Gegara Politik Uang, Pengamat Sebut Calon dari Parpol Lebih Laku Ketimbang Independen

Dwi Bowo Raharjo, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 18 Juli 2024 | 12:11 WIB
Gegara Politik Uang, Pengamat Sebut Calon dari Parpol Lebih Laku Ketimbang Independen
Bakal pasangan calon independen atau perseorangan Dharma Pongrekun dan Kun Wardana mengantarkan syarat dukungan maju di Pilgub DKI, Jakarta, Minggu (12/5/2024). ANTARA/HO-KPU DKI/am.

Suara.com - Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar, Ujang Komaruddin, mengakui calon kepala daerah yang diusung partai politik (parpol) lebih laku dipilih masyarakat ketimbang calon dari jalur independen atau perseorangan. Menurutnya, hal ini terjadi karena politik uang alias money politic.

Ujang mengatakan, politik uang sudah menjadi budaya bagi masyarakat Indonesia. Jika tak memberikan uang, maka pemilih enggan memberikan suaranya untuk calon yang berkontestasi.

"Karena pemilu kita kan orientasinya kan lebih banyak money politic," ujar Ujang kepada Suara.com, Kamis (18/7/2024).

Ujang menyebut seharusnya ketika masyarakat sudah lelah dengan parpol dan tingkat kepercayaannya menurun, maka pemilih beralih mendukung calon independen.

"Ketika masyarakat tidak suka pada parpol, ketika parpol tidak dipercaya oleh masyarakat, maka mestinya jalur independen yang dipercaya, yang laku dijual. Tapi kan tidak," jelasnya.

Sementara dalam politik uang, calon independen kerap kali kalah dengan calon yang didukung parpol. Sebab, mereka harus mengeluarkan biaya dari kantong sendiri.

Berbeda dengan calon dari parpol yang disokong sejumlah pihak dan partainya sendiri dengan mesin politiknya.

"Ketika ada tawaran mendukung calon independen, lalu calon-calin dari partai menebar uang, maka mereka tidak akan memilih calon independen. Saya melihatnya seperti itu. Jadi aneh memang di kita ya," pungkasnya.

Pencalonan kepala daerah di Indonesia untuk jalur independen memang sepi peminat. Sejauh ini, untuk tingkatan provinsi, baru pasangan Dharma Pongrekun-Kun Wardana yang sudah menempuhnya hingga tahap verifikasi faktual berkas.

baca juga

Dharma-Kun sempat hampir kandas upayanya karena dokumen pendaftarannya ditolak oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Kemudian, ada lagi dua daerah di Jawa Tengah yang masih memiliki kontestan jalur independen, yakni di Sukoharjo dan Tegal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lawan Politik Uang di Pilkada Jakarta, Bawaslu DKI Tebar Ultimatum: Pelaku dan Penerima Bisa Dipidana!

Lawan Politik Uang di Pilkada Jakarta, Bawaslu DKI Tebar Ultimatum: Pelaku dan Penerima Bisa Dipidana!

Kotak Suara | Selasa, 16 Juli 2024 | 06:05 WIB

Setelah Beri Waktu Tambahan, Kini KPU DKI Nyatakan Berkas Pendaftaran Dharma-Kun Memenuhi Syarat

Setelah Beri Waktu Tambahan, Kini KPU DKI Nyatakan Berkas Pendaftaran Dharma-Kun Memenuhi Syarat

Kotak Suara | Kamis, 11 Juli 2024 | 11:43 WIB

Sebut Nagita Slavina, Cara PKB Dongkrak Popularitas Politik Bobby Nasution?

Sebut Nagita Slavina, Cara PKB Dongkrak Popularitas Politik Bobby Nasution?

Kotak Suara | Sabtu, 06 Juli 2024 | 09:48 WIB

Enggak Fair! Ketum FBR Tak Dukung Usulan Calon Kepala Daerah Independen Daftar Lewat Dukungan Ormas

Enggak Fair! Ketum FBR Tak Dukung Usulan Calon Kepala Daerah Independen Daftar Lewat Dukungan Ormas

Kotak Suara | Kamis, 04 Juli 2024 | 20:05 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×