AS Umumkan Bantuan Kemanusian Untuk Pengungsi Rohingya

Bangun Santoso

Senin, 26 September 2022 | 13:35 WIB
AS Umumkan Bantuan Kemanusian Untuk Pengungsi Rohingya
Petugas memeriksa suhu tubuh para pengungsi etnis Rohingya saat proses evakuasi oleh TNI AL di Pelabuhan ASEAN, Krueng Geukuh, Aceh Utara, Aceh, Jumat (31/12/2021). ANTARA FOTO/Rahmad

Suara.com - Amerika Serikat (AS) pada Kamis mengumumkan bantuan kemanusiaan tambahan lebih dari USD170 juta untuk Rohingya di dalam dan di luar Myanmar serta untuk komunitas tuan rumah Bangladesh.

Dengan dana terbaru, total bantuan AS dalam menanggapi krisis pengungsi Rohingya telah mencapai hampir USD1,9 miliar sejak Agustus 2017, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan dalam sebuah pernyataan pers.

Bangladesh saat ini menampung lebih dari 1,2 juta pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari negara bagian Rakhine Myanmar setelah tindakan keras militer brutal pada Agustus 2017.

Dengan hampir USD138 juta untuk program-program khususnya di Bangladesh, program ini memberikan dukungan yang menopang kehidupan kepada lebih dari 940.000 pengungsi Rohingya, banyak dari mereka adalah yang selamat dari tindakan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan dan pembersihan etnis, dan 540.000 anggota komunitas tuan rumah yang murah hati di Bangladesh.

“Kami mendesak donor lain untuk berkontribusi kuat pada respon kemanusiaan dan meningkatkan dukungan kepada mereka yang terkena dampak kekerasan di Burma (Myanmar),” kata Blinken dalam pernyataannya.

“Mengakui bahwa kondisi di Burma saat ini tidak memungkinkan untuk pemulangan dan reintegrasi Rohingya yang terlantar dengan aman, sukarela, bermartabat dan berkelanjutan, kami bekerja sama dengan Pemerintah Bangladesh, Rohingya, dan orang-orang di Burma untuk menemukan solusi bagi krisis tersebut,” ungkap dia.

Sementara itu, Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina pada Kamis mengatakan di sebuah acara tingkat tinggi tentang krisis Rohingya di sela-sela Majelis Umum PBB bahwa Bangladesh harus menghabiskan sekitar USD1,22 miliar per tahun untuk pengungsi Rohingya. (Sumber: Anadolu)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

528 Pengungsi Rohingya yang Ditahan Imigrasi Malaysia Melarikan Diri

528 Pengungsi Rohingya yang Ditahan Imigrasi Malaysia Melarikan Diri

News | Rabu, 20 April 2022 | 14:37 WIB

Dianggap Sebarkan Konten Pemicu Genosida Rohingya,  Facebook Dituntut Rp 2.870 Triliun

Dianggap Sebarkan Konten Pemicu Genosida Rohingya, Facebook Dituntut Rp 2.870 Triliun

News | Selasa, 07 Desember 2021 | 13:49 WIB

Militer Myanmar Berkumpul di Daerah Bergejolak, PBB Khawatir Akan Ada Bencana HAM Baru

Militer Myanmar Berkumpul di Daerah Bergejolak, PBB Khawatir Akan Ada Bencana HAM Baru

News | Sabtu, 23 Oktober 2021 | 13:54 WIB

Bentrok Berdarah di Kamp Pengungsi Rohingya, 6 Orang Tewas dan 10 Lainnya Terluka

Bentrok Berdarah di Kamp Pengungsi Rohingya, 6 Orang Tewas dan 10 Lainnya Terluka

News | Jum'at, 22 Oktober 2021 | 19:10 WIB

Warga Rohingya di Pulau Terpencil Bangladesh: Kami Merasa Seperti di Penjara

Warga Rohingya di Pulau Terpencil Bangladesh: Kami Merasa Seperti di Penjara

Jatim | Selasa, 01 Juni 2021 | 19:49 WIB

Corona Hantui Kamp Pengungsi, 15 Ribu Warga Rohingya Dikarantina

Corona Hantui Kamp Pengungsi, 15 Ribu Warga Rohingya Dikarantina

News | Selasa, 26 Mei 2020 | 11:14 WIB

Kamp Rohingnya di Bangladesh Terbakar, 330 Gubuk Musnah

Kamp Rohingnya di Bangladesh Terbakar, 330 Gubuk Musnah

News | Rabu, 13 Mei 2020 | 12:09 WIB

Terkini

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

News | Kamis, 05 November 2026 | 23:14 WIB

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 22:44 WIB

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 22:38 WIB

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 22:34 WIB

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 22:25 WIB

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:10 WIB

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:02 WIB

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:55 WIB

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 21:52 WIB

×