Begini Cara Dapat STB Gratis dari Kominfo Usai Siaran TV Analog Dihentikan

Aulia Hafisa | Suara.com

Sabtu, 05 November 2022 | 10:15 WIB
Begini Cara Dapat STB Gratis dari Kominfo Usai Siaran TV Analog Dihentikan
Ilustrasi STB - Cara Dapat STB Gratis dari Kominfo (Unsplash)

Suara.com - Siaran TV analog resmi disetop via program Analog Switch Off (ASO) di 222 wilayah termasuk Jabodetabek pada Rabu, 2 November 2022 pukul 24.00 WIB. Untuk menonton tv digital, masyarakat membutuhkan set top box (STB). Ketahui cara dapat STB gratis dari Kominfo pada informasi berikut ini. 

Atas kebijakan itulah, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberikan bantuan berupa set top box (STB) gratis bagi warga berkategori miskin demi kelancaran program migrasi siaran TV analog ke TV digital. 

Masyarakat yang memiliki TV analog tidak perlu membeli TV digital untuk menonton program siaran. Sebab hanya perlu menambahkan STB yang mendukung siaran Digital Video Broadcasting-Second Generation Terrestrial (DVB-T2). STB sendiri merupakan sebuah alat dekoder yang mampu mengonversi sinyal digtal menjadi bentuk gambar dan suara agar dapat ditampilkan di TV analog. Dengan STB inj, masyarakat tetap bisa menonton siaran TV digital di televisi analog. 

Jumlah keseluruhan, ada 6,7 juta unit STB gratis yang akan segeradidistribusikan. Sebanyak 5,7 juta uit subsidi itu berasal dari komitmen Lembaga Penyelenggara Multipleksing (LPS) dan pemerintah sebanyak 1 juta unit. 

Secara nasional, STB telah disalurkan kepada 1 juta rumah tangga kategori miskin di sejumlaj wilayah. Untuk wilayah Jabodetabek, pemerintah sudah menyalurkan sebanyak 479.307 unit STB per 1 November (atau sekitar 98,7 persen dari target). 

Akan tetapi, tidak semua masyarakat berhak untuk menerima subsidi STB gratis ini. Hanya masyarakat yang termasuk kategori Rumah Tangga Miskin (RTM) saja yang akan berhak mendapat subsidi STB gratis. 

Hal itu sesuai dehgan amanat PP No. 46 tahun 2021 terkait Pos, Telekomunikasi dan Penyiaran yang menyebut jika distribusi STB ditujukan pada RTM berdasarkan desil-1 yang tercatat dalam data Percepatan Pensasaran Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). 

Menurut Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), Desil-1 ini merujuk pada kelompok rumah tangga yang taraf kesejahteraanya masuk dalam 10 persen terendah. Sehingga, hanya masyarakat yang masuk dalam desil-1 di data P3KE saja yang akan berhak menerima subsidi STB gratis. 

Bagi masyarakat yang masuk dalam kategori RTM, namun tak kunjung mendapatkan STB gratis hingga tanggal 2 November 2022, Kominfo telah membuka posko pengajuan mandiri melalui laman https://cekbantuanstb.kominfo.go.id/. 

Lantas bagaimana cara dapat STB gratis dari Kominfo? Ketahui syarat dan langkah-langkahnya pada ulasan di bawah ini. 

Syarat Dapat STB Gratis dari Kominfo 

Berikut beberapa syarat yang harus disiapkan untuk mendapatkan STB garatis dari Kominfo: 

1. Memiliki e-KTP 

2. Rumah tangga miskin akan tetapu memiliki televisi dan terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). 

3. Lokasi rumah berada di cakupan wilayaj siaran televisi yang akan terdampak ASO. 

Cara dapat STB Gratis dari Kominfo 

Setelah syarat-syarat terpenuhi, masyarakat yang masuk kategori RTM, dapat melakukan pengajuan mandiri untuk mendapatkan STB gratis dari Kominfo. Berikut ini langkah-langkahnya: 

• Buka situs https://cekbantuanstb.kominfo.go.id/  

• Masukkan NIK serta kode captcha pada kolom yang tersedia 

• Kemudian klik "Pencarian" 

• Apabila Anda terdaftar sebagai penerima bantuan, maka bisa langsung menghubungi kontak 159 atau mendatangi lokasi Posko Respon Cepat Penanganan Bantuan STB dengan membawa KTP dan juga KK asli 

• Jika terjadi kendala dalam mengakses website di atas, maka Anda bisa menghubungi kontak 159 ataupun nomor telepon posko

Adapun Posko Respon Cepat Penanganan Bantuan STB untuk daerah Jabodetabek sudah dibuka sejak 2 hingga 4 November 2022 Posko beroperasi mulai pukul 08.00-19.00 di beberapa lokasi berikut ini. 

Daftar kontak dan lokasi posko bantuan STB gratis 

Provinsi DKI Jakarta 

• Lokasi di The Akmani Hotel, M-Floor, Ruang Venezia 2, Jl. H Wahid Hasyim No.91, Jakarta Pusat 

• Nomor kontak: 082123816097 

Kota Depok 

• Lokasi di Hotel Bumi Wiyata, lantai dasar Ruang Wahidin, Jl. Margonda Raya No.281, Kota Depok 

• Nomor kontak: 082123816099 

Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi 

• Lokasi di Hotel Amaroossa Grande, lantai lobi, Ruang Taj Mahal, Jl. A. Yani No.88, Kota Bekasi 

• Nomor kontak: 082123816095 

Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang 

• Lokasi di Hotel Novotel, lantai PL, Ruang Eureka, Jl. Jend. Sudirman No.1, Kota Tangerang 

• Nomor kontak: 082123816096 

Kota Tangerang Selatan 

• Lokasi di Grand Zuri BSD City, lantai 2, Ruang Mulia 4, Jl. Pahlawan Seribu, Kota Tangerang Selatan 

• Nomor kontak: 082123816098 

Kota Bogor, Kabupaten Bogor 

• Lokasi di Hotel Salak The Heritage, lantai 2 Ruang Batu Tullis dan lantai 1 Ruang Burangrang, Jl. Ir. H. Juanda No.8, Kota Bogor 

• Nomor kontak: 081212820047 

Selain menghubungi layanan posko, masyarakat juga bisa langsung menghubungi kontak Kominfo apabila masih mempunyai pertanyaan seputar ASO di nomor telpon 159 atau chat via WhatsApp dengan nomor 08118202208. 

ASO yang berlangsung pada 2 November 2022, digelar di 14 kabupaten dan kota di wilayah Jabodetabek, 173 kabupaten atau kota yang selama ini tidak pernah mendapatkan siaran televisi analog (non-terrestrial), dan juga 43 kabupaten atau kota lainnya. 

Begitulah tadi cara dapat STB gratis dari Kominfo. Masyarakat yang masuk dalam kategori RTM dan belum mendapatkan subsidi STB gratis, bisa maengajukan mandiri lewat posko yang disedikan Kominfo. Semoga bermanfaat! 

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftar Set Top Box Tersertifikasi dan Spesifikasi Umum STB untuk Nonton Siaran Digital

Daftar Set Top Box Tersertifikasi dan Spesifikasi Umum STB untuk Nonton Siaran Digital

| Sabtu, 05 November 2022 | 09:51 WIB

TV Analog Dihentikan, Ini Daftar Harga dan Merek STB yang Telah Disertifikasi Kominfo

TV Analog Dihentikan, Ini Daftar Harga dan Merek STB yang Telah Disertifikasi Kominfo

| Sabtu, 05 November 2022 | 08:30 WIB

Cerita Warga soal Migrasi ke TV Digital, Rela Beli Set Top Box Demi Nonton Piala Dunia 2022

Cerita Warga soal Migrasi ke TV Digital, Rela Beli Set Top Box Demi Nonton Piala Dunia 2022

Jakarta | Sabtu, 05 November 2022 | 08:05 WIB

Terkini

Alasan Tak Terduga Inggris Ogah Ikut Gerbong Trump Blokade Selat Hormuz

Alasan Tak Terduga Inggris Ogah Ikut Gerbong Trump Blokade Selat Hormuz

News | Senin, 13 April 2026 | 14:06 WIB

Iran Bongkar Taktik Licik AS di Islamabad, Kesepakatan Damai Gagal di Detik Terakhir

Iran Bongkar Taktik Licik AS di Islamabad, Kesepakatan Damai Gagal di Detik Terakhir

News | Senin, 13 April 2026 | 14:01 WIB

RDP DPR-BPIP Diwarnai Candaan, Willy Aditya Singgung Merger NasDem-Gerindra

RDP DPR-BPIP Diwarnai Candaan, Willy Aditya Singgung Merger NasDem-Gerindra

News | Senin, 13 April 2026 | 13:59 WIB

Perundingan Islamabad Buntu, Iran Siap Ladeni AS di Selat Hormuz

Perundingan Islamabad Buntu, Iran Siap Ladeni AS di Selat Hormuz

News | Senin, 13 April 2026 | 13:59 WIB

Akademisi Kritik Istilah Inflasi Pengamat dari Seskab Teddy, Sebut Pemerintah Mulai Antikritik

Akademisi Kritik Istilah Inflasi Pengamat dari Seskab Teddy, Sebut Pemerintah Mulai Antikritik

News | Senin, 13 April 2026 | 13:58 WIB

Gus Ipul: Pemerintah Kaji Tambahan Bansos untuk Jaga Daya Beli Masyaa

Gus Ipul: Pemerintah Kaji Tambahan Bansos untuk Jaga Daya Beli Masyaa

News | Senin, 13 April 2026 | 13:54 WIB

Jubir Jusuf Kalla Respons Laporan Polisi Terkait Dugaan Penistaan Agama saat Ceramah di UGM

Jubir Jusuf Kalla Respons Laporan Polisi Terkait Dugaan Penistaan Agama saat Ceramah di UGM

News | Senin, 13 April 2026 | 13:48 WIB

Misteri Jasad Luka Leher di Sungai Jombang: Tertelungkup Tanpa Identitas, Diduga Bukan Warga Sekitar

Misteri Jasad Luka Leher di Sungai Jombang: Tertelungkup Tanpa Identitas, Diduga Bukan Warga Sekitar

News | Senin, 13 April 2026 | 13:43 WIB

Kelompok Misterius Pro Iran Muncul Diklaim Lakukan Serangan di Eropa, Siapa?

Kelompok Misterius Pro Iran Muncul Diklaim Lakukan Serangan di Eropa, Siapa?

News | Senin, 13 April 2026 | 13:37 WIB

Fraksi PSI DPRD DKI Soroti Potensi Komersialisasi Air dan 'Pasar Tawanan' di Jakarta

Fraksi PSI DPRD DKI Soroti Potensi Komersialisasi Air dan 'Pasar Tawanan' di Jakarta

News | Senin, 13 April 2026 | 13:36 WIB