Selvi Ananda Dan Para Istri Menteri Belanja di Lombok, Transaksi Per Orang Capai Rp 50 Juta

Eviera Paramita Sandi

Rabu, 11 Juni 2025 | 21:27 WIB
Selvi Ananda Dan Para Istri Menteri Belanja di Lombok, Transaksi Per Orang Capai Rp 50 Juta
Istri wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming, Selvi Ananda bersama istri para menteri kunjungan kerja ke Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, Rabu (11/6/2025). [Suara.com/Buniamin]

Diprediksi, total pendapatan yang diperoleh selama kunjungan istri wakil presiden dan para Menteri ini mencapai Rp44 juta.

“Untuk tahun ini, ini adalah penjualan tertinggi yang saya peroleh,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Jamaludin Maladi mengatakan jumlah transaksi di NTB Mall selama kunjungan yaitu mencapai ratusan juta.

Karena satu pengunjung berbelanja hingga Rp50 juta.

“Ini sampai ratusan. Karena tadi saya lihat ada yang sampai Rp50 juta transaksinya per orang ada yang sampai Rp30 juta. Kita pantau pada saat pembayaran,” katanya.

Ia mengatakan, dari produk-produk yang dijual, yang paling banyak diminati adalah tenun sasambo dan Mutiara.

“Tidak kalah banyak juga itu mutiara. Ada yang harganya Rp1 juta dan banyak yang beli,” ungkapnya.

Produk UMKM yang dijajakan di NTB Mall sudah melalui kurasi. Artinya, kualitas produk yang dijajakan sudah terjamin.

“Ini sudah kita kurasi produk-produk,” katanya.

Untuk diketahui, kunjungan istri presiden dan para Menteri ini berkunjung ke sejumlah lokasi yaitu RSUD Provinsi NTB menghadiri sosialisasi pencegahan perkawinan usia anak, dan ke Kabupaten Lombok Timur.

Serukan Jangan Ada Perkawinan Anak

Dalam kunjungan kerja ini, Selvi Ananda juga menyerukan upaya penghentian pernikahan usia anak agar Indonesia memiliki generasi emas yang unggul pada tahun 2045.

"Jangan lagi ada pernikahan anak usia dini, karena kita sama-sama ingin generasi muda Indonesia tumbuh menjadi generasi yang sehat dan berpendidikan untuk mencapai Indonesia Emas 2045," ujarnya dalam sosialisasi stop pernikahan anak usia dini di RSUD NTB, Mataram.

Selvi menuturkan seluruh pihak harus berkolaborasi dan bekerja sama agar fenomena pernikahan usia anak tidak lagi terjadi di tengah masyarakat.

Dia mengajak para siswa yang duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) untuk tidak menikah muda, karena dapat membuat pendidikan terputus.

"Belajar dulu yang baik, setelah ini lanjut sekolah ke SMA, kemudian ke universitas. Semoga cita-cita tercapai bisa mendapatkan pekerjaan yang baik. Ekonomi bisa mapan, setelah itu baru boleh melangkah ke jenjang selanjutnya, ke pernikahan," ucap Selvi.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) dari tahun 2021 sampai 2024, Nusa Tenggara Barat selalu mencatatkan angka perkawinan usia anak paling tinggi secara nasional.

Persentase perempuan sebelum usia 18 tahun yang menikah pada 2021 mencapai 16,59 persen, tahun 2022 sebanyak 16,23 persen, dan mencapai puncak tertinggi 17,32 persen pada 2023.

Sedangkan tahun 2024 mengalami penurunan sedikit ke angka 14,96 persen.

Pengadilan Tinggi Agama Mataram menyebut dispensasi perkawinan di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat sejak 2021 sampai 2024 terus mengalami penurunan dari 1.116 dispensasi menjadi 710 dispensasi, 723 dispensasi, dan 581 dispensasi.

Kontributor Buniamin

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Arah Politik Gibran Masih Abu-abu, Siti Zuhro: Dia Menunggu Dilamar Partai

Arah Politik Gibran Masih Abu-abu, Siti Zuhro: Dia Menunggu Dilamar Partai

News | Rabu, 11 Juni 2025 | 16:57 WIB

Syarat Pemakzulan Gibran Disebut Kuat, Mahfud MD Beberkan Alur Impeachment dari DPR hingga MPR

Syarat Pemakzulan Gibran Disebut Kuat, Mahfud MD Beberkan Alur Impeachment dari DPR hingga MPR

News | Rabu, 11 Juni 2025 | 14:20 WIB

Ekspresi Gibran Dinasihati Cak Imin soal Tambang dan Lingkungan Disebut Bebal

Ekspresi Gibran Dinasihati Cak Imin soal Tambang dan Lingkungan Disebut Bebal

Entertainment | Selasa, 10 Juni 2025 | 18:21 WIB

Terkini

KPK Temukan Sederet Proyek Strategis Jakarta Tak Optimal, Ini Daftarnya

KPK Temukan Sederet Proyek Strategis Jakarta Tak Optimal, Ini Daftarnya

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:19 WIB

Iran Tegaskan Israel Terikat Kesepakatan Damai dengan AS, Soroti Penarikan Pasukan dari Lebanon

Iran Tegaskan Israel Terikat Kesepakatan Damai dengan AS, Soroti Penarikan Pasukan dari Lebanon

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:13 WIB

KPK Pelototi Proyek Strategis DKI Jakarta Senilai Rp 4,25 Triliun

KPK Pelototi Proyek Strategis DKI Jakarta Senilai Rp 4,25 Triliun

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:13 WIB

Sasar Pekerja Billboard, Tukang Cat Duko di Salemba Diciduk usai Aksi Pemerasannya Viral

Sasar Pekerja Billboard, Tukang Cat Duko di Salemba Diciduk usai Aksi Pemerasannya Viral

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 15:36 WIB

WNA Ribut dan Diseret di Terminal 3 Soetta! Polisi Sampai Panggil Penerjemah Mandarin untuk Mediasi

WNA Ribut dan Diseret di Terminal 3 Soetta! Polisi Sampai Panggil Penerjemah Mandarin untuk Mediasi

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 15:18 WIB

Bau Orba di Balik Polemik Surat Demo BEM UI, Polisi Sengaja Bungkam Kritik?

Bau Orba di Balik Polemik Surat Demo BEM UI, Polisi Sengaja Bungkam Kritik?

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 15:10 WIB

KPK Jadwalkan Pemeriksaan Saksi Kasus Fadia Arafiq, Pemkab Pekalongan Tegaskan Tak Ada Pengondisian

KPK Jadwalkan Pemeriksaan Saksi Kasus Fadia Arafiq, Pemkab Pekalongan Tegaskan Tak Ada Pengondisian

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 14:59 WIB

Tarif Transjabodetabek Mau Naik, Bos TJ Tetap Pertimbangkan Kantong Warga

Tarif Transjabodetabek Mau Naik, Bos TJ Tetap Pertimbangkan Kantong Warga

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 14:57 WIB

NHM Raih Penghargaan PROPER Biru, Cerminan Kinerja Pengelolaan Lingkungan yang Taat

NHM Raih Penghargaan PROPER Biru, Cerminan Kinerja Pengelolaan Lingkungan yang Taat

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 14:54 WIB

Judi Berkedok Permainan Anak Timezone Dibongkar di Jakarta, DPR Minta Bandar Dikejar

Judi Berkedok Permainan Anak Timezone Dibongkar di Jakarta, DPR Minta Bandar Dikejar

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 14:29 WIB