Menag Sebut Israel Jadi Penyebab Negara Timur Tengah Sulit Lahirkan Peradaban Islam Modern

Andi Ahmad S, Lilis Varwati

Rabu, 05 Februari 2025 | 03:20 WIB
Menag Sebut Israel Jadi Penyebab Negara Timur Tengah Sulit Lahirkan Peradaban Islam Modern
Menteri Agama Nasaruddin Umar. [Kemenag]

Suara.com - Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebutkan bahwa Indonesia bisa menjadi bangsa yang melahirkan peradaban Islam modern, bahkan lebih unggul daripada negara-negara di kawasan timur tengah. Penyebabnya akibat kondisi negara-negara di timur tengah sendiri yang tidak kunjung damai, sehingga membuat peradaban Islam modern terasa sulit terwujud.

"Sepertinya timur tengah sudah selesai tugasnya melahirkan negara Islam. Akan tetapi untuk mempersiapkan masa depan peradaban dunia Islam modern yang akan datang, mau ke mana lagi kalau bukan Indonesia," kata Nasaruddin saat menyampaikan sambutan dalam acara Sarasehan Ulama Nahdlatul Ulama (NU) di Jakarta, Selasa (4/2/2025).

Dia menyebutkan kalau Indonesia menjadi negara dengan populasi mayoritas muslim yang tingkat inflasinya paling rendah, yakni 1 persen. Nasaruddin membandingkan dengan negara lain, seperti Mesir yang baru dia kunjungi beberapa waktu lalu dan mendapati tingkat inflasi negara tersebut mencapai 6 persen.

Indonesia juga unggul dalam pertumbuhan ekonomi yang bisa mencapai di atas 5 persen dan ditargetkan bisa terus naik hingga akhir 2025. Kondisi berbeda dengan beberapa negara di timur tengah yang pembangunan ekonominya terganggu akibat serangan Israel masih terjadi.

"Selama masih ada Israel di situ susah negara-negara mayoritas muslim disekitarnya itu melahirkan peradaban Islam baru. Karena habis terkonsentrasi urusan persenjataan, anggaran dan seterusnya untuk pertahankan pertahanan fisik," ucapnya.

Imam besar Masjid Istiqlal itu mengatakan kalau keamanan dan kenyamanan Indonesia juga turut diakui publik internasional. Dia menyebut kalau Indonesia dianggap menjadi tempat wisata paling indah saat bulan suci Ramadan, termasuk bagi masyarakat Arab Saudi.

"Orang-orang timur tengah, termasuk Saudi, itu muncul berbagai macam pendatang sehingga mereka tidak bisa menikmati Ramadan. Datang ke indonesia, hotel-hotel sekitar Istiqlal itu penuh ter-booking pada bulan suci Ramadan karena paling nikmat datang ke Indonesia menikmati Ramadan," tuturnya.

Kenikmatan itu bisa dirasakan karena di Indonesia tidak ada aparat bersenjata yang harus selalu waspada seperti di kondisi di beberapa negara timur tengah. Kenyamanan seperti itu, kata Nasaruddin, rupanya menjadi daya tarik wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia saat Ramadan.

"Ternyata kita tidak sadar bahwa Indonesia itu tujuan wisata spiritual yang sangat indah bagi mereka," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menag Optimis Program Kemenag Tetap Jalan Meski Anggaran Dipangkas Lebih dari Rp14 T

Menag Optimis Program Kemenag Tetap Jalan Meski Anggaran Dipangkas Lebih dari Rp14 T

News | Selasa, 04 Februari 2025 | 17:49 WIB

6 Terluka dalam Serangan Penembakan di Pos Pemeriksaan Tepi Barat, Penyerang Tewas

6 Terluka dalam Serangan Penembakan di Pos Pemeriksaan Tepi Barat, Penyerang Tewas

News | Selasa, 04 Februari 2025 | 16:44 WIB

Tekanan Menggunung, Netanyahu Temui Trump: Akankah Gencatan Senjata Bertahan?

Tekanan Menggunung, Netanyahu Temui Trump: Akankah Gencatan Senjata Bertahan?

News | Rabu, 05 Februari 2025 | 03:15 WIB

Terkini

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:30 WIB

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:56 WIB

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:12 WIB

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:37 WIB

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:38 WIB

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:40 WIB

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:18 WIB

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:48 WIB

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:35 WIB

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:54 WIB