Loyalis Ganjar Sewot Jokowi Diminta Izin NasDem Dulu Sebelum Reshuffle: Surya Paloh Siapa?

Selasa, 10 Januari 2023 | 16:07 WIB
Loyalis Ganjar Sewot Jokowi Diminta Izin NasDem Dulu Sebelum Reshuffle: Surya Paloh Siapa?
Presiden RI Jokowi bersama Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Suara.com - Pernyataan Ketua DPP Partai NasDem, Effendy Choirie alias Gus Choi, soal pentingnya izin sebelum reshuffle kabinet Presiden Joko Widodo terus menjadi buah bibir.

Sebagai pengingat, Gus Choi menyebut Jokowi harusnya menghormati hak Partai NasDem sebagai pendukung setia dan berkonsultasi dahulu sebelum memutuskan reshuffle.

Pernyataan Gus Choi ini menuai beragam respons, salah satu yang vokal menyuarakan pendapat kontra adalah pegiat media sosial Mazdjo Pray.

Awalnya Mazdjo dengan nyelekit menyinggung pernyataan Gus Choi soal Jokowi bukan raja yang ujug-ujug menjadi penguasa tanpa dukungan partai.

Mazdjo Pray. (YouTube/COKRO TV)
Mazdjo Pray. (YouTube/COKRO TV)

"Pak Jokowi memang bukan raja, tapi dia presiden. Lah emang Surya Paloh itu siapa? Presiden bukan, raja juga bukan," kritik Mazdjo, dikutip dari kanal YouTube MindTV Indonesia, Selasa (10/1/2023).

"Apa karena Surya Paloh terlihat lebih sangar dan brewokan gitu makanya Pak Jokowi harus izin dulu sebelum melakukan reshuffle?" seloroh Mazdjo lebih lanjut.

Mazdjo menilai Gus Choi tidak memahami hukum tata negara. Pasalnya tidak ada regulasi yang mengatur presiden harus berkonsultasi apalagi meminta izin sebelum melakukan reshuffle kabinet. Di sisi lain, reshuffle kabinet juga merupakan hak prerogatif Jokowi sebagai presiden.

"Dengan pernyataan Effendy Choirie yang meminta Jokowi lapor dulu ke Surya Paloh kalau mau reshuffle, NasDem seolah memperlakukan Jokowi seperti pesuruhnya Surya Paloh. Ini kebalik!" tegas Mazdjo.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Nasdem Effendy Choirie di Kantor DPP Nasdem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Selasa (11/9/2018). [Suara.com/Chyntia Sami Bhayangkara]
Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Nasdem Effendy Choirie di Kantor DPP Nasdem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Selasa (11/9/2018). [Suara.com/Chyntia Sami Bhayangkara]

Dalam kesempatan yang sama, Mazdjo juga mengkritik Partai NasDem yang ribut sendiri karena berusaha berpolitik dua kaki. Pasalnya selama ini Partai NasDem sudah mendapatkan banyak keuntungan politik dengan menjadi koalisi Jokowi sejak tahun 2014.

Baca Juga: Lukas Enembe Akhirnya Ditangkap KPK, Jokowi: Semua Sama di Mata Hukum!

"Kalau semua keuntungan sebagai partai koalisi itu perlahan-lahan bakal sirna, itu bukan karena Pak Jokowi tidak tahu terima kasih. Tapi karena NasDem yang gatal pengin buru-buru berkuasa penuh dengan buru-buru angkat Anies sebagai bakal capres," ujar Mazdjo.

"Kemudian mem-branding Anies seolah-olah sebagai lawannya Pak Jokowi, antitesa Pak Jokowi, di mana menurut NasDem mereka akan terus dukung Pak Jokowi. Ini maksudnya NasDem gimana ya? Main dua kaki? Bermuka dua?" pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI