Penemuan Mengejutkan: Lendir Bakteri Bisa Jadi Kunci Bersihkan Mikroplastik dari Laut!

M. Reza Sulaiman

Jum'at, 06 Juni 2025 | 13:53 WIB
Penemuan Mengejutkan: Lendir Bakteri Bisa Jadi Kunci Bersihkan Mikroplastik dari Laut!
Ilustrasi mikroplastik. (Dok. Pexels)

Suara.com - Mikroplastik, yaitu serpihan plastik berukuran sangat kecil, kini ditemukan hampir di seluruh penjuru dunia, termasuk di dalam tubuh manusia. Namun, hingga kini para ilmuwan masih menghadapi tantangan dalam memetakan secara tepat lokasi penumpukan mikroplastik, terutama di lingkungan perairan seperti sungai dan pantai.

Informasi ini krusial untuk menentukan titik-titik prioritas dalam upaya pembersihan lingkungan secara efektif. Terobosan penting datang dari tim peneliti Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat.

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Geophysical Research Letters, mereka menemukan bahwa keberadaan lendir alami yang dihasilkan oleh mikroorganisme seperti bakteri, ganggang, dan jamur, ternyata menjadi faktor kunci yang memengaruhi sebaran mikroplastik di lingkungan perairan.

Lendir biologis atau biofilm ini lazim menempel di dasar sungai berlumpur atau pantai yang kaya bahan organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroplastik cenderung tidak menumpuk di area yang kaya akan lendir alami tersebut. Sebaliknya, di tempat yang dasarnya hanya terdiri dari pasir bersih, mikroplastik lebih mudah terjebak dan mengendap.

Simulasi Sungai Buatan

Peneliti utama, Dr. Hyoungchul Park, menjelaskan bahwa sebagian besar penelitian sebelumnya hanya dilakukan di lingkungan laboratorium dengan dasar pasir bersih, yang tidak merepresentasikan kondisi alami.

“Padahal, di alam bebas, permukaan dasar sungai atau pantai sering kali dilapisi zat lengket hasil ekskresi mikroba. Zat inilah yang sangat memengaruhi perilaku mikroplastik,” ungkapnya, melansir EurekAlert!, Sabtu (6/6/2025).

Dalam eksperimen yang dilakukan, tim MIT menggunakan tangki aliran air buatan yang dilapisi pasir halus. Sebagian tangki dibiarkan bersih, sementara sebagian lainnya ditambahkan bahan biologis yang meniru lendir alami.

Mereka juga memasukkan pipa-pipa kecil tegak untuk mensimulasikan akar bakau, guna memahami bagaimana struktur alami memengaruhi arus air dan distribusi sampah.

baca juga

Air yang telah dicampur dengan butiran mikroplastik dialirkan selama tiga jam. Selanjutnya, peneliti menggunakan pencahayaan khusus untuk mengidentifikasi dan menghitung jumlah partikel plastik yang mengendap.

Hasilnya cukup mengejutkan. Pada area dengan banyak lendir alami, jumlah mikroplastik yang menumpuk jauh lebih sedikit. Lendir ini mengisi celah di antara butiran pasir, membuat partikel plastik lebih mudah terbawa arus kembali ke permukaan.

“Lendir biologis ini menghalangi mikroplastik masuk ke dalam lapisan pasir. Akibatnya, plastik tetap berada di permukaan dan lebih mudah hanyut kembali bersama aliran air,” jelas Park.

Profesor Heidi Nepf dari MIT menambahkan, “Jika saya membuang jumlah mikroplastik yang sama di dua sungai—satu dengan dasar pasir bersih dan satu lagi yang berlendir alami—mikroplastik akan lebih banyak tertahan di sungai berpasir bersih.”

Implikasi bagi Indonesia

Penemuan ini membuka peluang besar untuk pengelolaan lingkungan yang lebih tepat sasaran, terutama di negara seperti Indonesia yang memiliki ribuan sungai dan wilayah pesisir yang luas, termasuk hutan bakau.

Hutan bakau yang lebat dan berlumpur cenderung kaya akan mikroorganisme penghasil lendir alami. Dengan demikian, bagian dalam hutan bakau dapat menjadi zona yang lebih “aman” dari penumpukan mikroplastik. Namun, area tepi hutan yang berpasir justru berpotensi menjadi titik penumpukan.

“Wilayah tepi hutan bakau yang berpasir bisa menjadi titik rawan akumulasi mikroplastik. Ini perlu menjadi prioritas pemantauan dan pembersihan,” ujar Park.

Meski banyak faktor lain yang juga memengaruhi—seperti kecepatan aliran air dan bentuk topografi dasar sungai—hasil penelitian ini memberikan panduan awal yang sangat berharga. Dengan memahami karakteristik alami suatu lokasi, petugas kebersihan dan relawan lingkungan dapat lebih efektif menentukan lokasi pembersihan mikroplastik.

Penelitian ini juga mengingatkan kita bahwa solusi terhadap krisis lingkungan tidak selalu berasal dari teknologi canggih. Ekosistem mikro yang tampak sepele, seperti bakteri penghasil lendir, ternyata memainkan peran penting dalam menjaga kebersihan lingkungan air.

Upaya pelestarian mikroba dan kondisi alami perairan perlu mendapat perhatian lebih dalam kebijakan lingkungan. Karena pada akhirnya, menjaga keseimbangan ekosistem berarti juga menjaga masa depan manusia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Green Jobs Jadi Jalan Menuju Ekonomi Berkelanjutan, Apa Sih Itu?

Green Jobs Jadi Jalan Menuju Ekonomi Berkelanjutan, Apa Sih Itu?

Lifestyle | Jum'at, 06 Juni 2025 | 10:59 WIB

Menunaikan Ibadah, Merawat Bumi: Tips Haji Berkelanjutan 2025

Menunaikan Ibadah, Merawat Bumi: Tips Haji Berkelanjutan 2025

Lifestyle | Jum'at, 06 Juni 2025 | 09:02 WIB

Bumi Semakin Hijau, Laut Semakin Hidup! Ini Aksi Nyata PNM untuk Alam Indonesia

Bumi Semakin Hijau, Laut Semakin Hidup! Ini Aksi Nyata PNM untuk Alam Indonesia

Bisnis | Jum'at, 06 Juni 2025 | 07:40 WIB

Terkini

Roemah Umara Kenalkan Ballroom Berkapasitas 600 Orang di Jakarta

Roemah Umara Kenalkan Ballroom Berkapasitas 600 Orang di Jakarta

Foto | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 05:00 WIB

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 00:03 WIB

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Entertainment | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Video | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:05 WIB

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:34 WIB

×