Rocky Gerung Sebut Jokowi Punya Watak Pembohong, Akan Sulit Yakini Publik soal Ijazah

Lintang Siltya Utami | Suara.com

Selasa, 27 Mei 2025 | 13:29 WIB
Rocky Gerung Sebut Jokowi Punya Watak Pembohong, Akan Sulit Yakini Publik soal Ijazah
Pengamat Politik Rocky Gerung. [Tangkapan layar YouTube Rocky Gerung]

Suara.com - Akademikus Indonesia Rocky Gerung turut menyoroti pernyataan Bareskrim Polri yang menyatakan bahwa ijazah sarjana Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) milik mantan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) adalah asli.

Meskipun telah ditanyakan asli dalam uji laboratorium forensik, Rocky Gerung menilai publik akan sulit percaya dengan hasil tersebut karena watak yang dimiliki oleh Jokowi. Rocky Gerung menyebut bahwa Jokowi memiliki watak pembohong.

Hal ini disampaikan oleh Rocky Gerung dalam cuplikan video yang dibagikan ulang oleh akun X @AnKiiim_.

"Yang diingat orang adalah Presiden Jokowi itu pembohong dan itu pun dinobatkan oleh media asing sebagai King of Inconsistency atau Raja Tipu, kira-kira begitu yang diolok-olokkan kepada beliau," ucap Rocky Gerung.

Ia kemudian menyebutkan sejumlah janji manis Jokowi selama kepemimpinannya, salah satunya produksi mobil Esemka.

"Dan itu memang ada faktanya bahwa Pak Jokowi dari awal sudah berbohong soal Esemka, sudah berbohong soal ekonomi akan tumbuh 10 persen, sudah berbohong soal tidak akan ada lagi orang miskin dalam 10 tahun ke depan, sudah berbohong soal IKN, bilang sudah ada investor dan tidak perlu takut, sudah berbohong soal di kantong saya ada 11 ribu triliun begitu kata beliau, sudah berbohong soal jaminan macam-macam," tambahnya.

Dengan rekam jejak seperti itu, Rocky Gerung menilai masyarakat justru cenderung menaruh curiga kepada Jokowi karena kata-katanya yang tidak bisa dipercaya.

"Tetapi fakta-fakta itu akhirnya jadi sesuatu yang menambah kecurigaan publik bahwa jangan-jangan soal ijazah itu juga ada tambahan kebohongan. Lalu tiba-tiba dibawa ke Bareskrim, oke kita percaya bahwa Bareskrim tentu punya sistem tetapi publik tidak bisa diyakinkan oleh sistem itu karena watak presiden, itu dasarnya," sambung Rocky Gerung.

Tak hanya itu, Rocky Gerung juga menyinggung analisis publik yang menilai bahwa sejumlah pejabat di Tanah Air masih memiliki hubungan dengan Jokowi.

"Ada yang menyambungkan, analisisnya bahwa Pak Jokowi masih punya fear of influence, wilayah pengaruh ke kepolisian misalnya. Semua itu juga harus dianggap secara jujur bahwa publik juga mencurigai itu," lanjutnya.

Ia menegaskan bahwa Jokowi bisa saja menghindari kehebohan publik dengan langsung menunjukkan ijazah aslinya sejak dua tahun yang lalu.

"Kenapa? Karena dari awal ada semacam kesimpulan di benak publik bahwa Jokowi adalah mesin pembohong. Dan itu mesti dibuka dulu itu, apa benar Jokowi datang dengan maksud yang baik, kalau maksudnya baik dari awal kenapa nggak dua tahun lalu sehingga tidak ada kehebohan? Orang bertanya terus, kenapa, kenapa? Kenapa akhirnya ijazah itu baru akan dibuka di pengadilan, apa menunggu semacam suasana politik yang menguntungkan dia, apa dengan keputusan Bareskrim maka seluruh isu tentang ijazah itu selesai demi hukum? Ya boleh saja demi hukum, tapi demi moral itu diungkit terus kan?" jelasnya lagi.

"Jadi orang tetap melihat karena Pak Jokowi itu punya watak berbohong, maka orang menganggap bahkan kalau dianggap benar maka mesti dikurangi kebenaran itu atau dibalik kebenaran itu, jadi ini sudah menjadi nasib dari seseorang yang pernah memerintah tapi menyembunyikan jawaban itu yang dituntut dua tahun lalu oleh warga negara," imbuh Rocky Gerung.

Rocky Gerung menilai bahwa permasalahan soal dugaan ijazah palsu ini justru semakin bertambah dengan rendahnya tingkat kepercayaan publik terhadap Jokowi.

"Nah, kalau sekarang kalau kemudian Pak Jokowi menunjukkan 'ini yang punya saya', ya tetapi problemnya kenapa anda bohong selama dua tahun? Kan kalau jujur bilang aja ini punya saya, jadi pembohongan itu yang disoalkan sekarang. Jadi sekali lagi, ini isunya pindah, sebut aja kepastian hukum dari ijazah itu palsu atau tidak, pindah atau bertambah dengan poin bahwa walaupun benar tapi dia pasti berbohong kan karena sudah terbentuk, susahnya kalau psikologi publik sudah terbentuk, yang sering disebut sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya lagi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Raja Juli Antoni Mendadak Temui Jokowi di Solo, Bahas Calon Ketua Umum PSI?

Raja Juli Antoni Mendadak Temui Jokowi di Solo, Bahas Calon Ketua Umum PSI?

News | Selasa, 27 Mei 2025 | 11:07 WIB

7 Jam Diperiksa, Rismon Ungkap Hasil Analisa Skripsi Jokowi di YouTube yang Bikin Geger

7 Jam Diperiksa, Rismon Ungkap Hasil Analisa Skripsi Jokowi di YouTube yang Bikin Geger

News | Senin, 26 Mei 2025 | 20:36 WIB

Usai Ijazah Jokowi Dinyatakan Asli, Muncul Desakan Agar Roy Suryo dkk Segera Dijebloskan ke Bui

Usai Ijazah Jokowi Dinyatakan Asli, Muncul Desakan Agar Roy Suryo dkk Segera Dijebloskan ke Bui

News | Senin, 26 Mei 2025 | 19:55 WIB

Terkini

Misteri Tewasnya 11 Ilmuwan Nuklir AS, Trump Berharap Kebetulan, FBI Bongkar Fakta Ini

Misteri Tewasnya 11 Ilmuwan Nuklir AS, Trump Berharap Kebetulan, FBI Bongkar Fakta Ini

News | Sabtu, 18 April 2026 | 17:16 WIB

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Israel-Lebanon, Kemlu: Semua Pihak Harus Menahan Diri

Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Israel-Lebanon, Kemlu: Semua Pihak Harus Menahan Diri

News | Sabtu, 18 April 2026 | 17:12 WIB

Menteri HAM Cium Aroma Skenario Pojokkan Pemerintah di Balik Laporan Polisi Terhadap Feri Amsari Cs

Menteri HAM Cium Aroma Skenario Pojokkan Pemerintah di Balik Laporan Polisi Terhadap Feri Amsari Cs

News | Sabtu, 18 April 2026 | 16:56 WIB

Bukan karena Iran dan AS Damai, Ini Sebab Selat Hormuz Dibuka Kembali

Bukan karena Iran dan AS Damai, Ini Sebab Selat Hormuz Dibuka Kembali

News | Sabtu, 18 April 2026 | 15:54 WIB

Bukan Cuma Blokir Konten, Guru Besar Unair Bongkar 'Cara Halus' Membungkam Kritik di Ruang Digital

Bukan Cuma Blokir Konten, Guru Besar Unair Bongkar 'Cara Halus' Membungkam Kritik di Ruang Digital

News | Sabtu, 18 April 2026 | 15:21 WIB

KWP Nobatkan Novita Wijayanti Jadi Legislator Paling Aspiratif

KWP Nobatkan Novita Wijayanti Jadi Legislator Paling Aspiratif

News | Sabtu, 18 April 2026 | 14:51 WIB

Sebut Istana Alergi Pengamat, Prof. Henri Subiakto Singgung Bahaya Budaya ABS di Lingkaran Prabowo

Sebut Istana Alergi Pengamat, Prof. Henri Subiakto Singgung Bahaya Budaya ABS di Lingkaran Prabowo

News | Sabtu, 18 April 2026 | 14:12 WIB

Beri Arahan ke Ketua DPRD se-Indonesia, Prabowo: Saya Ingin Bicara Apa Adanya dari Hati ke Hati

Beri Arahan ke Ketua DPRD se-Indonesia, Prabowo: Saya Ingin Bicara Apa Adanya dari Hati ke Hati

News | Sabtu, 18 April 2026 | 13:57 WIB

Sosok Steven Garcia: Hilang Misterius, Disebut Punya Akses ke Fasilitas Nuklir Rahasia

Sosok Steven Garcia: Hilang Misterius, Disebut Punya Akses ke Fasilitas Nuklir Rahasia

News | Sabtu, 18 April 2026 | 13:50 WIB

Kawal Dunia Santri, Fraksi PKB DPR RI Sabet Penghargaan 'Peduli Pesantren'

Kawal Dunia Santri, Fraksi PKB DPR RI Sabet Penghargaan 'Peduli Pesantren'

News | Sabtu, 18 April 2026 | 13:30 WIB