Kota Minyak Krisis BBM, Anak Wali Kota Balikpapan Diduga Doxing Netizen Pengkritik!

Dinda Rachmawati | Suara.com

Kamis, 22 Mei 2025 | 17:04 WIB
Kota Minyak Krisis BBM, Anak Wali Kota Balikpapan Diduga Doxing Netizen Pengkritik!
Viral Diduga Anak Wali Kota Balikpapan Doxing Warganet yang Kritik soal BBM Langka (X)

Suara.com - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Balikpapan, Kalimantan Timur, memicu keresahan luas di masyarakat. Antrean kendaraan memadati sejumlah SPBU, dan aktivitas warga pun terganggu. 

Situasi ini menjadi sorotan tajam, terutama karena terjadi di kota yang dijuluki sebagai “Kota Minyak”, pusat industri migas nasional. Namun, perhatian publik belakangan justru tertuju pada isu lain yang tak kalah mencolok, dugaan tindakan doxing oleh salah satu anggota keluarga pejabat publik. 

Putri Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, Cindara Rahmad, menjadi perbincangan setelah tangkapan layar percakapannya tersebar luas di media sosial. Semua bermula dari unggahan akun X @einedame, yang menceritakan keresahan warga terkait kelangkaan BBM. 

Dalam unggahannya, ia menulis bahwa seorang temannya mengkritik situasi di Instagram dengan kata-kata emosional, menyebut wali kota "cupu, anj***" lantaran terlihat sedang berada di London bersama keluarga di tengah krisis BBM di kota yang dipimpinnya.

Menurut @einedame, tanggapan dari pihak keluarga wali kota tak berhenti di situ. Ia mengklaim bahwa akun Instagram yang diduga milik Cindara Rahmad membalas kritik tersebut dengan menyebut identitas netizen yang bersangkutan dan mengancam akan mendatangi rumahnya.

“Tunggu tim saya silaturahmi ke rumah,” tulis Cindara Rahmad dalam pesan yang dikutip dari tangkapan layar unggahan tersebut.

Dalam postingannya, Cindara Rahmad juga menuliskan bahwa dirinya menerima komentar kasar dan menyatakan keberatannya. Ia menuliskan, “Saya tau kamu orang Samarinda, kritik boleh tapi bahasanya saya bisa laporkan kamu ke jalur hukum. Maya Rusdah Noor? Tunggu tim saya silaturahmi ke rumah ya,” tulisnya dalam unggahan yang kini sudah dihapus.

Ia juga menyampaikan bahwa kritik seharusnya disampaikan dengan bahasa yang baik. “Gapapa kok kritik, ngeluh sampaikan dengan baik, tapi gak boleh pake bahasa yang kasar. Bukan cuman ke saya atau keluarga saya, tapi ke semua orang ya teman-teman,” tambahnya.

Tak lama setelah tanggapan tersebut menjadi sorotan publik, Cindara Rahmad pun menghapus unggahan dan pesan tersebut. Namun tangkapan layar telah terlanjur menyebar luas, memancing gelombang reaksi dari warganet.

Respons dari netizen pun berdatangan, sebagian besar menyoroti tindakan yang dianggap sebagai intimidasi terhadap masyarakat. Sejumlah komentar menyebut tindakan itu sebagai bentuk anti-kritik dan mempertanyakan sikap pejabat publik beserta keluarganya dalam menghadapi dinamika sosial.

“Gila ya, mereka sekeluarga udah gak becus kerja tapi crisis management-nya kayak bocil baru FYP TikTok. What a shame. Balikpapan kota minyak padahal katanya,” tulis akun @lia****.

Akun lain, @bitt****, mengkritik standar ganda dalam merespons komentar. 

“Ngok dikritik gitu sampai ngedoxing orang. Dulu banyak itu yang fitnah bapak kau cindara kalau orang partainya keliling nyogok pas pemilu. Kenapa gak speak up juga terus doxing yang nyebarin berita? Oh lupa, bukan fitnah ya tapi emang kenyataannya gitu wkwkw,” tulisnya.

Sementara itu, @eli**** mengaku komentarnya yang sopan dihapus dari salah satu video yang membahas isu ini. “Percuma kuliah di luar negeri kalau tone-deaf sama keadaan riil di kota sendiri,” ungkapnya.

Bahkan tudingan lebih serius muncul dari akun @sto**** yang menyebut adanya upaya sistematis untuk membungkam kritik. “Bani Mas’ud memang sangat anti kritik. Mereka juga bayar media-media lokal dan influencer Kaltim untuk propaganda dan akan pidanakan siapa saja yang kritik mereka,” tulisnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geram, Warganet Spill Gaya Hidup Mewah Keluarga Wali Kota Balikpapan di Tengah Krisis BBM

Geram, Warganet Spill Gaya Hidup Mewah Keluarga Wali Kota Balikpapan di Tengah Krisis BBM

News | Kamis, 22 Mei 2025 | 16:12 WIB

Kronologi Oknum Polisi Doxing Warga Denmark Keturunan Indonesia, Panen Hujatan Publik

Kronologi Oknum Polisi Doxing Warga Denmark Keturunan Indonesia, Panen Hujatan Publik

Bisnis | Minggu, 06 April 2025 | 08:37 WIB

Kantor Media Diteror, Akademisi Sebut Seperti Kembali ke Masa Orde Baru

Kantor Media Diteror, Akademisi Sebut Seperti Kembali ke Masa Orde Baru

News | Rabu, 26 Maret 2025 | 16:00 WIB

Terkini

Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial

Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial

News | Sabtu, 11 April 2026 | 22:57 WIB

Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?

Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?

News | Sabtu, 11 April 2026 | 22:47 WIB

Dasco: Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK Bukan Gerindra, Wakilnya Baru Kader

Dasco: Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK Bukan Gerindra, Wakilnya Baru Kader

News | Sabtu, 11 April 2026 | 20:18 WIB

Panas Diendus KPK, Pengamat Tantang Polri Ungkap Produksi Rokok Ilegal

Panas Diendus KPK, Pengamat Tantang Polri Ungkap Produksi Rokok Ilegal

News | Sabtu, 11 April 2026 | 19:15 WIB

Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta

Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta

News | Sabtu, 11 April 2026 | 18:23 WIB

Ratusan Dapur MBG Di-Suspend! BGN Temukan Masalah Serius dari Menu hingga Higiene

Ratusan Dapur MBG Di-Suspend! BGN Temukan Masalah Serius dari Menu hingga Higiene

News | Sabtu, 11 April 2026 | 18:00 WIB

Lebaran Betawi 2026 Meriah di Lapangan Banteng, Pramono: Ini Identitas Asli Jakarta

Lebaran Betawi 2026 Meriah di Lapangan Banteng, Pramono: Ini Identitas Asli Jakarta

News | Sabtu, 11 April 2026 | 17:48 WIB

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komnas HAM Tunggu Izin Panglima TNI Periksa 4 Prajurit

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komnas HAM Tunggu Izin Panglima TNI Periksa 4 Prajurit

News | Sabtu, 11 April 2026 | 17:25 WIB

Fakta Baru OTT di Tulungagung: Adik Bupati Juga Ikut Diamankan KPK

Fakta Baru OTT di Tulungagung: Adik Bupati Juga Ikut Diamankan KPK

News | Sabtu, 11 April 2026 | 17:00 WIB

Proyek Dikebut! Stasiun JIS Siap Beroperasi Juni 2026, Warga Bisa Naik KRL Langsung ke Stadion

Proyek Dikebut! Stasiun JIS Siap Beroperasi Juni 2026, Warga Bisa Naik KRL Langsung ke Stadion

News | Sabtu, 11 April 2026 | 16:34 WIB