Nyaris Kabur, 5 Fakta Sosok Kuat Ma'ruf dan Perannya dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J

Ruth Meliana Dwi Indriani

Rabu, 24 Agustus 2022 | 19:11 WIB
Nyaris Kabur, 5 Fakta Sosok Kuat Ma'ruf dan Perannya dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J
Kuat Ma'ruf

Suara.com - Tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J telah ditetapkan oleh Mabes Polri ada lima orang  Kuat Ma’ruf merupakan salah satu tersangka yang terlibat dalam kasus pembunuhan yang direncanakan Ferdy Sambo.

Meski demikian, sosok Kuat Ma'ruf belum banyak diketahui publik. Berikut 5 fakta mengenai sosok Kuat Ma’ruf dan perannya dalam kasus pembunuhan Brigadir J:

Kuat Ma'ruf nyaris melarikan diri 

Kuat yang menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J sempat ingin melarikan diri saat akan ditangkap. Hal ini diungkapkan oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

"Kuat Maruf sempat ingin melarikan diri, namun berhasil kami tangkap," ucap Kapolri dalam rapat dengan pendapat (RDP) dengan anggota Komisi III DPR RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Rabu (24/9/2022).

Kuat Ma'ruf menjadi sosok kepercayaan Ferdy Sambo

Kuat merupakan sopir Irjen Sambo dan juga sudah lama menjadi asisten rumah tangga (ART) di keluarga Sambo. Ia disebut-sebut memiliki kekuasaan lebih bahkan di atas ajudan Ferdy Sambo yang merupakan anggota Polri. 

Kekuasaan tersebut muncul karena Kuat sudah lama menjadi bagian dari keluarga Sambo. Kuat sangat dipercaya keluarga Sambo, bukan hanya sekedar mengemudikan mobil, tetapi informasi dari Kuat juga begitu dipercayai Sambo.

Kuat menyebut ada adegan tak lazim Putri Candrawathi dan Brigadir J

baca juga

Kuat mengaku memergoki Brigadir J yang mendekati istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. Menurut pengakuannya, Brigadir J berupaya membopong Putri sambil berkata, ‘Jangan di sini dong’.

Kuat yang melihat peristiwa itu pun langsung meneriaki Brigadir J untuk tak menggendong Putri. Ia bahkan memarahi Brigadir J.

“Kamu siapa? Nggak ada yang angkat-angkat Ibu," kata Kuat.

Kuat juga mengaku memergoki kejadian janggal di Magelang saat Putri dan Brigadir J duduk berdekatan di sofa kamar. Kejadian tersebut membuatnya menduga bahwa Putri dan Brigadir J memiliki kedekatan khusus.

Tak sampai di situ, Kuat juga diduga melaporkan kejadian tersebut kepada Ferdy Sambo sehingga membuatnya marah besar.

Kuat disebut menyampaikan ancaman pembunuhan kepada Brigadir J

Kekasih Brigadir J, Vera Simanjutak menngatakan bahwa Brigadir J pernah mendapat ancaman pembunuhan yang dilakukan oleh ‘skuad’.

Namun, Vera tidak mengetahui siapa yang dimaksud ‘skuad’ yang mengancam Brigadir J. Belakangan, Kuat diduga merupakan sosok ‘skuad’ tersebut. 

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam sempat menjelaskan bahwa pihaknya berkomunikasi dengan Vera dan mendapatkan keterangan cukup detail. Keterangan tersebut mencakup ancaman pembunuhan pada 7 Juli malam hari.

Skuad yang dimaksud adalah Kuat Ma’ruf, yakni Si Kuat bukan skuad.

Ancaman pembunuhan tersebut muncul karena awalnya ada larangan Brigadir J menemui ibu Putri karena akan membuat Putri sakit. Jika nekat naik ke atas, maka Brigadir J akan dibunuh.

Satu-satunya warga sipil yang menjadi tersangka

Kelima tersangka yang ditetapkan oleh Mabes Polri adalah Irjen Ferdy Sambo, Bripka Ricky Rizal Wibowo alias Brigadir RR, Bharada Richard Eliezer Pudhihang Lumiu alias Bharada E dan Putri Cendrawathi.

Lalu Kuat Ma’ruf juga ditetapkan sebagai tersangka. Dari kelima tersangka yang ditetapkan Mabes Polri, hanya terdapat satu warga sipil yang terlibat yakni Kuat Ma’ruf.

Kontributor : Annisa Fianni Sisma

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Video Tumpukan 900 Miliar di Rumah Ferdy Sambo Dipastikan Bohong, Ini Kata Polri

Video Tumpukan 900 Miliar di Rumah Ferdy Sambo Dipastikan Bohong, Ini Kata Polri

Purwasuka | Rabu, 24 Agustus 2022 | 19:07 WIB

Pengacara Brigadir J Sebut Ortu Bharada E Disekap di Mako Brimob Depok

Pengacara Brigadir J Sebut Ortu Bharada E Disekap di Mako Brimob Depok

Serang | Rabu, 24 Agustus 2022 | 19:06 WIB

3 Hal yang Disinggung Komisi III DPR ke Kapolri: Isu Konsorsium 303 hingga Gaya Hidup Polisi

3 Hal yang Disinggung Komisi III DPR ke Kapolri: Isu Konsorsium 303 hingga Gaya Hidup Polisi

News | Rabu, 24 Agustus 2022 | 18:55 WIB

Politisi Golkar Harap Tak Ada Lagi Pihak yang Terbohongi Kasus Ferdy Sambo

Politisi Golkar Harap Tak Ada Lagi Pihak yang Terbohongi Kasus Ferdy Sambo

Sumedang | Rabu, 24 Agustus 2022 | 18:53 WIB

Kamarudin Bilang Orang Tua Bharada E Disekap di Mako Brimob, Kenapa?

Kamarudin Bilang Orang Tua Bharada E Disekap di Mako Brimob, Kenapa?

Cianjur | Rabu, 24 Agustus 2022 | 18:53 WIB

Janji Biayai Sekolah hingga S3, Pengacara Brigadir J Kamaruddin Simajuntak Siap Adopsi Anak-anak Ferdy Sambo

Janji Biayai Sekolah hingga S3, Pengacara Brigadir J Kamaruddin Simajuntak Siap Adopsi Anak-anak Ferdy Sambo

News | Rabu, 24 Agustus 2022 | 18:53 WIB

Terkini

Balas Kematian Warga Sipil, Iran Serang Fasilitas Militer AS di Dua Negara Teluk

Balas Kematian Warga Sipil, Iran Serang Fasilitas Militer AS di Dua Negara Teluk

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:31 WIB

KPK Dalami Dugaan Gratifikasi di MPR, Ma'ruf Cahyono Kembali Diperiksa

KPK Dalami Dugaan Gratifikasi di MPR, Ma'ruf Cahyono Kembali Diperiksa

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:28 WIB

Disrupsi AI: Bagaimana Teknologi Bisa Tingkatkan Kemampuan Berbahasa

Disrupsi AI: Bagaimana Teknologi Bisa Tingkatkan Kemampuan Berbahasa

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:22 WIB

Jejak Karier Febrie Adriansyah, Dari Jaksa di Jambi Hingga Jadi Jampidsus yang Dijaga Ketat TNI

Jejak Karier Febrie Adriansyah, Dari Jaksa di Jambi Hingga Jadi Jampidsus yang Dijaga Ketat TNI

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:17 WIB

Kebakaran TPA Jatiwaringin Ungkap Risiko Timbunan Sampah, Begini Penjelasan Peneliti BRIN

Kebakaran TPA Jatiwaringin Ungkap Risiko Timbunan Sampah, Begini Penjelasan Peneliti BRIN

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 13:07 WIB

DPR Warning Keras, Tak Boleh Ada Pihak Intervensi Kasus Korupsi Batu Bara

DPR Warning Keras, Tak Boleh Ada Pihak Intervensi Kasus Korupsi Batu Bara

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:57 WIB

Menag Perketat Syarat Jadi Kyai dan Pesantren Usai Marak Kasus Pelecehan

Menag Perketat Syarat Jadi Kyai dan Pesantren Usai Marak Kasus Pelecehan

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:48 WIB

Uang yang Disita KPK dari Bupati Kuansing Ternyata Bagian dari 'Kembalian' Menhut Raja Juli

Uang yang Disita KPK dari Bupati Kuansing Ternyata Bagian dari 'Kembalian' Menhut Raja Juli

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:38 WIB

TNI Jaga Rumah Jampidsus, Pengamat Nilai Batas Ranah Sipil dan Militer Mulai Kabur

TNI Jaga Rumah Jampidsus, Pengamat Nilai Batas Ranah Sipil dan Militer Mulai Kabur

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:27 WIB

Santri Korban Pembakaran di Ponpes Lombok Alami Trauma Berat, Sering Teriak dan Halusinasi

Santri Korban Pembakaran di Ponpes Lombok Alami Trauma Berat, Sering Teriak dan Halusinasi

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:26 WIB

×