Protein Hewani: Golden Ticket Menuju Masa Depan Anak Cerdas

Chyntia Sami Bhayangkara

Senin, 30 September 2024 | 12:45 WIB
Protein Hewani: Golden Ticket Menuju Masa Depan Anak Cerdas
protein hewani (freepik)
Isi Piringku Sekali Makan Kemenkes (Suara.com/Chyntia Sami)
Isi Piringku Sekali Makan Kemenkes (Suara.com/Chyntia Sami)

Pentingnya Protein Hewani

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Kementerian Kesehatan fokus mengkampanyekan pentingnya asupan protein hewani, khususnya untuk anak berusia di bawah dua tahun. Pemberian protein hewani pada anak memegang peranan penting meningkatkan kecerdasan anak.

“Kalau ingin sehat dan pintar, anak-anaknya tidak boleh kekurangan gizi, harus diberikan makanan pendamping ASI kaya protein hewani bisa telur, ikan, daging, supaya gizinya tidak kurang," kata Budi Gunadi dalam acara Peringatan Hari Gizi Nasional ke-64 di Jakarta (28/1/2024).

Setelah menambahkan protein hewani dalam piring makan anak, Budi meminta orang tua memantau kenaikan berat dan tinggi badan anak secara berkala di Posyandu. Kader Posyandu bisa langsung merekomendasikan anak dengan masalah kenaikan berat dan tinggi badan ke Puskesmas untuk dicari tahu penyebabnya, sehingga anak terhindar dari stunting.

Ahli gizi kesehatan masyarakat Universitas Indonesia, Prof. Dr. drg. Sandra Fikawati, MPH atau kerap disapa Fika mengatakan, protein sangat dibutuhkan untuk menunjang tumbuh kembang anak, khususnya anak berusia di bawah dua tahun. Anak di rentang usia ini memiliki pertumbuhan paling cepat dibandingkan usia lainnya, yaitu 20 sampai 25 cm per tahun sehingga harus mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk mendukung tumbuh dan kembangnya.

"Kalau di usia itu kurang protein, maka pertumbuhannya tidak optimal. Zat gizi yang paling dibutuhkan adalah protein khususnya protein hewani. Tidak sama antara protein hewani dengan protein nabati,” ujar Fika dalam press launch Olagud Japfa, Kamis (30/5/2024).

Meskipun sama-sama mengandung protein, protein hewani dan protein nabati memiliki kandungan gizi yang beda. Protein hewani memiliki zat-zat gizi yang lebih lengkap, mulai dari padat zat gizi makro dan mikro yang mudah diserap tubuh, kandungan faktor anti-nutrient rendah hingga mengandung IGF-1 yang mampu meningkatkan tinggi badan (khusus produk susu).

Protein hewani juga mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan. Dalam tubuh manusia membutuhkan sebanyak 20 jenis asam amino esensial, sembilan diantaranya hanya bisa didapatkan dari makanan. Makanan dengan kandungan asam amino yang lengkap hanya ditemui pada panganan protein hewani.

"Selain itu, berdasarkan temuan terbaru (Lotfi et al., 2022, Nature), konsumsi protein dapat menurunkan risiko obesitas yang secara metabolik tidak sehat," imbuh Fika.

Manfaat Protein Hewani (Suara.com/Chyntia Sami)
Manfaat Protein Hewani (Suara.com/Chyntia Sami)

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Maria Endang Sumiwi menambahkan, jumlah protein hewani yang diberikan juga harus beragam, tidak hanya satu jenis saja. Semakin banyak jenis protein hewani yang dikonsumsi, maka akan semakin menguntungkan dibandingkan konsumsi satu jenis protein hewani.

Selain itu, asupan protein hewani juga tidak hanya diberikan pada menu makanan utama saja, melainkan juga cemilan atau makanan ringan anak. Dengan demikian, asupan gizi harian anak akan benar-benar terjaga dan terhindar dari risiko stunting.

"Kemenkes sudah mengeluarkan banyak pedoman, banyak resep dan tips-tips yang bisa diakses di ayosehat.kemkes.go.id," kata Endang.

Pilihan Protein Hewani Berkualitas dari Japfa

Berbagai pangan kaya protein hewani bisa didapatkan dengan mudah di pasar tradisional maupun retail modern. Japfa menjadi salah satu produsen pangan protein hewani berkualitas dan terpercaya yang bisa menjadi pilihan masyarakat. Perusahaan agri-food terkemuka di Indonesia ini menyediakan berbagai pangan sumber protein hewani berupa daging olahan seperti nuget, siomay dan bakso, maupun produk daging utuh, seperti ayam utuh atau daging potong, untuk memenuhi gizi harian masyarakat.

Japfa mengembangkan metode peternakan ayam model sistem closed house dengan Standard Operating Procedure (SOP) yang ketat dan biosekuriti yang terkontrol. Hal ini untuk memastikan keamanan dan mencegah penyakit pada hewan ternak sehingga kualitas daging hewan ternak terjamin.

Untuk pangan dengan kandungan protein hewani yang lebih tinggi lagi, masyarakat bisa beralih ke ayam probiotik. Ayam probiotik adalah ayam yang dipelihara secara alami dan diberi pakan berupa makanan maupun minuman mengandung probiotik atau mikroorganisme baik.

Berdasarkan jurnal Poultry Science, probiotik dapat menekan pertumbuhan bakteri jahat, seperti E. coli dan Salmonella, hingga 85 persen. Ayam yang diberi pakan probiotik akan memiliki sistem pencernaan yang lebih baik, daya tahan tubuh meningkat sehingga tidak mudah sakit dan terhindar dari pemberian antibiotik. Dengan kondisi tubuh ayam yang sehat, penyerapan nutrisi melalui pakan menjadi maksimal sehingga ayam tidak perlu mendapatkan suntikan hormon untuk memacu pertumbuhannya.

"Ayam probiotik jauh lebih sehat sehingga menghasilkan kualitas ayam dengan tekstur yang baik, minim penggunaan antibiotik sehingga residu antibiotik sedikit dan menurunkan toksisitas," ujar ahli gizi Fina Cahya Hasanah, S.Gz, RD kepada Suara.com.

Meskipun ayam probiotik menggunakan pakan dengan kandungan mikroorganisme baik, hal ini tidak mengubah rasa dari daging ayam tersebut. Kualitas daging ayam justru semakin baik. Daging menjadi lebih empuk, lembut, segar dan bersih.

Belum lama ini Japfa meluncurkan produk ayam probiotik Olagud yang diternak oleh Japfa menggunakan metode pemeliharaan khusus. Ayam-ayam dibesarkan dalam lingkungan bebas sangkar (cage-free) sehingga memungkinkan mereka bergerak leluasa. Kandang ayam dirancang dengan sistem peternakan modern, di mana ada pengaturan suhu ideal secara otomatis, pengawasan kualitas air dan sanitasi yang ketat sehingga kebersihan terjamin.

“Kita punya biosekuriti yang ketat, mulai dari orang atau mobil masuk harus dibersihkan dulu. Ini untuk menjamin ayam kita dipelihara dalam kondisi baik, memastikan konsumen menerima Olagud terjamin kualitasnya,” ujar Marketing Manager Olagud Andre Sibuea.

Manfaat Ayam Probiotik (Suara.com/Chyntia Sami)
Manfaat Ayam Probiotik (Suara.com/Chyntia Sami)

Ayam-ayam probiotik Japfa juga diperdengarkan musik klasik Ludwig van Beethoven. Musik klasik memiliki rata-rata 100 ketukan per menit yang bisa membuat hewan ternak menjadi lebih tenang. Alunan musik klasik dan situasi kandang terjamin membuat ayam dapat hidup tanpa stres yang berdampak pada kualitas daging lebih baik.

Dari segi kandungan gizi, ayam probiotik memiliki nilai gizi lebih tinggi dibandingkan daging ayam biasa. Berdasarkan uji laboratorium yang dilakukan Olagud, ayam probiotik memiliki kadar lemak 0,4 gram per 100 gram daging dibandingkan ayam biasa memiliki kadar lemak 25 gram. Kadar kolesterol ayam probiotik sekitar 57,69 miligram per 100 gram daging jauh lebih rendah daripada ayam biasa yang berkisar antara 100-110 miligram per 100 gram daging. Selain itu, kandungan kolagen pada ayam probiotik juga meningkat signifikan, terutama di bagian ceker, kepala, leher dan tulang rawan.

Untuk menjamin kualitas, ayam Olagud sudah dilengkapi dengan berbagai sertifikasi keamanan pangan, yakni sertifikat kompartemen bebas AI (Avian Influenza), sertifikat NKV, sertifikat produk halal, dan penerapan issue manajemen mutu ISO 2200, Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP), hingga Food Safety System Certification (FSSC) 22000.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Japfa, sebanyak 82 persen konsumen menilai ayam probiotik Olagud memiliki tampilan lebih segar dan tidak bau amis. Setelah diolah, 43 persen konsumen menilai ayam probiotik Japfa terasa lebih juicy dan 38 persen konsumen lainnya merasa tekstur ayam lebih lembut dan berserat lebih halus. Sebanyak 97 persen konsumen tertarik untuk kembali membeli ayam probiotik Olagud karena mendapatkan kualitas yang terbaik.

Saat ini, ayam probiotik Olagud juga sudah merambah pasar internasional. Sepanjang tahun 2023, Japfa telah mengekspor 1.500 ton atau setara 900.000 ayam probiotik hidup ke Singapura. Masyarakat bisa membeli ayam probiotik Olagud di berbagai supermarket dan meat market terdekat, maupun secara daring di e-commerce.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonom Celios Pertanyakan Anggaran MBG Rp268 Triliun: Kalau Fokus ke 3T, Cukup Rp67 Triliun

Ekonom Celios Pertanyakan Anggaran MBG Rp268 Triliun: Kalau Fokus ke 3T, Cukup Rp67 Triliun

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:07 WIB

Guru Besar UI Bongkar Keanehan Program MBG, Data Stunting dan Lokasi Dapur Tak Nyambung

Guru Besar UI Bongkar Keanehan Program MBG, Data Stunting dan Lokasi Dapur Tak Nyambung

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 16:35 WIB

Pemerintah Harus Kaji Ulang Susu Formula di MBG: Pangan Lokal Lebih Ampuh

Pemerintah Harus Kaji Ulang Susu Formula di MBG: Pangan Lokal Lebih Ampuh

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:46 WIB

Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif

Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:10 WIB

Deteksi Dini Preeklamsia, Kunci Tekan Stunting dan Selamatkan Ibu Sejak Masa Kehamilan

Deteksi Dini Preeklamsia, Kunci Tekan Stunting dan Selamatkan Ibu Sejak Masa Kehamilan

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:46 WIB

Ternyata Ide Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Prabowo Sejak 2006, Jauh Sebelum Ada Gerindra

Ternyata Ide Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Prabowo Sejak 2006, Jauh Sebelum Ada Gerindra

News | Minggu, 19 April 2026 | 21:17 WIB

Hasil Studi IHDC: 1 dari 5 Anak Jakarta Alami Gangguan Memori Akibat Anemia

Hasil Studi IHDC: 1 dari 5 Anak Jakarta Alami Gangguan Memori Akibat Anemia

News | Rabu, 15 April 2026 | 17:29 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

MBG Uji Sistem Prasmanan, Siswa Ambil Sendiri untuk Tekan Pemborosan

MBG Uji Sistem Prasmanan, Siswa Ambil Sendiri untuk Tekan Pemborosan

Foto | Kamis, 02 April 2026 | 18:32 WIB

Terkini

Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga

Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 14:15 WIB

Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng

Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:29 WIB

Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:21 WIB

Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen

Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:15 WIB

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:45 WIB

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:34 WIB

Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini

Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24 WIB

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 11:45 WIB

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:45 WIB

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan

News | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:15 WIB