Dilanda Kekeringan Parah, Australia Kehilangan Banyak Spesies, Terancam Punah 20 Tahun Ke Depan

Bangun Santoso

Selasa, 19 Juli 2022 | 08:41 WIB
Dilanda Kekeringan Parah, Australia Kehilangan Banyak Spesies, Terancam Punah 20 Tahun Ke Depan
ILUSTRASI: Seekor kuda tengah merumput di lokasi lahan yang terbakar di Australia. (Foto: AFP / Saeed Khan)

Suara.com - Australia kehilangan lebih banyak spesies mamalia dibandingkan benua lain dan menjadi salah satu negara dengan tingkat penurunan jumlah spesies terburuk, demikian menurut laporan lingkungan lima tahunan yang dirilis pemerintah, Selasa (19/7/2022).

Hewan-hewan seperti kadal ekor biru (Cryptoblepharus egeriae) diketahui hanya ada di penangkaran.

Tikus batu sentral (Zyzomys pedunculatus) dan kalong Pulau Natal (Pteropus melanotus natalis) adalah mamalia yang dianggap paling terancam punah dalam 20 tahun ke depan, yang terutama disebabkan oleh kemunculan spesies pemangsa. Populasi pohon cendana (Santalum album) juga menurun.

Laporan itu muncul setelah Australia dilanda kekeringan, kebakaran lahan, dan banjir dalam lima tahun terakhir.

Kenaikan suhu di darat dan laut, perubahan pola kebakaran dan curah hujan, kenaikan muka air laut dan asidifikasi samudra, disebut membawa dampak signifikan yang akan terus terjadi.

"Laporan Kondisi Lingkungan ini dokumen yang mengejutkan, menceritakan krisis dan penurunan kualitas lingkungan hidup Australia, dan satu dekade kelambanan dan pengabaian pemerintah," kata Menteri Lingkungan Hidup Tanya Plibersek lewat pernyataan.

Pemerintah sebelumnya menerima laporan itu pada akhir 2021, kata dia, dan sebaliknya, pemerintahan baru Partai Buruh akan menjadikan program lingkungan hidup sebagai prioritas. Plibersek menegaskan dirinya tidak akan menghindar dari persoalan lingkungan itu.

Jumlah spesies yang dimasukkan ke dalam daftar terancam punah atau kategori yang lebih tinggi bertambah 8 persen dari laporan sebelumnya pada 2016.

Jumlahnya akan bertambah dengan cepat sebagai akibat dari kebakaran lahan yang melanda Australia pada 2019-2020.

baca juga

Kebakaran lahan yang dijuluki "Black Summer" itu telah membunuh atau mengusir sekitar 1 miliar hingga 3 miliar ekor hewan dan membakar 9 persen habitat koala.

Anggaran yang diperlukan untuk menyelamatkan spesies yang terancam punah diperkirakan mencapai 1,69 miliar dolar Australia (Rp17,23 triliun) per tahun, tulis laporan itu.

Disebutkan pula bahwa anggaran pemerintah sebelumnya untuk spesies terancam punah hanya 49,6 juta dolar Australia (Rp505,55 miliar).

Suhu rata-rata di daratan Australia telah meningkat sebesar 1,4 derajat Celcius sejak awal abad ke-20.

"Permukaan air laut terus meningkat lebih cepat daripada rata-rata global dan mengancam masyarakat pesisir," kata laporan itu.

Banyak ekosistem besar di negara itu terancam oleh perubahan iklim dan cuaca ekstrem, katanya. Salah satunya adalah Great Barrier Reef, yang telah mengalami pemutihan karang besar-besaran.

Laporan itu juga menyoroti ancaman asidifikasi atau pengasaman samudra yang disebabkan oleh penyerapan karbon dioksida dari udara.

Kondisi itu dinilai sudah mendekati titik kritis yang akan menyebabkan penurunan karang muda, unsur penting dalam pemulihan karang. (Sumber: Antara/Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini 4 Negara Calon Tuan Rumah Piala Asia 2023 Termasuk Indonesia

Ini 4 Negara Calon Tuan Rumah Piala Asia 2023 Termasuk Indonesia

Bogor | Senin, 18 Juli 2022 | 21:39 WIB

Pekerja Lepas yang Terinfeksi COVID di Australia Akan Dibayar 750 Dolar

Pekerja Lepas yang Terinfeksi COVID di Australia Akan Dibayar 750 Dolar

Metro | Senin, 18 Juli 2022 | 19:11 WIB

Timnas Basket Indonesia Kalah dari Australia di FIBA Asia Cup 2022

Timnas Basket Indonesia Kalah dari Australia di FIBA Asia Cup 2022

Foto | Minggu, 17 Juli 2022 | 07:30 WIB

Hasil FIBA Asia Cup 2022: Timnas Basket Indonesia Ditekuk Australia 53-78

Hasil FIBA Asia Cup 2022: Timnas Basket Indonesia Ditekuk Australia 53-78

Sport | Sabtu, 16 Juli 2022 | 19:47 WIB

Berikut Link Live Streaming Timnas Basket Indonesia vs Australia di FIBA Asia Cup 2022

Berikut Link Live Streaming Timnas Basket Indonesia vs Australia di FIBA Asia Cup 2022

Sport | Sabtu, 16 Juli 2022 | 17:47 WIB

FIBA Asia Cup: Johannis Winar Yakin Masih Ada Peluang Timnas Basket Indonesia Kalahkan Australia

FIBA Asia Cup: Johannis Winar Yakin Masih Ada Peluang Timnas Basket Indonesia Kalahkan Australia

Sport | Jum'at, 15 Juli 2022 | 23:25 WIB

Australia Siapkan Bantuan Vaksin dan Pelatihan Tenaga Medis untuk Antisipasi PMK di Indonesia

Australia Siapkan Bantuan Vaksin dan Pelatihan Tenaga Medis untuk Antisipasi PMK di Indonesia

Batam | Sabtu, 16 Juli 2022 | 09:00 WIB

Terkini

Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?

Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:05 WIB

Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak

Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:54 WIB

Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen

Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:46 WIB

Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan

Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:13 WIB

Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia

Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:56 WIB

Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam

Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:47 WIB

Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret

Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:15 WIB

Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi

Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:50 WIB

Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!

Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:49 WIB

Parkir Ditutup Tenda Didirikan, PN Jaktim Antisipasi Massa Pendukung Sidang Perdana dr Tifa

Parkir Ditutup Tenda Didirikan, PN Jaktim Antisipasi Massa Pendukung Sidang Perdana dr Tifa

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:42 WIB

×