Cerita Serita Siregar: Takut Tanah Dirampas hingga Ada Intimidasi dalam Program Food Estate di Desa Ria-Ria

Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Selasa, 17 Desember 2024 | 05:25 WIB
Cerita Serita Siregar: Takut Tanah Dirampas hingga Ada Intimidasi dalam Program Food Estate di Desa Ria-Ria
Serita Siregar, perwakilan warga Desa Ria-Ria, Humbang Hasunduntan, Sumatera Utara, menceritakan pengalamannya sebagai petani food estate. (Suara.com/Moh Reynaldi Risahondua)

Suara.com - Serita Siregar, perwakilan warga Desa Ria-Ria, Humbang Hasunduntan, Sumatera Utara, menceritakan pengalamannya sebagai petani food estate.

Perwakilan warga Desa Ria-Ria tersebut mengungkap awalnya ada beberapa petani yang dijumpai oleh Direktorat Jenderal Holtikultura untuk menawarkan Desa Ria-Ria yang akan dijadikan food estate.

"Jadi mau menawarkan bahwa Ria-Ria mau dijadikan lahan food estate, tapi sebagai masyarakat tidak mengerti apa itu food estate dan kenapa ada program food estate, karena belum pernah dengar sama sekali," kata Serita dalam Diskusi Publik berjudul 'Food Estate Sumatra Utara Pasca Perpres Badan Otorita' yang dipantau di Khanah KPA, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (16/12/2024).

Awalnya Serita mengaku tidak tertarik dengan program food estate karena masih memiliki rasa takut dengan pemerintah pada saat itu. Terlebih mereka tidak paham apa yang akan dikerjakan pemerintah terkait program tersebut.

"Jadi awal sebenarnya kami tidak begitu tertarik masih takut kalau program negara atau sesuatu yang dibangun dengan uang negara itu pasti jadi milik negara, kami takut kehilangan tanah kami," ungkap Serita.

Selain itu, Serita menjelaskan bahwa program food estate ini pernah mengalami kegagalan dalam pelaksanaan panennya karena sistem kejar target yang diberikan pemerintah.

"Kenapa gagal? karena sistem kerjanya kejar target, sementara masyarakat Ria-Ria bawang putih dan bawang merah masih belum mengerti cara tanammya, jadi karena kejar target itu, begitu dibajak pertama, minggu ini langsung dibajak kedua, langsung rotate, langsung pasang mesin tanam otomatis gagal," jelas Serita

Serita menambahkan bahwa faktor kegagalan panen tersebut juga dikarenakan pemerintah tidak berkonsultasi dulu dengan masyarakat terkait bagaimana cara kerja petani di Desa Ria-Ria.

"Cara mengolah atau budidaya tanam itu gak seperti itu, dibajak pertama biarkan dua bulan, bajak kedua biarkan satu bulan, bajak ketiga baru rotate, sudah rotate diamkan dia beberapa minggu, baru diolah, dimasukkan kompos, dimasukkan mesin-mesin baru tanam seperti itu sebenarnya," kata Serita.

Terakhir, Serita mengungkapkan bahwa terdapat intimidasi dari pemerintah daerah yang tergabung dalam Koperasi Unit Bersama (KUB).

"Petani itu bekerja sama dengan KUB karena ada paksaan atau intimidasi dari KUB bahwa petani food estate harus bergabung ke KUB, apabila tidak bergabung dengan KUB, masa tanam kita tidak akan membantu, baik investor, baik off-taker maupun bantuan-bantuan lain tidak akan terlibat, atau tidak menerima manfaat dari KUB," pungkasnya. (Moh Reynaldi Risahondua)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sekjen KPA Beberkan 6 Bahaya Food Estate: dari Perampasan Tanah Sampai Program Gagal yang Terulang!

Sekjen KPA Beberkan 6 Bahaya Food Estate: dari Perampasan Tanah Sampai Program Gagal yang Terulang!

News | Senin, 16 Desember 2024 | 21:50 WIB

Utang Pemerintah Tembus Rp 3.334 Triliun, BI Pastikan Akan Dibayar Tepat Waktu

Utang Pemerintah Tembus Rp 3.334 Triliun, BI Pastikan Akan Dibayar Tepat Waktu

Bisnis | Senin, 16 Desember 2024 | 12:06 WIB

Suriah Pasca-Assad: Negara Asing Berlomba Jalin Hubungan dengan Penguasa Baru

Suriah Pasca-Assad: Negara Asing Berlomba Jalin Hubungan dengan Penguasa Baru

News | Senin, 16 Desember 2024 | 10:21 WIB

Guru Besar Desak Prabowo Cabut Permen LH, Sebut Jadi Bancakan, Ini Alasannya

Guru Besar Desak Prabowo Cabut Permen LH, Sebut Jadi Bancakan, Ini Alasannya

News | Sabtu, 14 Desember 2024 | 12:18 WIB

Terkini

Terdakwa Militer Dituntut Ringan, Keluarga Kacab BRI Gugat Pasal Peradilan Koneksitas ke MK

Terdakwa Militer Dituntut Ringan, Keluarga Kacab BRI Gugat Pasal Peradilan Koneksitas ke MK

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:51 WIB

Hujan Lebat Disertai Petir Ancam Akhir Pekan Warga Jakarta Selatan dan Timur Jelang Petang

Hujan Lebat Disertai Petir Ancam Akhir Pekan Warga Jakarta Selatan dan Timur Jelang Petang

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:43 WIB

Program MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, Ribuan UMKM hingga Peternak Ikut Kecipratan

Program MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, Ribuan UMKM hingga Peternak Ikut Kecipratan

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:27 WIB

Jateng Genjot Investasi EBT dan Pengelolaan Sampah, Ahmad Luthfi Tawarkan ke Para Pengusaha Tiongkok

Jateng Genjot Investasi EBT dan Pengelolaan Sampah, Ahmad Luthfi Tawarkan ke Para Pengusaha Tiongkok

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:50 WIB

'Kan Bisa di-Google', Jimly Asshiddiqie Sindir Pansel yang Loloskan Hery Susanto

'Kan Bisa di-Google', Jimly Asshiddiqie Sindir Pansel yang Loloskan Hery Susanto

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 15:55 WIB

Pansel Dinilai Kecolongan Loloskan Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman

Pansel Dinilai Kecolongan Loloskan Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 15:28 WIB

Studi Temukan Mikroplastik Menyusup ke Sperma dan Ketuban, Apa Dampaknya?

Studi Temukan Mikroplastik Menyusup ke Sperma dan Ketuban, Apa Dampaknya?

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 15:12 WIB

Momen Prabowo Mau Reshuffle Zulhas Gara-Gara Salah Kasih Info Nama Desa, Ternyata Cuma Guyon

Momen Prabowo Mau Reshuffle Zulhas Gara-Gara Salah Kasih Info Nama Desa, Ternyata Cuma Guyon

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:02 WIB

Hindari Area Kuningan, Dishub DKI Terapkan Buka-Tutup Jalan Hingga 26 Mei 2026

Hindari Area Kuningan, Dishub DKI Terapkan Buka-Tutup Jalan Hingga 26 Mei 2026

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 13:51 WIB

Usai 9 WNI Dipulangkan, Wanda Hamidah Serukan Konvoi Lebih Besar ke Palestina

Usai 9 WNI Dipulangkan, Wanda Hamidah Serukan Konvoi Lebih Besar ke Palestina

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 13:46 WIB