Maulid Nabi 2022 Berapa Hijriah? Sambut Hari Kelahiran Rasulullah Sebentar Lagi

Kamis, 29 September 2022 | 14:04 WIB
Maulid Nabi 2022 Berapa Hijriah? Sambut Hari Kelahiran Rasulullah Sebentar Lagi
Sejumlah warga menggotong barang sedekah saat Perayaan Maulid Nabi Muhammad di Kampung Sukalila, Kelapa Dua, Serang, Banten, Selasa (19/10/2021). - Maulid Nabi 2022 berapa hijriah [ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman]

Suara.com - Saat ini umat Islam sudah memasuki bulan Rabiul Awal, bulan kelahiran Rasulullah SAW. Pada 12 Rabiul Awal, hari lahir Nabi Muhammad SAW biasanya akan diperingati sebagai Maulid Nabi. Lantas, Maulid Nabi 2022 berapa hijriah?

Peringatan Maulid Nabi sangat dinantikan oleh umat Muslim. Di hari kelahiran nabi, ada banyak tradisi meriah menyambut kegembiraan.

Maulid Nabi menjadi salah satu momen penting dalam sejarah Islam. Lantas, Maulid Nabi 2022 berapa hijriah?

Maulid Nabi 2022 Berapa Hijriah

Merujuk pada kalender Islam, peringatan Maulid Nabi 2022 jatuh pada 12 Rabiul Awal 1444 Hijriah. Itu artinya, Maulid Nabi 2022 tahun ini jatuh pada tahun 1444 hijriah. Sementara itu, dalam kalender masehi Maulid Nabi 2022 jatuh pada tanggal 8 Oktober 2022.

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2022, Maulid Nabi masuk sebagai salah satu hari libur nasional.

Dengan demikian, pada saat momen Maulid Nabi seluruh aktivitas perkantoran dan sekolah diliburkan. Namun sayangnya libur tanggal merah ini jatuh di akhir pekan, yakni hari Sabtu.

Bagi pekerja dengan sistem kerja 5 hari kerja sepertinya tanggal merah di akhir pekan tidak akan berdampak apapun. Sebab mereka tetap akan libur tanpa ada tanggal merah di akhir pekan.

Sementara bagi para pekerja dengan sistem kerja 6 hari kerja, tentu tanggal merah diakhir pekan sangat dinantikan.

Baca Juga: 5 Tradisi Maulid Nabi di Indonesia: Masak Nasi Suci Ulam hingga Menghiasi Perahu Nelayan

Hukum Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW

Banyak orang yang ragu hendak merayakan Maulid Nabi sebab dianggap sebagai bentuk bid'ah. Namun, apa hukum merayakan Maulid Nabi sebenarnya?

Dikutip dari MUI, hukum merayakan Maulid Nabi diizinkan dan tidak termasuk sebagai bid'ah dhalalah atau mengada-ada yang burul. Merayakan hari kelahiran Rasulullah justru termasuk sebagai bid'ah hasanah atau sesuatu yang baik.

Hingga kini tidak ditemukan dalil yang mengharamkan seseorang merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sebaliknya, justru ada beberapa dalil yang mengizinkan merayakan Maulid Nabi.

Tak hanya itu, Rasulullah semasa hidupnya juga merayakan kelahirannya dengan puasa Senin, puasa hari lahirnya sebagai bentuk syukur. Hal ini merujuk pada hadis Muslim yang artinya sebagai berikut.

"Dari Abi Qotadah al-Anshori RA sesungguhnya Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai puasa hari senin. Rasulullah SAW menjawab: Pada hari itu aku dilahirkan dan wahyu diturunkan kepadaku". (HR Muslim).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI