Darmaningtyas: Kurikulum Merdeka Itu Merek Nadiem

Chandra Iswinarno | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 22 Juli 2024 | 19:28 WIB
Darmaningtyas: Kurikulum Merdeka Itu Merek Nadiem
Mendikbudristek Nadiem Makarim saat rapat kerja dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu (3/4/2024). [Tangkapan layar TV Parlemen]

Suara.com - Kurikulum Merdeka Belajar merupakan bentuk tindakan politisasi pendidikan. Pernyataan tersebut disampaikan pengamat pendidikan Darmaningtyas.

Menurutnya hal tersebut nampak jelas dengan pemberian label kurikulum yang sengaja diberi label 'Merdeka Belajar'. Padahal, kata Darmaningtyas, pemerintah sebelumnya tidak pernah spesifik memberikan label kurikulum.

Sementara kurikulum Merdeka Belajar ini seolah-olah sudah menjadi 'produk' dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim.

"Kurikulum tidak boleh bermerek. Kalau kurikulum Merdeka itu otomatis merek Nadiem. Kurikulum itu harus generik, bersifat nasional. Tidak melekat pada individu pembuat kebijakan," kata Darmaningtyas kepada Suara.com dihubungi Senin (22/7/2024).

Dia memprediksi nantinya nama kurikulum Merdeka Belajar itu bisa jadi kembali diubah bila Mendikbudristek berganti.

Aktivis Pendidikan Tamansiswa, Darmaningtyas. [Darmaningtyas/blogspot.com]
Aktivis Pendidikan Tamansiswa, Darmaningtyas. [Darmaningtyas/blogspot.com]

Padahal, merujuk dari kebijakan sebelumnya, kurikulum maupun kebijakan Pendidikan hanya dinamai berdasarkan tahun pembuatan kebijakan.

Dia mencontohkan berbagai kurikulum pendidikan yang pernah ada selalu merujuk pada tahun pembuatannya. Seperti kurikulum 1947, 1968, 1975, 1984, 1994, 2006, dan 2013.

"Ini lebih netral. Oleh karena itu, saya berharap ganti Menteri nanti kurikulum yang bermerk itu tidak boleh dilanjutkan, selagi belum melangkah jauh," ujarnya.

Dia menyampaikan bahwa perubahan kurikulum memang wajar saja terjadi, seiring mengikuti perkembangan zaman. Hanya saja, menurutnya, tidak seharusnya kurikulum pendidikan diberi label tertentu.

"Ini bukan hanya politisasi, tapi kapitalisasi juga. Karena dengan mencanangkan kurikulum Merdeka Belajar, mencanangkan seri-seri, tayang lewat online misalnya, menurut saya, itu bagian dari proses kapitalisasi," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebut Penghapusan Jurusan SMA Bikin Repot Pihak Sekolah, Pakar: Akhirnya Bohong-bohongan Saja, Cuma Ganti Istilah

Sebut Penghapusan Jurusan SMA Bikin Repot Pihak Sekolah, Pakar: Akhirnya Bohong-bohongan Saja, Cuma Ganti Istilah

News | Senin, 22 Juli 2024 | 13:52 WIB

Imbas Jurusan SMA Dihapus, Darmaningtyas: IPTEK di Indonesia Terancam Tertinggal

Imbas Jurusan SMA Dihapus, Darmaningtyas: IPTEK di Indonesia Terancam Tertinggal

News | Senin, 22 Juli 2024 | 11:39 WIB

Pengamat Pendidikan Soroti Kegagalan Guru dan Orang Tua Mendidik Siswa SMA: Tak Kenal Profil Minat Anak!

Pengamat Pendidikan Soroti Kegagalan Guru dan Orang Tua Mendidik Siswa SMA: Tak Kenal Profil Minat Anak!

News | Minggu, 21 Juli 2024 | 22:22 WIB

Terkini

Mendagri Tito Apresiasi BSPS, Program Perumahan Bantu Warga Kurang Mampu

Mendagri Tito Apresiasi BSPS, Program Perumahan Bantu Warga Kurang Mampu

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:13 WIB

Mahfud MD Curhat di DPD: Laporan Reformasi Polri Rampung, Tapi Belum Diterima Presiden

Mahfud MD Curhat di DPD: Laporan Reformasi Polri Rampung, Tapi Belum Diterima Presiden

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:07 WIB

Imigrasi Ngurah Rai Amankan Buronan Interpol Asal Inggris

Imigrasi Ngurah Rai Amankan Buronan Interpol Asal Inggris

News | Senin, 30 Maret 2026 | 20:38 WIB

Geledah Kantor PT AKT, Kejagung Temukan Tumpukan Dolar Senilai Rp 1 Miliar!

Geledah Kantor PT AKT, Kejagung Temukan Tumpukan Dolar Senilai Rp 1 Miliar!

News | Senin, 30 Maret 2026 | 20:01 WIB

Menaker Dorong Layanan Kemnaker Lebih Responsif dan Mudah Diakses Masyarakat

Menaker Dorong Layanan Kemnaker Lebih Responsif dan Mudah Diakses Masyarakat

News | Senin, 30 Maret 2026 | 19:42 WIB

AHY Umumkan Kelahiran Anak Kedua, Diberi Nama Arjuna Hanyokrokusumo Yudhoyono

AHY Umumkan Kelahiran Anak Kedua, Diberi Nama Arjuna Hanyokrokusumo Yudhoyono

News | Senin, 30 Maret 2026 | 19:09 WIB

Percakapan Singkat Seusai Maghrib Jadi Kenangan Terakhir Ayah Praka Farizal Sebelum Putranya Gugur

Percakapan Singkat Seusai Maghrib Jadi Kenangan Terakhir Ayah Praka Farizal Sebelum Putranya Gugur

News | Senin, 30 Maret 2026 | 19:02 WIB

H-1 MBG Kembali Beroperasi, Relawan SPPG Jakbar Gas Pol Bersihkan Dapur

H-1 MBG Kembali Beroperasi, Relawan SPPG Jakbar Gas Pol Bersihkan Dapur

News | Senin, 30 Maret 2026 | 19:02 WIB

Polisi Panggil Aiman soal Tudingan Ijazah Palsu Jokowi: Bukan Soal Pribadi Tapi Program Tayangan

Polisi Panggil Aiman soal Tudingan Ijazah Palsu Jokowi: Bukan Soal Pribadi Tapi Program Tayangan

News | Senin, 30 Maret 2026 | 18:58 WIB

Duka Mendalam atas Gugurnya Personel TNI, Menlu Sugiono Kecam Keras Serangan Israel di Lebanon

Duka Mendalam atas Gugurnya Personel TNI, Menlu Sugiono Kecam Keras Serangan Israel di Lebanon

News | Senin, 30 Maret 2026 | 18:54 WIB