Bangun Tanggul di Muara Angke, Pramono Minta Pengawasan Ketat: Jangan Ada yang Manfaatkan Situasi

Kamis, 12 Juni 2025 | 17:32 WIB
Bangun Tanggul di Muara Angke, Pramono Minta Pengawasan Ketat: Jangan Ada yang Manfaatkan Situasi
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. [Suara.com/Fakhri]

Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memulai pembangunan tanggul setinggi 2,5 meter di kawasan pesisir Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara.

Tanggul ini dirancang sebagai langkah mitigasi untuk menahan banjir rob yang kerap melanda wilayah tersebut dan membanjiri permukiman warga.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turun langsung meninjau pengerjaan awal proyek tersebut.

Dalam kunjungannya, ia mengingatkan jajarannya untuk mengawasi ketat dampak sosial dari pembangunan ini.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah potensi bertambahnya jumlah penduduk baru yang memanfaatkan keberadaan tanggul.

Ia tak ingin nantinya ketika tanggul selesai dan luasan daratan bertambah, ada warga yang menjadi penduduk ilegal di sekitar tanggul.

Kawasan permukiman penduduk di Muara Angke Pluit Penjaringan Jakarta Utara terdampak banjir rob hingga Selasa (14/1/2025) siang. ANTARA/Dokumentasi Pribadi
Ilustrasi permukiman penduduk di Muara Angke Pluit Penjaringan Jakarta Utara terdampak banjir rob hingga beberapa waktu lalu. ANTARA/Dokumentasi Pribadi

"Mohon ketika pembangunan sudah dilakukan, jangan kemudian ada penambahan warga-warga baru yang kemudian memanfaatkan situasi ini. Karena ini bukan pekerjaan yang gampang," ujar Pramono di Muara Angke, Jakarta Pusat, Kamis (12/6/2025).

Ia meminta camat, lurah, hingga ketua RT dan RW setempat agar turut mengawasi dan mencegah terjadinya urbanisasi baru ke kawasan itu.

Pramono khawatir, jika jumlah penduduk meningkat, maka risiko penurunan muka tanah pun kian besar dan bisa mengganggu efektivitas tanggul yang dibangun.

Baca Juga: Pramono Larang Warga Muara Angke Sedot Air Tanah: Permukaan Tanah di Jakarta Makin Turun

Sebagai langkah lanjutan, Pramono juga menyatakan akan memperketat pengawasan terhadap penggunaan air tanah di lokasi sekitar tanggul.

Ia menyebut, eksploitasi air tanah turut mempercepat penurunan permukaan tanah.

"Begitu air tanah diambil ini menjadi dan mempercepat turunnya permukaan tanah. Dan itu sangat berbahaya bagi masyarakat. Kemudian kami akan segera mendistribusikan air bersih di daerah ini. Karena sekarang ini sudah dikerjakan oleh PAM Jaya ya," jelasnya.

Tanggul sepanjang 1,4 kilometer ini ditargetkan rampung pada Desember mendatang, dengan anggaran pembangunan mencapai Rp 52 miliar.

Sebelum pembangunan dimulai, Pemprov DKI telah membebaskan 282 bangunan di atas lahan seluas 120 hektare yang menjadi lokasi proyek.

Lebih lanjut, Pramono menyebut akan ada lanjutan pembangunan tanggul sepanjang 1 kilometer pada tahun depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI