Mampu Sejajarkan Pesantren dengan Pendidikan Formal Umum Jadi Alasan Santri di Mojokerto Beri Dukungan untuk Ganjar

Iwan Supriyatna | Suara.com

Selasa, 23 Agustus 2022 | 07:22 WIB
Mampu Sejajarkan Pesantren dengan Pendidikan Formal Umum Jadi Alasan Santri di Mojokerto Beri Dukungan untuk Ganjar
Santri di Mojokerto yang ikut menggemakan 'Ganjar Presiden 2024' melalui acara 'Mojokerto Bersholawat' yang diinisiasi jaringan relawan SDG (Santri Dukung Ganjar) Jawa Timur. 

Suara.com - Gerakan 'Ganjar Pranowo Presiden 2024' terus meluas ke berbagai daerah di seluruh Indonesia. Kali ini, giliran ribuan santri di Mojokerto yang ikut menggemakan 'Ganjar Presiden 2024' melalui acara 'Mojokerto Bersholawat' yang diinisiasi jaringan relawan SDG (Santri Dukung Ganjar) Jawa Timur. 

Kegiatan yang digelar di Lapangan Sajen, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur ini sedianya menargetkan massa 4.000 orang. Namun karena daya tarik sosok Ganjar yang diusung Santri Dukung Ganjar, massa yang datang membludak hingga 10.000 orang yang terdiri dari santri dan masyarakat yang berasal dari dalam dan luar Jawa Timur. 

Huriyahi, Koordinator Wilayah (Korwil) Santri Dukung Ganjar Jawa Timur menyampaikan, dukungan kalangan santri untuk Ganjar lantaran dinilai selalu mendukung moderasi beragama di kalangan pesantren. Menurut Huriyahi, Ganjar satu di antara sedikit pemimpin yang selalu optimistis bahwa pesantren mampu mencetak santri yang dapat ikut memajukan Bangsa dan Negara Indonesia. 

Hal itu dibuktikan Ganjar dengan langkah konkret, yakni memperjuangkan terbitnya Peraturan Daerah (Perda) Tentang Pesantren yang bertujuan agar pesantren mampu sejajar dengan pendidikan formal. Di Jawa Tengah, Ganjar bersama DPRD Jawa Tengah pun telah bersepakat untuk segera membuat Perda Tentang Pesantren. 

"Karena Pak Ganjar adalah sosok yang dekat dengan kyai, ulama serta beliau juga sangat mendukung moderasi beragama. Moderasi beragama yang didorong beliau adalah yang mana kalangan pesantren mampu bersaing dengan pendidikan-pendidikan yang umum, sehingga bisa memajukan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Huriyahi di lokasi.

Optimisme Ganjar terhadap kemajuan pesantren juga jadi alasan Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Fatchul Ulum Pacet, KH Ainul Mubarok menyatakan dukungannya untuk Ganjar di Pemilu 2024 mendatang. Menurutnya, sejarah panjang Kemerdekaan Bangsa Indonesia tak terlepas dari keikutsertaan perjuangan kalangan santri. 

Oleh sebab itu, Mubarok mengatakan ia bersama ribuan santri lainnya akan terus berdoa agar Bangsa Indonesia diberi sosok pemimpin berkualitas, yaitu Ganjar Pranowo. Dengan harapan, moderasi beragama di lingkungan pesantren semakin kuat dan enterpreneurship di kalangan santri bisa benar-benar berkembang secara Nasional, sehingga Indonesia bisa semakin maju dan sejahtera. 

"Negara kita tercinta ini dibangun juga oleh para santri, oleh kalangan pesantren. Jadi moderasi beragama itu sangat tepat sekali karena pesantren dan Indonesia itu memang tidak bisa dipisahkan. Dan itulah yang menjadi alasan kaum santri di Indonesia mendukung beliau. Kita berdoa, bermunajat, memohon kepada Allah melalui wasilah (perantara) sholawat, semoga 2024 Pak Ganjar Presiden Indonesia," tutur Mubarok. 

Rekam jejak Ganjar juga diakui santri Ponpes Darul Nikmah, Mojokerto. Perwakilan santri, Daiman Ridho menyebutkan, Ganjar memiliki rekam jejak yang sangat baik sebagai pemimpin. Produk perundang-undangan yang dia pelopori saat menjadi anggota DPR sangat membantu kehidupan rakyat banyak. Antara lain UU Desa. 

"Alhamdulillah dari rekam jejak beliau, beliau ini tokoh atau pemimpin teladan yang patut dicontoh. Karena sudah banyak sekali karya beliau di Jawa Tengah sebagai Gubernur. Sehingga Insya Allah beliau sangat layak jadi Presiden 2024. Maju terus Pak Ganjar untuk 2024," ungkap Ridho. 

Dengan begitu, Ridho meyakini, banyak kalangan masyarakat, khususnya santri, akan terus mendukung Ganjar Pranowo untuk menjadi orang nomor satu di Indonesia. 

Dalam kegiatan Santri Dukung Ganjar Jawa Timur kali ini juga turut dihadiri salah satu ulama nyentrik, Gus Ali Sodikin atau lebih dikenal Gus Ali Gondrong yang merupakan Pimpinan Gerakan Mafia Sholawat. Kehadiran Gus Ali Gondrong pun semakin menyemarakkan doa dan gema selawat Ganjar Presiden 2024.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ditanya soal Ganjar, Surya Paloh Kini Malah Blak-blakan Lirik Puan Maharani jadi Bacapres 2024

Ditanya soal Ganjar, Surya Paloh Kini Malah Blak-blakan Lirik Puan Maharani jadi Bacapres 2024

News | Senin, 22 Agustus 2022 | 17:01 WIB

Sambangi Ponpes di Banyumas, Ganjar Dukung Program Enterpreneur Para Santri

Sambangi Ponpes di Banyumas, Ganjar Dukung Program Enterpreneur Para Santri

Bisnis | Senin, 22 Agustus 2022 | 16:01 WIB

Dukungan Ridwan Kamil Jadi Capres 2024 Menguat, Kalahkan Prabowo dan Sandiaga Uno

Dukungan Ridwan Kamil Jadi Capres 2024 Menguat, Kalahkan Prabowo dan Sandiaga Uno

| Senin, 22 Agustus 2022 | 14:23 WIB

Terkini

Bidik Status Sister City, Jakarta Bakal Contek Kecanggihan Teknologi Shenzhen

Bidik Status Sister City, Jakarta Bakal Contek Kecanggihan Teknologi Shenzhen

News | Rabu, 22 April 2026 | 18:59 WIB

Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Apa Hambatan dalam Proses Negosiasi?

Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Apa Hambatan dalam Proses Negosiasi?

News | Rabu, 22 April 2026 | 18:51 WIB

IRGC Tangkap 2 Kapal di Sekitar Perairan Iran, Alasannya Bikin Kaget

IRGC Tangkap 2 Kapal di Sekitar Perairan Iran, Alasannya Bikin Kaget

News | Rabu, 22 April 2026 | 18:34 WIB

Italia Desak Gencatan Senjata dan Pembukaan Selat Hormuz

Italia Desak Gencatan Senjata dan Pembukaan Selat Hormuz

News | Rabu, 22 April 2026 | 18:29 WIB

Ungkap Alasan Polisikan Saiful Mujani, Relawan Prabowo: Narasi Makar Ganggu Kerja Presiden!

Ungkap Alasan Polisikan Saiful Mujani, Relawan Prabowo: Narasi Makar Ganggu Kerja Presiden!

News | Rabu, 22 April 2026 | 18:26 WIB

4 Bulan Tanpa Kejelasan, Korban Akademi Kripto Desak Polda Metro Segera Periksa Timothy Ronald

4 Bulan Tanpa Kejelasan, Korban Akademi Kripto Desak Polda Metro Segera Periksa Timothy Ronald

News | Rabu, 22 April 2026 | 18:23 WIB

Tentara Israel Blokade Jalan Sekolah di Umm al-Khair Menghambat Hak Pendidikan Siswa Palestina

Tentara Israel Blokade Jalan Sekolah di Umm al-Khair Menghambat Hak Pendidikan Siswa Palestina

News | Rabu, 22 April 2026 | 18:06 WIB

KPK Duga Sudewo Terima Fee Proyek DJKA Lewat Orang Kepercayaannya

KPK Duga Sudewo Terima Fee Proyek DJKA Lewat Orang Kepercayaannya

News | Rabu, 22 April 2026 | 18:00 WIB

Menlu Sugiono Tegas Tolak 'Pajak' di Selat Hormuz: Langgar Kebebasan Navigasi

Menlu Sugiono Tegas Tolak 'Pajak' di Selat Hormuz: Langgar Kebebasan Navigasi

News | Rabu, 22 April 2026 | 17:56 WIB

Sasar Wilayah Tanpa Negeri, 103 Sekolah Swasta di Jakarta Resmi Gratis Mulai Juli Ini!

Sasar Wilayah Tanpa Negeri, 103 Sekolah Swasta di Jakarta Resmi Gratis Mulai Juli Ini!

News | Rabu, 22 April 2026 | 17:55 WIB