Kritik DPR RI Kepada Jokowi di Penghujung Jabatan: Pentingkah Mobil Listrik hingga IKN?

Farah Nabilla

Rabu, 24 Mei 2023 | 19:01 WIB
Kritik DPR RI Kepada Jokowi di Penghujung Jabatan: Pentingkah Mobil Listrik hingga IKN?
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). [setkab.go.id]

Suara.com - Kinerja Presiden Joko Widodo dikritik oleh anggota DPR pada saat Rapat Paripurna ke-24 Masa Sidang V Tahun Persidangan 2022-2023 yang berlangsung pada Selasa, (23/5/23). Kritikan tersebut disampaikan dari berbagai fraksi pada agenda tanggapan fraksi atas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2024.

Rapat tersebut juga dihadiri oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani. Ada beberapa isu yang disorot anggota parleen, termasuk sederet kebijakan terakhir Jokowi yang dikritik DPR RI.

1. Subsidi Mobil Listrik

Fraksi PDI Perjuangan, Demokrat, PAN, Partai NasDem, dan PKS menyampaikan kritik terkait subsidi mobil listrik. Para anggota DPR RI dari fraksi tersebut sepakat lebih baik peningkatan subsidi pupuk daripada subsidi mobil listrik.

Fraksi PDI Perjuangan berpendapat terdapat 65% lapangan usaha yang berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Lapangan usaha itu berasal dari sektor pertanian, perikanan, industri konstruksi, transportasi, perdagangan, dan pertambangan.

"Oleh karena itu pertumbuhan pada sektor ekonomi negara tersebut butuh intervensi pemerintah, intervensi jangan hanya mobil listrik saja, tapi pada sektor-sektor kerakyatan," kata Anggota DPR Fraksi PDIP Masinton di Ruang Rapat Paripurna DPR, Gedung Parlemen, Jakarta.

Kemudian kritik dari Partai NasDem menyoroti subsidi pupuk yang terus menurun selama 5 tahun terakhir. Pada 2019 menjadi Rp34,3 triliun, 2020 menjadi Rp31 triliun, 2021 menjadi Rp29,1 triliun, 2022 menjadi Rp25,3 triliun, dan 2023 menjadi Rp24 triliun. 
 
Substansi kritikan yang sama pun disampaikan PAN, PKS, dan Demokrat. PKS menganggap insentif pajak dan subsidi pemerintah ke mobil listrik adalah sikap keberpihakan pemerintah kepada masyarakat golongan atas karena masyarakat miskin tidak dapat memperolehnya.

2. Gaji PNS Harus Naik Pada 2024

Kebijakan yang dikritik DPR berikutnya adalah perihal tidak naiknya gaji PNS tahun 2023. Terdapat tiga fraksi yang menyinggung yakni Golkar, PPP, dan PKB.
 
Golkar menyatakan rencana kenaikan gaji PNS di tahun 2024 wajib diiringi persiapan inflasi. Oleh karenanya, Golkar mengingatkan agar target inflasi sebesar 1,5% hingga 3,5% harus dicermati ulang.

baca juga

Kemudian PKB menyoroti remunerasi yang masuk tunjangan kinerja PNS. Bagi PKB, ketentuan ini harus dirombak karena pemerintah belum efektif meminimalisir tindak korupsi di dalamnya.

Berikutnya PPP menyampaikan penting bagi pemerintah untuk rutin menaikkan gaji PNS 6-7% setiap tahun. Hal ini agar pendapatan mereka tidak tergerus inflasi.
 
"Pemerintah agar terus memperhatikan kesejahteraan ASN dan pensiunan ASN dengan konsisten menaikkan gaji pokok sebesar 6-7% setiap tahun. Ini penting agar gaji pokok dan pensiunan tidak tergerus inflasi," jelas Anggota DPR Fraksi PPP Muhammad Aras.

3. Kurangi Utang

Utang disoroti oleh PDIP, PKS, PAN, dan Demokrat. PDIP mengatakan pemerintah wajib mengoptimalkan sumber pembiayaan dalam negeri.
 
Sementara itu Demokrat meminta pemerintah tidak mudah berhutang karena naiknya rasio utang terhadap PDB. Berikutnya PKS menyatakan target keseimbangan primer APBN 2024 masih didesain bisa defisit hingga 0,43% dan surplus 0,003%, sehingga pemerintah masih butuh pembiayaan dari utang dan berisiko dari bunganya.
 
PAN memperingatkan bahwa utang telah melewati batas psikologis 30% dari pDB. Oleh sebab itu, pihaknya meminta pemerintah mengelola utang secara efektif, akuntabel, prudent, dan kredibel.

4. IKN Bukanlah Sebuah Prioritas

Kebijakan mercusuar dalam KEM PPKF 2024 dikritik oleh PKS dan Demokrat.Demokrat menilai anggaran IKN tidak prioritas dibandingkan kebutuhan untuk menstabilitaskan harga kebutuhan pokok masyarakat. Berikutnya PKS menilai kebijakan anggaran untuk IKN itu lebih baik untuk infrastruktur sektor pertanian.
 
"Fraksi PKS berpandangan pemerintah lebih baik menunda pemindahan IKN sehingga belanja tersebut dapat difokuskan pada pemulihan daya beli masyarakat. peningkatan kesejahteraan, peningkatan infrastruktur pertanian dan belanja yang berkeadilan lainnya," jelas Andi Akmal Pasluddin selaku anggota DPR RI dari Fraksi PKS.

Kontributor : Annisa Fianni Sisma

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah Mendesak Mendikbudristek Soal Kebutuhan Guru PPPK di Dapil, Kader Muda Golkar Dadan Wildan Bilang Ini

Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah Mendesak Mendikbudristek Soal Kebutuhan Guru PPPK di Dapil, Kader Muda Golkar Dadan Wildan Bilang Ini

Garut | Rabu, 24 Mei 2023 | 18:07 WIB

Sri Mulyani-JK Selfie Bareng Usai Kritik Utang Rp 1.000 Triliun, Warganet: di Depan Bu Ani Senyum-senyum

Sri Mulyani-JK Selfie Bareng Usai Kritik Utang Rp 1.000 Triliun, Warganet: di Depan Bu Ani Senyum-senyum

Sumatera | Rabu, 24 Mei 2023 | 17:29 WIB

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi Minta Permasalahan Guru PPPK Diambil Alih Pemerintah Pusat, Ini Sebabnya

Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Nur Purnamasidi Minta Permasalahan Guru PPPK Diambil Alih Pemerintah Pusat, Ini Sebabnya

Garut | Rabu, 24 Mei 2023 | 16:27 WIB

Komisi X DPR RI Gelar RDP Penuntasan Guru Honorer, Menteri Nadim Beberkan Tiga Pilar Solusi Permanen, Poin Dua Bikin Sekolah Happy

Komisi X DPR RI Gelar RDP Penuntasan Guru Honorer, Menteri Nadim Beberkan Tiga Pilar Solusi Permanen, Poin Dua Bikin Sekolah Happy

Garut | Rabu, 24 Mei 2023 | 15:24 WIB

AS Terancam Bangkrut, Ekonomi RI Kena Getahnya?

AS Terancam Bangkrut, Ekonomi RI Kena Getahnya?

Bisnis | Rabu, 24 Mei 2023 | 15:11 WIB

Sosok Dokter Ngabila Salama, PNS Dengan Gaji Rp34 Juta Sebulan

Sosok Dokter Ngabila Salama, PNS Dengan Gaji Rp34 Juta Sebulan

Bestie | Rabu, 24 Mei 2023 | 13:51 WIB

Profil Ngabila Salama, PNS Dinkes DKI Jakarta Pamer Gaji Rp 34 Juta Sebulan

Profil Ngabila Salama, PNS Dinkes DKI Jakarta Pamer Gaji Rp 34 Juta Sebulan

News | Rabu, 24 Mei 2023 | 12:51 WIB

Saham-saham di Wall Street Rontok, Gagal Bayar Utang AS Jadi Ancaman Nyata

Saham-saham di Wall Street Rontok, Gagal Bayar Utang AS Jadi Ancaman Nyata

Bisnis | Rabu, 24 Mei 2023 | 08:58 WIB

Terkini

Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata

Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 22:12 WIB

SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!

SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 21:17 WIB

Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat

Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 21:08 WIB

Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator

Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 21:07 WIB

UU Peradilan Militer Jadi Tameng Impunitas TNI! Aktivis Desak Reformasi Total

UU Peradilan Militer Jadi Tameng Impunitas TNI! Aktivis Desak Reformasi Total

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:57 WIB

Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan

Kapolri Buka Suara Usai Roy Suryo dan dr Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:47 WIB

Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya

Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:43 WIB

Terekam CCTV, Detik-detik Pasutri di Duren Sawit Gasak Motor Sambil Bawa Anak

Terekam CCTV, Detik-detik Pasutri di Duren Sawit Gasak Motor Sambil Bawa Anak

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:39 WIB

MBG Disetop Saat Libur Sekolah, BGN Disomasi: Ibu Hamil dan Balita Tetap Butuh Nutrisi!

MBG Disetop Saat Libur Sekolah, BGN Disomasi: Ibu Hamil dan Balita Tetap Butuh Nutrisi!

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:59 WIB

Dua Calon Pengelola KDMP Meninggal saat Ikut Latihan Militer

Dua Calon Pengelola KDMP Meninggal saat Ikut Latihan Militer

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:45 WIB