5 Bahaya 'Tulis Ulang Sejarah' Versi Fadli Zon Bagi Gen Z

Bernadette Sariyem

Rabu, 18 Juni 2025 | 18:18 WIB
5 Bahaya 'Tulis Ulang Sejarah' Versi Fadli Zon Bagi Gen Z
Foto lawas Fadli Zon saat berjabat tangan dengan Soeharto kembali viral di media sosial. (Tangkapan layar/X)

2. Mengunci Narasi Tunggal Tragedi Kemanusiaan 1965

Peristiwa G30S dan tragedi kemanusiaan yang mengikutinya adalah luka paling kompleks dalam sejarah bangsa.

Sejarawan Bonnie Triyana, pendiri Majalah Historia, dengan tegas menolak penyederhanaan sejarah untuk tujuan politik.

"Sejarah itu bukan pengadilan yang tugasnya mencari siapa yang mutlak salah dan benar. Tugas sejarawan adalah menyajikan kompleksitas peristiwa berdasarkan fakta dan ragam sumber," tegas Bonnie.

"Upaya 'meluruskan' sejarah yang bertujuan mengembalikan narasi tunggal versi Orde Baru akan membunuh empati kita. Ini akan menutup pintu rekonsiliasi dan melanggengkan stigma terhadap jutaan korban dan keluarganya yang tidak pernah diadili."

Pelurusan Sejarah oleh Akademisi

  • Berbasis Bukti
    Menggunakan data, arsip, artefak, dan sumber primer yang dapat diverifikasi secara ilmiah.
  • Multiperspektif
    Melihat satu peristiwa dari berbagai sudut pandang, termasuk dari sisi korban, pelaku, dan saksi mata.
  • Tujuan Pemahaman
    Mencari kebenaran dan pemahaman yang lebih utuh atas masa lalu untuk dijadikan pelajaran.
  • Proses Terbuka
    Melibatkan diskusi, debat, dan tinjauan sejawat (peer review) di kalangan komunitas ilmiah.

Politisasi Sejarah oleh Politisi

  • Berbasis Agenda
    Memilih dan memilah fakta yang sesuai dengan agenda politik atau ideologi tertentu.
  • Narasi Tunggal
    Memaksakan satu versi cerita yang absolut dan menolak sudut pandang lain yang berbeda.
  • Tujuan Legitimasi/Delegitimasi
    Membenarkan kekuasaan kelompoknya atau menyalahkan dan mendiskreditkan lawan politik.
  • Proses Tertutup
    Ditentukan oleh segelintir elite politik tanpa ruang untuk kritik atau perdebatan publik yang sehat.

Sejarah adalah cermin bangsa. Jangan biarkan cermin itu retak oleh kepentingan sesaat.

3. Delegitimasi Perjuangan Reformasi 1998

Gerakan Reformasi 1998 adalah fondasi demokrasi Indonesia modern.

Namun, dalam kerangka politisasi sejarah, gerakan ini bisa dengan mudah didistorsi.

baca juga

Pengamat politik sering mengingatkan bahwa narasi tandingan bisa diciptakan untuk melemahkan makna reformasi.

4. Menguatnya Politik Identitas dan Perpecahan Bangsa

Sejarah yang dipolitisasi adalah bahan bakar paling efektif untuk politik identitas.

Sejarawan Taufik Abdullah pernah mengingatkan bahwa sejarah bisa menjadi "alat pemukul" atau "cermin".

Politisasi mengubah sejarah menjadi alat pemukul. Narasi akan fokus pada superioritas satu kelompok (etnis, agama, atau golongan) dan menyingkirkan peran kelompok lain, menciptakan retakan sosial yang dalam dan berbahaya.

5. Membunuh Nalar Kritis di Ruang Kelas

Inilah dampak jangka panjang yang paling merusak. Sejarawan senior LIPI (kini BRIN), Asvi Warman Adam, adalah salah satu suara paling vokal menentang indoktrinasi sejarah.

"Ketika negara memaksakan satu versi kebenaran sejarah, maka yang mati bukan hanya sejarah itu sendiri, tapi juga nalar kritis generasi penerusnya," tegas Asvi.

"Pendidikan sejarah seharusnya menjadi ajang dialog, bukan doktrin. Siswa harus diajarkan cara bertanya 'mengapa' dan 'bagaimana', bukan hanya 'apa' dan 'kapan'. Jika tidak, kita hanya akan mencetak generasi penghafal, bukan pemikir."

Jadilah Generasi Kritis, Bukan Pasif

Debat tentang sejarah adalah hal yang sehat, namun harus tetap berada di koridor akademis yang bertanggung jawab.

Agenda "tulis ulang sejarah" yang didorong oleh kepentingan politik adalah jalan pintas menuju perpecahan.

Bagi kita, generasi muda, tugasnya bukanlah menelan mentah-mentah narasi dari satu pihak saja, baik itu versi Orde Baru maupun versi "pelurusan" dari politisi.

Tugas kita adalah menjadi generasi yang kritis: membaca dari berbagai sumber, mendengarkan suara para korban yang terbungkam, dan memahami bahwa sejarah seringkali tidak hitam-putih.

Bagaimana menurutmu? Perlukah sejarah bangsa ini ditulis ulang oleh negara, atau sebaiknya kita membuka semua arsip dan membiarkan publik serta sejarawan menilainya secara terbuka?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bonnie Triyana: Hentikan Penulisan Ulang Sejarah versi Fadli Zon

Bonnie Triyana: Hentikan Penulisan Ulang Sejarah versi Fadli Zon

News | Rabu, 18 Juni 2025 | 13:47 WIB

5 Kontroversi Fadli Zon: Like Konten Begituan dan Sering Sindir Presiden

5 Kontroversi Fadli Zon: Like Konten Begituan dan Sering Sindir Presiden

News | Rabu, 18 Juni 2025 | 13:40 WIB

Beda dengan Fadli Zon, Pidato Habibie Akui Pemerkosaan di Peristiwa 98 Kembali Viral

Beda dengan Fadli Zon, Pidato Habibie Akui Pemerkosaan di Peristiwa 98 Kembali Viral

News | Selasa, 17 Juni 2025 | 18:09 WIB

Klarifikasi Soal Pemerkosaan Massal, Baskara Putra Soroti Tak Adanya Permintaan Maaf dari Fadli Zon

Klarifikasi Soal Pemerkosaan Massal, Baskara Putra Soroti Tak Adanya Permintaan Maaf dari Fadli Zon

Entertainment | Selasa, 17 Juni 2025 | 15:08 WIB

Menbud Fadli Zon: Coba Bayangkan jika Bangsa Kita Dicap Pemerkosa Massal

Menbud Fadli Zon: Coba Bayangkan jika Bangsa Kita Dicap Pemerkosa Massal

News | Selasa, 17 Juni 2025 | 08:30 WIB

Didesak Minta Maaf, Koalisi Sipil: Fadli Zon Justru Kaburkan Pelanggaran HAM Tragedi 98

Didesak Minta Maaf, Koalisi Sipil: Fadli Zon Justru Kaburkan Pelanggaran HAM Tragedi 98

News | Selasa, 17 Juni 2025 | 06:28 WIB

Setara Institute Anggap Fadli Zon Tidak Punya Empati Sebut Pemerkosaan Massal Mei 1998 sebagai Rumor

Setara Institute Anggap Fadli Zon Tidak Punya Empati Sebut Pemerkosaan Massal Mei 1998 sebagai Rumor

News | Senin, 16 Juni 2025 | 21:09 WIB

Terkini

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Jakarta | Minggu, 01 November 2026 | 22:31 WIB

×