya, beri saya kepastian. Beri kami kepastian," tulis Santi dalam surat terbuka kepada MK yang juga tersebar di media sosial.

baca juga

Meskipun banyak orang melaporkan manfaat ganja sebagai pereda rasa sakit dan kejang, pengetahuan mengenai efek ganja medis pada anak-anak dan remaja dengan kondisi kronis masih terbatas. Bagaimanapun, sejumlah lembaga swadaya masyarakat mengatakan ganja medis tetap perlu tersedia sebagai pilihan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Guru Besar Farmasi UGK, Ganja Medis Bisa Jadi Alternatif Obat Tapi Bukan Pilihan Utama

Guru Besar Farmasi UGK, Ganja Medis Bisa Jadi Alternatif Obat Tapi Bukan Pilihan Utama

Malang | Jum'at, 01 Juli 2022 | 18:56 WIB

Angkat Suara Soal Ganja Medis, Pakar Farmakologi: Mestinya yang Dilegalisasi Bukan Tanamannya

Angkat Suara Soal Ganja Medis, Pakar Farmakologi: Mestinya yang Dilegalisasi Bukan Tanamannya

Health | Jum'at, 01 Juli 2022 | 10:26 WIB

Pakar Sebut Senyawa di Ganja Bisa Dipakai untuk Obat Antikejang

Pakar Sebut Senyawa di Ganja Bisa Dipakai untuk Obat Antikejang

Lampung | Jum'at, 01 Juli 2022 | 11:10 WIB

Terkini

BRI Perkuat Tata Kelola Dengan Budaya Integritas dan Antikorupsi

BRI Perkuat Tata Kelola Dengan Budaya Integritas dan Antikorupsi

Batam | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:35 WIB

Akademisi UGM: NCB Perampasan Aset Hanya Bisa Dilakukan Kalau Ada Proses Pidana

Akademisi UGM: NCB Perampasan Aset Hanya Bisa Dilakukan Kalau Ada Proses Pidana

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:34 WIB

Gantikan Presisi, Polri Resmi Usung Slogan Baru 'Polisi Bersama Masyarakat'

Gantikan Presisi, Polri Resmi Usung Slogan Baru 'Polisi Bersama Masyarakat'

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:33 WIB

Resmi, Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN Buntut Temuan Fasilitas Mewah

Resmi, Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN Buntut Temuan Fasilitas Mewah

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:32 WIB

PELOPOR BRI 2026, Langkah BRI Perkuat Integritas di Semua Lini

PELOPOR BRI 2026, Langkah BRI Perkuat Integritas di Semua Lini

Bali | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:31 WIB

Jejak Herry Heryawan di Riau, Naik Pangkat saat Karhutla Masih Jadi Sorotan

Jejak Herry Heryawan di Riau, Naik Pangkat saat Karhutla Masih Jadi Sorotan

Riau | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Posisi Jarak Ideal Kulkas dari Dinding agar Kompresor Tidak Cepat Panas dan Awet

Posisi Jarak Ideal Kulkas dari Dinding agar Kompresor Tidak Cepat Panas dan Awet

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Kisah Pak Rejo PLTMH Kedungrong, Modal Otodidak Wujudkan Listrik Tanpa PLN

Kisah Pak Rejo PLTMH Kedungrong, Modal Otodidak Wujudkan Listrik Tanpa PLN

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Dapat Respons Besar di India, Anime Obocchama-kun Resmi Hadirkan Seri Baru

Dapat Respons Besar di India, Anime Obocchama-kun Resmi Hadirkan Seri Baru

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:30 WIB

AFC Siapkan Gebrakan Besar: Nations League Bakal Ubah Jalan Timnas Indonesia ke Piala Dunia

AFC Siapkan Gebrakan Besar: Nations League Bakal Ubah Jalan Timnas Indonesia ke Piala Dunia

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 15:28 WIB

×