Bisa Jadi Ajang Pembuktian dan Kembalikan Citra Baik, Mochammad Jasin Tantang KPK Periksa Jokowi

Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Jum'at, 03 Januari 2025 | 15:33 WIB
Bisa Jadi Ajang Pembuktian dan Kembalikan Citra Baik, Mochammad Jasin Tantang KPK Periksa Jokowi
Presiden ke-7 Jokowi saat ditemui di Graha Saba Buana, Solo, Rabu (25/12/2024). [Suara.com/Ari Welianto]

Suara.com - Mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2007-2011, Mochammad Jasin, menantang pimpinan KPK saat ini untuk berani memeriksa Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Terbaru, Jokowi kekinian masuk sebagai tokoh terkorup di dunia versi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP).

Menurutnya, saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengembalikan citra baik KPK di mata publik, setelah sebelumnya dirusak oleh Mantan Ketua KPK, Firli Bahuri.

Selain itu, Jasin juga menyatakan bahwa hal ini juga sebagai ajang pembuktian untuk menepis dugaan jika di KPK masih banyak orang dalam Jokowi.

"Ya, jadi dibuktikan bahwa dia (KPK) tidak terkait dengan pesanan Jokowi sehingga mereka itu bisa di angkat," kata Jasin dikutip dari kanal Youtube Abraham Samad SPEAK UP, Jumat (3/1/2025).

Selain itu, Jasin juga mengingatkan bahwa tugas KPK adalah untuk menanganin kasus korupsi sekaligus posisinya berada dalam lembaga negara penegak hukum yang independen.

"Di pasal 3-nya dituliskan bahwa lembaga negara independen bebas dari pengaruh manapun," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa, untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat, maka KPK harus bersandar atau berlandaskan dengan perintah undang-undang.

"Jadi jangan menjadikan orang yang sudah pensiun sebagai sandaran," tegasnya menyindir Jokowi.

Jasin menjelaskan bahwa, pembuktian KPK adalah lembaga penegak hukum yang independen harus melalui uji tes oleh OCCRP sebagai lembaga jurnalis investigasi internasional.

"Ya harus ada uji tes dari OCCRP, kalo engga nanti hanya sebagau berita-berita yang akhirnya juga bakal hilang dan tidak mendapat respon apapun," jelasnya.

Terakhir, Eks Komisioner KPK ini menjelaskan bahwa, KPK harus mencontoh lembaga penegak hukum di negara-negara lainnya yang berani untuk menyelidiki siapapun yang terjerat kasus korupsi.

"Setelah ditindak oleh penegak hukum dari negara bersangkutan misalnya dimana pejabat-pejabat yang diidentifikasi korup, KPK-kan punya jaringan internasional untuk meneliti lebih jauh," pungkasnya.

Reporter : Moh Reynaldi Risahondua

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Agama Ronny Sompie? Eks Dirjen Imigrasi yang Diperiksa KPK Terkait Kasus Hasto

Apa Agama Ronny Sompie? Eks Dirjen Imigrasi yang Diperiksa KPK Terkait Kasus Hasto

News | Jum'at, 03 Januari 2025 | 15:29 WIB

Jokowi Dinominasi Tokoh Terkorup Dunia, KPK Didesak Bertindak

Jokowi Dinominasi Tokoh Terkorup Dunia, KPK Didesak Bertindak

News | Jum'at, 03 Januari 2025 | 15:26 WIB

KPK Jelaskan Alasan Yasonna Laoly Belum Jadi Tersangka dalam Kasus Harun Masiku

KPK Jelaskan Alasan Yasonna Laoly Belum Jadi Tersangka dalam Kasus Harun Masiku

News | Jum'at, 03 Januari 2025 | 15:18 WIB

Jokowi Masuk Daftar Tokoh Paling Korup, Ketua KPK: Harus Ada Bukti Dong

Jokowi Masuk Daftar Tokoh Paling Korup, Ketua KPK: Harus Ada Bukti Dong

News | Jum'at, 03 Januari 2025 | 15:02 WIB

Terkini

Jakarta Catat 6 Suspek Hantavirus, Aktivitas Bersih-Bersih Rumah Bisa Jadi Pemicu Paparan

Jakarta Catat 6 Suspek Hantavirus, Aktivitas Bersih-Bersih Rumah Bisa Jadi Pemicu Paparan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 11:51 WIB

Guntur Romli Soal Ucapan 'Rakyat Desa Tak Pakai Dolar': Kalau di Cerdas Cermat, Skornya Minus 5

Guntur Romli Soal Ucapan 'Rakyat Desa Tak Pakai Dolar': Kalau di Cerdas Cermat, Skornya Minus 5

News | Senin, 18 Mei 2026 | 11:43 WIB

Bagi Masyarakat Adat Malaumkarta, Egek Jadi Ritual Menjaga Laut dari Ancaman Eksploitasi

Bagi Masyarakat Adat Malaumkarta, Egek Jadi Ritual Menjaga Laut dari Ancaman Eksploitasi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 11:28 WIB

Aturan Pilah Sampah DKI Dikritik, Mengapa Beban Lebih Banyak ke Warga?

Aturan Pilah Sampah DKI Dikritik, Mengapa Beban Lebih Banyak ke Warga?

News | Senin, 18 Mei 2026 | 11:11 WIB

Pramono Anung Pasang Mata di Seluruh Jakarta, Tawuran dan Kriminalitas Diburu CCTV

Pramono Anung Pasang Mata di Seluruh Jakarta, Tawuran dan Kriminalitas Diburu CCTV

News | Senin, 18 Mei 2026 | 10:57 WIB

Batal Diperiksa Hari Ini untuk Kasus Haji, Muhadjir Effendy Minta KPK Tunda Jadwal Pemeriksaan

Batal Diperiksa Hari Ini untuk Kasus Haji, Muhadjir Effendy Minta KPK Tunda Jadwal Pemeriksaan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 10:57 WIB

DPR Sebut Pernyataan Prabowo soal 'Rakyat di Desa Tak Pakai Dolar' untuk Menenangkan Masyarakat

DPR Sebut Pernyataan Prabowo soal 'Rakyat di Desa Tak Pakai Dolar' untuk Menenangkan Masyarakat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 10:44 WIB

Prabowo Serahkan Alpalhankam Generasi Baru ke TNI AU: Ada Jet Tempur Rafale hingga Radar Canggih

Prabowo Serahkan Alpalhankam Generasi Baru ke TNI AU: Ada Jet Tempur Rafale hingga Radar Canggih

News | Senin, 18 Mei 2026 | 10:33 WIB

Isu Kompor hingga Sepatu Sekolah Rakyat Digoreng, Gus Ipul: Kemensos Babak Belur di Medsos

Isu Kompor hingga Sepatu Sekolah Rakyat Digoreng, Gus Ipul: Kemensos Babak Belur di Medsos

News | Senin, 18 Mei 2026 | 10:31 WIB

Gus Ipul Ingatkan Pegawai Kemensos: Korupsi Besar Berawal dari 'Ah, Ini Biasa'

Gus Ipul Ingatkan Pegawai Kemensos: Korupsi Besar Berawal dari 'Ah, Ini Biasa'

News | Senin, 18 Mei 2026 | 10:03 WIB