Jakpro Sebut Persija Mampu Sewa JIS Tiap Pertandingan Liga 1: Auranya Positif

Agung Sandy Lesmana, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 18 Maret 2025 | 19:42 WIB
Jakpro Sebut Persija Mampu Sewa JIS Tiap Pertandingan Liga 1: Auranya Positif
Jakarta International Stadium (JIS) jadi kandang Persija Jakarta di BRI Liga 1 2024-2025. [Dok. Persija]

Suara.com - PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menyebut pihak klub sepak bola Persija Jakarta menyanggupi untuk penyewaan Jakarta International Stadium (JIS). JIS yang sudah ditetapkan sebagai kandang Persija akan dipakai setiap pertandingan kandang Liga 1.

Hal ini disampaikan oleh Head of Strategic Business Unit (SBU) JIS, Shinta Syamsul Arief. Shinta menyebut Persija sudah menyampaikan niat untuk memenuhi kapasitas maksimal yang diatur sebanyak 40 ribu penonton dari 82 ribu total kursi JIS.

"Kemarin sih dia (Persija) positif, menyanggupi. Dari bahasanya sepertinya, belum, tidak ada bahasa statement khusus bahwa menyanggupi, cuma maksudnya sepertinya auranya positif untuk main terus di JIS," ujar Shinta kepada wartawan, Selasa (18/3/2025).

"Kalau buat Persija (maksimal penonton) 40 ribu. Kemarin udah ada statement juga dari federasi, dari liganya sendiri maksimal dia 40 ribu," lanjutnya. 

Foto udara Jakarta International Stadium (JIS) di Tanjung Priok, Jakarta. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc/am.
Foto udara Jakarta International Stadium (JIS) di Tanjung Priok, Jakarta. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc/am.

JIS sendiri sudah sejak musim lalu dicantumkan sebagai salah satu stadion kandang Persija untuk Liga 1. Namun, stadion warisan eks Gubernur Anies Baswedan itu jarang digunakan karena penonton yang masih minim.

Untuk musim ini, Shinta tak mengetahui alasan yang membuat Persija terkesan lebih siap. Namun, akan ada pembahasan lebih lanjut mengenai kerja sama antara Jakpro dengan Persija untuk berbagai urusan bisnis.

Hal yang akan dibahas mencakup biaya sewa stadion, penggunaan lapangan latihan, hingga pembuatan pusat merchandise Persija di JIS.

"Skema bisnis belum kita omongin. Karena lqgi-lagi kan bentuknya JIS itu kita sama-sama tahu Karena dia itu kan SBU ya. Jadi mau gak mau itu kan kita harus hidupkan bisnisnya," ucapnya.

"Nah Persija itu karena dia sangat mengetahui dan sangat mengerti sebenarnya, bahwa di JIS itu perlu operasional cost, perlu perawatan, dan segala macam," lanjutnya.

baca juga

Lebih lanjut, Shinta juga tak menutup kemungkinan adanya harga sewa khusus yang diberikan Jakpro kepada Persija. Meski demikian ia belum bisa memastikannya karena pembahasan skema bisnis baru akan dilaksanakan pada sekitar bulan Mei 2025.

"Mungkin. Kan masih drafting nih. Ternyata dalam permintaannya itu ada rate card khusus atau ada treatment khusus, nah kalau kita bisa dikawinkan ya mungkin kita bisa jalan sesuai dengan permintaan," pungkasnya. 

Sejarah JIS

JIS mempunyai sejarah panjang, sebelum akhirnya diresmikan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada bulan April 2022. Pembangunan stadion yang berlokasi di Tanjung Priok, Jakarta Utara, ini melewati empat kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta.

Proyek ini berawal pada tahun 2008 saat DKI Jakarta dipimpin oleh Fauzi Bowo (Foke). Lahan yang saat ini menjadi JIS dulunya adalah kawasan Taman Bersih Manusia Wibawa (BMW), dengan luas total 66,6 hektare.

Kawasan tersebut adalah aset Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang berasal dari utang penyediaan lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum tujuh perusahaan swasta.

Pemprov DKI juga menggusur bangunan-bangunan liar yang berada di kawasan tersebut pada 24 Agustus 2008. Kemudian, Pemprov DKI berencana untuk membangun stadion bertaraf internasional di sana.

Namun sayang, rencana tersebut terhambat karena adanya sengketa lahan. Rencana pembangunan stadion itu pun menguap di era Fauzi Bowo.

Lalu, pada era kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Jokowi, rencana pembangunan stadion tersebut kembali tercium. Terlebih saat itu Pemprov DKI Jakarta menggusur Stadion Lebak Bulus dan mengubahnya menjadi depo mass rapid transit (MRT) fase 1 Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia.

Pemprov DKI akhirnya mencari lahan untuk membangun stadion pengganti Lebak Bulus. Pada saat itu, Taman BMW menjadi salah satu alternatif pengganti Stadion Lebak Bulus.

Kondisi lapangan Jakarta International Stadium yang becek diguyur hujan deras jelang laga Brasil vs Argentina dalam babak perempat final Piala Dunia U-17 2023, Jumat (24/11/2023). (Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha).
Kondisi lapangan Jakarta International Stadium yang becek diguyur hujan deras jelang laga Brasil vs Argentina dalam babak perempat final Piala Dunia U-17 2023, Jumat (24/11/2023). (Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha).

Pada 28 Mei 2014, Jokowi ikut merencanakan pembangunan stadion internasional tersebut. Pada saat itu, Jokowi menyebut Pemprov DKI sudah mengurus bukti kepemilikan tanah dan juga sudah mengajukan gugatan sengketa lahan.

Dalam perencanaannya, Presiden Jokowi juga menunjukkan dua sertifikat yang menandakan bahwa lahan di Taman BMW adalah milik Pemprov DKI. Namun, pembangunan stadion bertaraf internasional tidak kunjung direalisasikan.

Selanjutnya tahun 2017, saat DKI dipimpin oleh Gubernur Djarot Saiful Hidayat. rencanan pembangunan stadion di Taman BMW kembali dilakukan.

Politikus PDIP itu bahkan sudah meletakkan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan club house dan fasilitas olahraga di kawasan Taman BMW.

Djarot mengatakan, Pemprov DKI sudah memenangkan gugatan sengketa lahan di tingkat banding pada tahun 2015 lalu. Pemprov DKI, lanjut Djarot, juga telah mengantongi sertifikat hak pakai yang terbit pada 18 Agustus 2017.

Namun sama seperti sebelumnya, pembangunan stadion masih belum dilaksanakan. Pada Oktober 2017, di era kepemimpinan Anies, pembangunan stadion bertaraf internasional itu dilanjutkan dengan serius.

Terbukti pada 14 Maret 2019, Anies mengumumkan bahwa stadion yang hendak dibangun itu bakal dinamakan Jakarta International Stadium. Anies juga menyebut gubernur-gubernur pendahulunya mempunyai andil dalam pembangunan JIS.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu kemudian menugaskan BUMD PT Jakarta Propertindo (Jakpro) untuk menyelesaikan proyek tersebut. TIga tahun berselang, JIS pun akhirnya selesai pada tahun 2022.

JIS dibangun dengan biaya Rp 4,5 triliun. Dana itu bersumber dari Pemerintah Pusat sebesar Rp 3,6 triliun, ditambah dari Pemprov DKI Jakarta senilai Rp 900 miliar. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siap Bagikan Bansos Per 3 Bulan, Mensos Minta Bekingan KPK, Kenapa?

Siap Bagikan Bansos Per 3 Bulan, Mensos Minta Bekingan KPK, Kenapa?

News | Selasa, 18 Maret 2025 | 19:34 WIB

Lebih Dulu Adili Hasto, Dalih KPK Belum Tahan Pengacara PDIP Donny Tri Istiqomah

Lebih Dulu Adili Hasto, Dalih KPK Belum Tahan Pengacara PDIP Donny Tri Istiqomah

News | Selasa, 18 Maret 2025 | 19:03 WIB

Ngaku Tak Tahu soal Mark Up Iklan di BJB, RK usai Rumah Digeledah KPK: Tak Ada Uang Kami Disita

Ngaku Tak Tahu soal Mark Up Iklan di BJB, RK usai Rumah Digeledah KPK: Tak Ada Uang Kami Disita

News | Selasa, 18 Maret 2025 | 18:21 WIB

Rumah Digeledah KPK, Ridwan Kamil Ungkap Kondisinya yang Makin Jarang Buat Konten Medsos

Rumah Digeledah KPK, Ridwan Kamil Ungkap Kondisinya yang Makin Jarang Buat Konten Medsos

News | Selasa, 18 Maret 2025 | 17:57 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×